0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Jambi Spesial

    Pemkot Jambi dorong petani gunakan varietas unggul atasi cuaca ekstrem - AntaraNews

    2 min read

     

    Pemkot Jambi dorong petani gunakan varietas unggul atasi cuaca ekstrem

    Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Kota Jambi Amiruddin saat memberikan penjelasan usai kegiatan bertani bersama para siswa di Jambi, Kamis (4/3/2026). ANTARA/HO-Melli Andani.

    Kota Jambi (ANTARA) -

    Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi mendorong petani memanfaatkan varietas unggul sebagai salah satu langkah strategis untuk menghadapi anomali cuaca dan cuaca ekstrem yang berpotensi mempengaruhi produktivitas pertanian.

    Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Kota Jambi Amiruddin di Jambi, Kamis, mengatakan perubahan iklim yang ditandai dengan cuaca ekstrem, seperti kekeringan berkepanjangan maupun curah hujan tinggi, menjadi tantangan yang harus dihadapi petani.

    Penggunaan varietas unggul yang toleran terhadap kondisi lingkungan ekstrem dinilai menjadi solusi untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

    Pihaknya juga mengarahkan petani menerapkan teknologi budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim.

    Teknologi tersebut meliputi penggunaan mulsa untuk menjaga kelembapan tanah, pemanfaatan rumah kaca (green house) guna melindungi tanaman dari cuaca ekstrem, serta penerapan sistem irigasi hemat air untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya air.

    "Kami mengantisipasi anomali cuaca dengan menerapkan teknologi budidaya adaptif seperti mulsa, green house dan system irigasi hemat air," katanya.

    Menurut dia, upaya lain yang dilakukan adalah percepatan tanam pada wilayah yang memiliki ketersediaan air memadai.

    Langkah tersebut bertujuan mengoptimalkan masa tanam sehingga tanaman dapat tumbuh dalam kondisi yang lebih mendukung dan terhindar dari risiko cuaca yang tidak menentu.

    Pemerintah setempat juga memperkuat pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) melalui pemantauan rutin dan koordinasi dengan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

    "Pengendalian hama dan penyakit tanaman melalui pemantauan dan pengamatan rutin terhadap perkembangan organisme," kata dia.

    Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT), penggunaan benih sehat bersertifikat, serta pemanfaatan agen hayati seperti Trichoderma terus didorong untuk menekan serangan hama dan penyakit tanaman.

    "Kami juga menyiapkan sarana pengendalian OPT termasuk pestisida yang digunakan sesuai rekomendasi," kata Amiruddin.

    Komentar
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Additional JS