Mengenal Sosok Brigjen (Purn) Rumiah Kartoredjo, Satu-satunya Kapolda Perempuan di Indonesia- Liputan6
Mengenal Sosok Brigjen (Purn) Rumiah Kartoredjo, Satu-satunya Kapolda Perempuan di Indonesia
Hingga saat ini, belum ada lagi jenderal perempuan yang menjadi Kapolda di Indonesia.
Liputan6.com, Jakarta - Jelang puncak perayaan HUT Bhayangkara ke 80, Polda Banten beserta Polresta Serang Kota mengunjungi Brigjen Pol (Purn) Rumiah Kartoredjo. Dia adalah kapolda perempuan pertama dan satu-satunya di Indonesia hingga saat ini.
Brigjen Pol Rumiah menjabat Kapolda Banten periode 2008-2010. Hingga saat ini, belum ada lagi jenderal perempuan yang menjadi Kapolda di Indonesia.
Kapolri kala itu, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, melantik Rumiah yang masih berpangkat Kombes Pol sebagai Brigjen untuk menjaga Banten bersama Ratu Atut Chosiyah, yang kala itu menjabat Gubernur Banten.
"Kegiatan anjangsana tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada para senior, serta menumbuhkan semangat pengabdian," ujar Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria, Rabu, (17/06/2026).
Rumiah Kartoredjo lahir di Tulungagung, Jawa Timur pada tanggal 19 Maret 1952. Dia adalah anak keempat dari delapan bersaudara dari pasangan H. Kartoredjo yang merupakan mantan polisi zaman Belanda yang mandor di Pabrik Gula Mojoagung dengan istrinya, Hj. Musinah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261245/original/065647900_1781691090-1000433210.jpg)
Mantan Atlet
Sebelum menjadi polisi, Rumiah muda pernah berkuliah di IKIP Surabaya, saat ini Unesa, jurusan guru olahraga. Rumiah juga pernah menjadi atlet nasional dan berlaga di Sea Games dengan medali emas, di cabang olahraga softball.
Sebelum menyelesaikan kuliahnya, Rumiah mendaftar ke Sekolah Perwira Militer Sukarelawan (Sepa Milsukwan) ABRI tahun 1978.
Sekitar tahun 1990 Rumiah melanjutkan pendidikan di Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Polri. Mantan atlet nasional itu melanjutkan pendidikannya pada Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 1995 dan Sekolah Staf Perwira Tinggi (Sespati) Polri pada 2003
"Semangat pengabdian yang telah diwariskan menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," terangnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah jabatan di kepolisian pernah di embannya, seperti Komandan Peleton Seba Polisi Wanita (Polwan) pada 1999, Kepala Sekolah Polisi Wanita (Kasepolwan) Lemdikpol medio 2004, Kabag Produksi dan Dokumentasi (Kabagprodok) Divisi Humas Polri tahun, kemudian Sekretaris Lembaga Pendidikan Polri (Seslemdikpol) di 2006, hingga menjadi Kapolda Banten selama 2 tahun sejak 2008-2010.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa jasa dan pengabdian para purnawirawan Polri tidak pernah dilupakan. Mereka merupakan bagian penting dari sejarah dan perjalanan panjang institusi Polri," jelasnya.