0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Makan Bergizi Gratis Spesial

    Momentum Pembenahan 3 Masalah MBG: Tata Kelola, Pengawasan, dan Koordinasi - Kompas

    6 min read

     

    Momentum Pembenahan 3 Masalah MBG: Tata Kelola, Pengawasan, dan Koordinasi


    JAKARTA, KOMPAS.com - Perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dipandang sebagai bagian dari pembenahan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini melihat bahwa saat ini terdapat tiga persoalan dalam pelaksanaan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.

    Tata Kelola MBG

    Persoalan pertama adalah tata kelola pelaksanaan program MBG yang harus berjalan lebih efektif dan akuntabel, terutama dalam hal penggunaan anggaran.

    "Ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian Kepala BGN yang baru. Pertama, perbaikan tata kelola. Tata kelola ini terkait dengan penggunaan anggaran dan perbaikan tata kelola MBG," kata Yahya, kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

    Pernyataan Perdana Nanik S Deyang Usai Jadi Kepala BGN

    Baca juga: Dorongan Pembenahan Tata Kelola SPPG Usai Perombakan Pimpinan BGN

    Pengawasan MBG

    Selanjutnya, ia melihat persoalan kedua dalam pelaksanaan program MBG selama ini adalah pengawasannya.

    Menurutnya, seluruh pelaksanaan program MBG harus mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan BGN.

    Tujuan dari SOP tersebut untuk mencegah terjadinya berbagai persoalan terkait program MBG di lapangan.

    "Penegakan disiplin. Disiplin dalam pelaksanaan standar operasional dan diawasi secara ketat dan disiplin," kata Yahya.

    Baca juga: Urgensi Mengembalikan MBG ke Fitrahnya

    Koordinasi Lintas Sektor

    Terakhir, Yahya menilai bahwa koordinasi lintas sektor antara kementerian/lembaga menjadi salah satu persoalan MBG.

    Sebab selama ini, ia melihat masih lemahnya koordinasi BGN, kementerian/lembaga terkait, hingga pemerintah daerah

    "Koordinasi lintas sektor. Salah satu kelemahan selama ini lemahnya koordinasi dengan kementerian/lembaga serta dengan pemerintah daerah. Terutama dalam melakukan pengawasan," ujar Yahya.

    Harapannya, BGN di bawah kepemimpinan yang baru dapat memperbaiki sistem pengawasan sehingga kasus serupa tidak terulang.

    "Saya berharap di bawah kepemimpinan Kepala BGN yang baru tidak terjadi lagi kasus keracunan (zero accident)," ujar politikus Partai Golkar itu.

    Baca juga: Pimpinan DPR Yakin MBG Tak Terganggu Pencopotan Kepala BGN

    Ilustrasi menu makan bergizi gratis.

    Lihat Foto

    Prabowo Copot Kepala BGN

    Diketahui, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengubah struktur pimpinan BGN. Hal ini diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

    Dadan Hindayana yang merupakan Kepala BGN dicopot dan digantikan oleh Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua BGN.

    Selain Dadan, Prabowo juga mencopot dua Wakil Kepala BGN lainnya, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

    Sementara itu, Prabowo menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.

    Baca juga: Pengamat: Pergantian Pimpinan BGN Jadi Momentum Evaluasi Total Program MBG

    Prasetyo menyebutkan, pergantian pimpinan BGN ini dilandasi oleh hasil evaluasi dari kementerian terkait maupun masyarakat mengenai pelaksanaan program MBG.

    "Bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak, baik dari kementerian-kementerian terkait, maupun dari masyarakat, termasuk dari para penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.

    "Bau Amis" Korupsi MBG: "Diendus" Publik Sejak Lama, Baru Disesali Prabowo Sekarang?

    Komentar
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Additional JS