Sejumlah Provokator Menyusup di Demo Depan Gedung Grahadi Surabaya, Aksi Damai Mendadak Mencekam - tvOneNews
Aksi unjuk rasa bertajuk gerakan #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berakhir dengan bentrokan hebat pada Jumat malam (26/6/2026).
Reporter :
Tim tvonenews.com
Editor :
Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:45 WIB
Sumber :
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Aksi unjuk rasa bertajuk gerakan #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berakhir dengan bentrokan hebat pada Jumat malam (26/6/2026).
Memasuki pukul 18.30 WIB, situasi yang awalnya berjalan damai mendadak berubah menjadi mencekam. Kelompok massa mulai bertindak anarkis dengan merusak lingkungan sekitar dan memicu kerusuhan bakar-bakar fasilitas publik di area pusat pemerintahan Jawa Timur tersebut.
Gelombang massa yang mengatasnamakan "Warga Surabaya Turun ke Jalan" sebenarnya memulai aksi mereka secara tertib sejak pukul 16.20 WIB.
Mereka sempat melakukan long march dan menyampaikan aspirasi melalui orasi. Namun, situasi memanas menjelang malam hari setelah sejumlah provokator tak dikenal menyusup ke tengah-tengah demonstran.
Kelompok provokator tersebut langsung menyulut kerusuhan dengan melemparkan batu serta petasan ke arah kompleks Grahadi. Lemparan keras ini menyebabkan pagar pembatas di sisi timur mengalami kerusakan parah.
Tak berhenti di situ, massa juga membakar sejumlah fasilitas publik di sepanjang jalan raya, hingga memicu kepulan asap hitam yang membubung tinggi.
Baca Juga
Kondisi semakin semrawut karena beberapa pengendara motor nekat melawan arus sambil menggeber mesin secara agresif di depan gerbang Grahadi.
Guna meredam bentrokan langsung dan menghindari jatuhnya korban, aparat kepolisian yang berjaga memilih menarik barisan mereka ke belakang.
Petugas kepolisian berlindung di balik truk kendaraan taktis sambil terus memberikan imbauan persuasif. Melalui mobil komando, polisi meminta massa menghentikan aksi perusakan fasilitas tersebut.
Menariknya, dalam pengamanan ketat di kawasan ring satu ini, tidak ada pengamanan TNI yang terlihat di barisan depan untuk membantu mengendalikan massa yang anarkis. Kendali penuh operasional pengamanan murni berada di tangan pihak kepolisian.
Menanggapi situasi yang memanas ini, Ketua Komunitas Cinta Indonesia (KCI), Moh Aldy Maulana, turut memberikan perhatiannya. Ia menyayangkan aksi perusakan fasilitas umum yang merugikan masyarakat luas dan menyatakan dukungannya terhadap langkah aparat penegak hukum.
"Kami sangat menyayangkan tindakan anarkis yang merusak fasilitas publik ini. Kami mendukung penuh langkah kepolisian untuk bertindak secara terukur dan tetap humanis dalam mengendalikan situasi, demi menjaga keamanan serta ketertiban Kota Surabaya," ujar Moh Aldy Maulana saat memberikan keterangannya.
Halaman Selanjutnya :
Hingga pukul 18.48 WIB, massa yang tersisa masih bertahan di depan Gedung Grahadi. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, langsung mengambil alih komando dari atas mobil pengeras suara untuk memberikan peringatan terakhir dan ultimatum keras kepada para demonstran.
Jangan Lewatkan
Selandia Baru Angkat Koper! Ini Daftar Lengkap 12 Tim yang Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Bola Dunia
- 27/06/2026 - 15:49
Daftar tim yang gagal melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026 kembali bertambah. Kali ini, Selandia Baru dipastikan harus angkat koper lebih cepat.
Tergiur Barang Mewah, ART Angel Lelga Ditangkap Usai Diduga Curi Kaus Kaki Gucci hingga Vitamin
Nasional
- 27/06/2026 - 15:42
Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial EW kini harus berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan pencurian di kediaman artis Angel Lelga.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda
Nasional
- 27/06/2026 - 15:38
RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Topan Mekkhala Ancam Jepang, 2 Juta Warga Dievakuasi usai Higos Picu Hujan Ekstrem
Internasional
- 27/06/2026 - 15:30
Jepang masih berada dalam status siaga tinggi pada Sabtu (27/6/2026) setelah Topan Mekkhala bergerak mendekati pesisir timur negara tersebut.
Total 5 Calon Manager Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan Ungkap Alasan harus Ada Latihan Militer
Nasional
- 27/06/2026 - 15:29
Menurutnya, ragam kemampuan itu, harus dimiliki para calon manajer KDKMP dan KNMP karena nantinya mereka akan menjadi mengelola perputaran uang rakyat melalui koperasi.
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik Piala Dunia 2026: Iran Masih Berharap, Tinggal Tiga Tiket Tersisa
Bola Dunia
- 27/06/2026 - 15:21
Perebutan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 kini semakin memanas. Tak hanya perebutan posisi juara dan runner-up, tapi juga jalur peringkat tiga terbaik