0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Haji Kasus Polri Satgas Haji Polri Spesial

    Satgas Haji Polri Ungkap 550 Calon Jemaah Jadi Korban Penipuan dan Haji Nonprosedural - Kompas

    5 min read

     

    Satgas Haji Polri Ungkap 550 Calon Jemaah Jadi Korban Penipuan dan Haji Nonprosedural



    JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Tugas (Satgas) Haji dan Umrah 2026 telah menangani 59 kasus dugaan penipuan dan pelanggaran terkait penyelenggaraan ibadah haji hingga akhir Mei 2026.

    Dari penanganan tersebut, sedikitnya 550 orang tercatat menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp 21,7 miliar.

    "Berdasarkan data Subsatgas Gakkum Satgas Haji dan Umrah Tahun 2026 sampai dengan 29 Mei 2026, telah ditangani 29 Laporan Polisi (LP) dan 30 Laporan Informasi (LI) dengan 26 tersangka, jumlah korban mencapai 550 orang, serta total kerugian masyarakat sebesar Rp 21.701.700.000," ungkap Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

    Temuan itu disebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.

    Bos WO Marwah Janji Ganti Kerugian Para Korban, Asal Tidak Dipenjara

    Baca juga: Mengapa Jemaah Haji Indonesia Dilarang Membawa Air Zam-zam Saat Penerbangan Pulang?

    Di sisi lain, hal itu juga mendorong penguatan perlindungan jemaah Indonesia menjelang berakhirnya rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah.

    "Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini memberikan banyak pembelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan," ungkap dia.

    Isir mengatakan, evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini menjadi modal penting bagi Indonesia dan Arab Saudi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta perlindungan jemaah.

    Baca juga: Polri dan RCMP Sepakati Kerja Sama Atasi Kejahatan Transnasional

    "Melalui evaluasi yang komprehensif dan penguatan koordinasi antara Indonesia dan Arab Saudi, diharapkan kualitas pelayanan, pengamanan, dan perlindungan jemaah Indonesia dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang,” kata Isir.

    Menurut dia, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan sistem perlindungan yang semakin kuat, adaptif, dan terintegrasi.

    Karena itu, penguatan koordinasi antarinstansi, pemanfaatan teknologi, peningkatan literasi masyarakat, serta pengawasan terhadap penyelenggaraan haji harus terus diperkuat guna mencegah masyarakat menjadi korban penipuan maupun praktik haji nonprosedural.

    Baca juga: Kemenhaj: Hari Ini, 17 Kloter Jemaah Haji Indonesia Pulang ke Tanah Air

    "Penguatan koordinasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan literasi masyarakat, serta sinergi antara Satgas Haji, Kementerian Haji dan Umrah RI, perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, dan otoritas Kerajaan Arab Saudi menjadi kunci untuk memastikan jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sesuai ketentuan," ujar dia.

    Ia menambahkan, tantangan penyelenggaraan haji ke depan tidak hanya terkait pelayanan dan pengelolaan jemaah, tetapi juga menyangkut edukasi masyarakat, kepatuhan terhadap aturan, serta kemampuan pemerintah mengantisipasi berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.

    "Dengan demikian, perlindungan terhadap jemaah dapat dilakukan secara menyeluruh mulai dari proses pendaftaran, keberangkatan, pelaksanaan ibadah, hingga kepulangan ke Tanah Air," tutur dia.

    Upaya penguatan perlindungan jemaah juga dibahas dalam pertemuan antara Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo dan jajaran Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026).

    Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat memperkuat komunikasi dan kerja sama untuk mendukung pengamanan serta perlindungan warga negara Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji.

    Baca juga: Kemenhaj: Hari Ini, 17 Kloter Jemaah Haji Indonesia Pulang ke Tanah Air

    Kerja sama tersebut mencakup peningkatan koordinasi, pertukaran informasi, penguatan kapasitas kelembagaan, hingga pemanfaatan teknologi dalam tata kelola dan pengamanan penyelenggaraan haji.

    Wakapolri juga mengapresiasi Pemerintah Arab Saudi atas dukungan dan pelayanan yang diberikan kepada jemaah Indonesia selama musim haji tahun ini.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS