Kenapa Biaya Kesehatan Terus Melonjak? Ini Tantangan Besar yang Dihadapi Indonesia - VIVA
Kenapa Biaya Kesehatan Terus Melonjak? Ini Tantangan Besar yang Dihadapi Indonesia
Jakarta, VIVA – Kenaikan biaya layanan kesehatan menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Tidak hanya berdampak pada rumah sakit dan perusahaan asuransi, kondisi ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun perawatan kesehatan secara berkelanjutan.
Baca Juga
Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, para pelaku industri kesehatan mulai menyoroti pentingnya sistem yang lebih terhubung dan efisien agar pasien dapat memperoleh layanan yang lebih mudah diakses, cepat, dan berkualitas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tantangan kesehatan yang saat ini dihadapi masyarakat Indonesia menjadi salah satu bahasan yang menarik perhatian, mulai dari inflasi biaya kesehatan hingga kebutuhan akan sistem layanan yang lebih terintegrasi.
Baca Juga
Biaya Kesehatan Naik Lebih Cepat dari Inflasi Umum
Kini ada yang namanya fnomena inflasi kesehatan. Kondisi ini terjadi ketika biaya layanan kesehatan meningkat lebih cepat dibandingkan kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Persoalan ini ternyata bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan menjadi tantangan global.
Baca Juga
"Inflasi kesehatan selalu lebih tinggi daripada inflasi umum,” ujar Ho Kuen Loon, Group Chief Executive Officer dan Executive Director Fullerton Health dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026.
Menurutnya, peningkatan biaya kesehatan harus diimbangi dengan sistem yang mampu mengelola pelayanan secara lebih efektif sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh akses perawatan yang dibutuhkan.
Kenaikan biaya kesehatan dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti bertambahnya jumlah pasien, meningkatnya angka penyakit kronis, perkembangan teknologi medis yang semakin canggih, hingga biaya operasional fasilitas kesehatan yang terus naik.
Kebutuhan Layanan Kesehatan Terus Bertambah
Indonesia memiliki populasi lebih dari 280 juta jiwa dan jumlah tersebut terus bertambah setiap tahun. Pertumbuhan penduduk yang tinggi otomatis meningkatkan kebutuhan terhadap layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan rutin, pengobatan, hingga layanan spesialis.
Ho Kuen Loon menilai kebutuhan kesehatan di Indonesia masih akan terus berkembang dalam jangka panjang.
"Terdapat banyak kebutuhan di negara ini, 280 juta orang dan akan terus berkembang,” tambahnya.
Dengan jumlah penduduk yang besar, sistem kesehatan dituntut mampu menghubungkan berbagai pihak, mulai dari pasien, rumah sakit, klinik, perusahaan asuransi, hingga penyedia layanan kesehatan lainnya agar pelayanan dapat berjalan lebih efektif.
![]()
Teknologi Dinilai Bisa Membantu Pasien
Di tengah kompleksitas sistem kesehatan modern, teknologi mulai dianggap sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi layanan.
Menurut Ho Kuen Loon, pemanfaatan teknologi dapat membantu menghubungkan berbagai elemen dalam ekosistem kesehatan sehingga proses administrasi, klaim, hingga koordinasi perawatan pasien menjadi lebih sederhana.
"Ada banyak potensi untuk teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan membuat sistem kesehatan lebih terhubung,” ujarnya lagi.
Pemanfaatan teknologi kesehatan saat ini tidak hanya berkaitan dengan aplikasi kesehatan atau telemedicine. Teknologi juga berperan dalam pengelolaan data pasien, integrasi rekam medis, sistem rujukan, hingga proses administrasi klaim yang lebih cepat dan transparan.
Fokus pada Perawatan yang Berpusat pada Pasien
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep patient-centered care atau layanan kesehatan yang berpusat pada pasien semakin banyak diterapkan di berbagai negara.
Konsep ini menempatkan kebutuhan pasien sebagai fokus utama dalam setiap proses pelayanan kesehatan. Tidak hanya soal pengobatan, tetapi juga kemudahan akses, kenyamanan, kecepatan layanan, hingga kesinambungan perawatan.
Ho Kuen Loon menegaskan bahwa tujuan yang ingin dicapai adalah membangun ekosistem kesehatan yang lebih terhubung dan berorientasi pada pasien.
"Visi kami adalah ekosistem kesehatan yang lebih terhubung, terintegrasi, dan berpusat pada pasien untuk Indonesia,” tuturnya.
Senada dengan itu, CEO AdMedika Group, Dian Prambini, menilai kolaborasi dan integrasi antarpelaku layanan kesehatan menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
"Kami berkomitmen untuk mengembangkan sebuah ekosistem kesehatan yang lebih terhubung, lebih integratif, aksesibel, dan berbasis teknologi di Indonesia,” ujar Dian.
Selain akses layanan, keamanan data kesehatan juga menjadi isu yang semakin penting di era digital. Pengelolaan data pasien membutuhkan perlindungan yang ketat karena menyangkut informasi pribadi dan riwayat kesehatan seseorang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam kesempatan tersebut, pihak perusahaan menegaskan bahwa data kesehatan dan klaim pasien di Indonesia akan tetap dikelola secara lokal sesuai regulasi yang berlaku.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan data sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem layanan kesehatan digital yang semakin berkembang.
![]()
Aktivitas Ini Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol Secara Alami pada Pria
Kolesterol tinggi pada pria bisa diturunkan secara alami. Simak aktivitas fisik yang terbukti membantu menurunkan LDL, meningkatkan HDL, dan menjaga kesehatan jantung.

VIVA.co.id
4 Juni 2026