Ratusan Calon Mahasiswa Untidar Magelang Mundur, Kursi Kosong Dialihkan ke Jalur Mandiri - Kompas
MAGELANG, KOMPAS.com – Ratusan calon mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) dilaporkan mengundurkan diri setelah dinyatakan diterima di kampus yang terletak di Kota Magelang, Jawa Tengah, tersebut.
Fenomena undur diri massal ini mencakup para peserta yang lolos lewat jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar, Suyitno, mengatakan bahwa adanya calon mahasiswa yang mundur atau memutuskan tidak melakukan proses daftar ulang merupakan hal yang lumrah terjadi dalam setiap musim seleksi mahasiswa baru.
“Apalagi kami perguruan tinggi negeri baru. Kami baru jadi PTN 12 tahun. Ada kemungkinan mereka memilih PTN yang lebih establish atau sekolah kedinasan,” jelas Suyitno saat dihubungi oleh KOMPAS.com, Senin (29/06/2026).
Lebih dari 1.300 Orang Tewas karena Gelombang Panas, Apa yang Bisa Dilakukan Negara-negara?
Baca juga: Seleksi Mandiri One Day Service Untidar 2026, Cek Jadwal dan Materi Tesnya
Berdasarkan data rekapitulasi, pada jalur SNBP lalu, Untidar meloloskan sebanyak 936 calon mahasiswa. Namun hingga masa daftar ulang berakhir, terdapat 60 orang yang memilih tidak melanjutkan registrasi.
Sementara pada jalur SNBT, Untidar meloloskan 2.418 calon mahasiswa, di mana sebanyak 347 orang di antaranya juga memutuskan gugur dan tidak mendaftar ulang.
Suyitno menyatakan bahwa seluruh sisa kuota yang hangus dari dua jalur seleksi nasional tersebut kini dialihkan untuk menambah daya tampung pada jalur mandiri.
“Total sekarang ada 1.273 kursi yang kosong. Pendaftar jalur mandiri ada 3.537,” ungkapnya.
Untidar Ogah Berlakukan "Blacklist"
Saat ditanya mengenai kemungkinan faktor nilai Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebagai pemicu mundurnya ratusan calon mahasiswa, Suyitno mengaku belum bisa memastikan hal tersebut secara spesifik.
Menurutnya, keberadaan beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) lain di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang jauh lebih mapan—seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Sebelas Maret (UNS)—menjadi magnet utama yang lebih dilirik oleh para calon mahasiswa ketimbang Untidar.
Baca juga: Menelaah Angka 60.000 Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang
“Kami berada di tengah kampus-kampus besar,” aku Suyitno jujur.
Meski angka undur diri terbilang tinggi, Suyitno menegaskan bahwa pihak Untidar tidak akan mengambil langkah ekstrem seperti memberikan sanksi berupa daftar hitam (blacklist) terhadap sekolah asal para calon mahasiswa yang membelot tersebut.
“Kami realistis saja. Kami belum jadi pilihan utama. Kalau serta-merta blacklist, kami menutup peluang mereka yang memang minat kuliah di Untidar,” imbuhnya.
Fenomena Nasional 60.000 Kursi Kosong PTN
Mundurnya ratusan calon mahasiswa di Untidar sejalan dengan catatan makro Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendeteksi adanya sekitar 60.000 calon mahasiswa di Indonesia yang lolos seleksi namun tidak melanjutkan registrasi ke kampus tujuan.
Namun, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Eduart Wolok, meluruskan bahwa akumulasi angka 60 ribu kursi kosong tersebut merupakan refleksi data riil pada tahun ajaran 2025 lalu.
“(Sebanyak) 60.000 itu tidak mendaftar ulang dari seluruh jalur SNBP-SNBT sampai dengan mandiri di tahun 2025,” ujar Eduart, dikutip dari KOMPAS.com, Jumat (26/06/2026).
Eduart mengungkapkan ada dua faktor utama di balik keputusan mundur massal ini. Pertama, adanya beberapa program studi (prodi) spesifik di kampus tertentu yang kuotanya memang tidak terisi penuh sejak awal penetapan.
Baca juga: Klarifikasi Panitia SNPMB soal 60.000 Calon Mahasiswa yang Lolos PTN Belum Daftar Ulang karena Biaya
Kedua, adanya peserta jalur SNBP atau SNBT yang dinyatakan lulus pada prodi pilihan kedua, ketiga, atau bahkan keempat.
Karena mereka bersikeras mengincar prodi pilihan pertama, mereka sengaja melepas kelulusan tersebut demi bisa bertarung kembali di jalur seleksi berikutnya. Pola inilah yang otomatis membuat status pendaftaran mereka di jalur sebelumnya menjadi tanpa kabar.
Terkait dugaan calon mahasiswa yang mundur akibat terkendala biaya kuliah pada tahun ajaran 2026, Eduart menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan konkret lantaran proses seleksi jalur mandiri nasional saat ini masih berjalan.
Kendati demikian, tim SNPMB menduga sementara bahwa kelompok mahasiswa yang mundur akibat urusan finansial ini didominasi oleh para pendaftar yang tidak lolos verifikasi Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
Kegagalan mendapatkan bantuan KIP Kuliah tersebut biasanya dipicu karena status ekonomi keluarga mereka terekam masuk ke dalam kelompok desil 5 ke atas dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang