Semburan Gas di Bekasi Berhasil Dihentikan, Polisi Masih Jaga Lokasi - Kompas
Semburan Gas di Bekasi Berhasil Dihentikan, Polisi Masih Jaga Lokasi
BEKASI, KOMPAS.com – Polisi bersama PT Pertamina Gas (Pertagas) masih melakukan pengamanan dan pemantauan di lokasi kebocoran pipa gas yang menyebabkan semburan gas di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, hingga Senin (8/6/2026).
Pengamanan dilakukan untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi benar-benar aman setelah semburan gas yang terjadi pada Minggu (7/6/2026) sore sempat menggegerkan warga.
Kapolsek Babelan Komisaris Wito mengatakan, pihak kepolisian masih berjaga di lokasi untuk mencegah masyarakat mendekati area terdampak sebelum dinyatakan aman oleh Pertamina.
Baca juga: Warga Bekasi Masih Trauma dan Waswas meski Semburan Gas Pertamina Sudah Berhenti
"Kami masih amankan di lokasi TKP agar masyarakat tidak mendekat sebelum dinyatakan aman oleh pihak Pertamina," kata Wito saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin.
Jadwal Timnas Indonesia Vs Oman: Buru Kemenangan Setelah 38 Tahun
Menurut Wito, kepolisian berfokus pada pengamanan area, sementara penanganan teknis kebocoran dilakukan oleh tim Pertamina.
"Untuk teknisnya ditangani oleh Pertamina. Tapi kami masih tetap berjaga di lokasi guna memastikan keamanan dan ketertiban," ujar Wito.
Baca juga: Semburan Air dan Gas di Bekasi Picu Kepanikan, Satu Warga Dirawat
Sementara itu, Kepala Desa Buni Bakti, Sidi Sumardi, mengatakan bahwa setelah kejadian, pihak Pertamina dan kepolisian langsung memasang pengamanan di sekitar lokasi semburan.
"Di area tersebut sudah ada garis police line," kata Sidi.
Ia menuturkan, warga diminta mematuhi arahan petugas dan tidak mendekati titik kebocoran selama proses pemantauan masih berlangsung.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lokasi juga diimbau untuk tidak menyalakan api dan menjauhi area semburan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Baca juga: Pipa Gas Pertamina Bocor di Bekasi akibat Pemasangan Pipa BBM Cikampek-Plumpang
Sidi mengatakan, insiden tersebut merupakan kejadian pertama yang terjadi di wilayahnya. Kemunculan semburan gas secara tiba-tiba dari area proyek di dekat permukiman sempat membuat warga panik.
"Kalau ini baru pertama kali terjadi. Sebelumnya enggak ada suara ledakan. Yang jelas suara semburan aja," kata Sidi.
Meski semburan gas telah berhasil dihentikan, sebagian warga masih merasa trauma dan khawatir kejadian serupa kembali terjadi.
Baca juga: Rumah Dinas di Jatinegara Jaktim Kebakaran, Diduga akibat Korsleting
Salah satu warga, Aliyah Maryanah (32), bahkan sempat dilarikan ke klinik setelah menghirup gas yang keluar dari lokasi kebocoran.
"Satu orang dirawat akibat menghirup bau gas itu. Saat ini masih ada di ruang rawat, tapi sudah membaik. Informasinya hari ini baru boleh pulang," ujar Sidi.
Sebelumnya diberitakan, Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Gas (Pertagas) Imam Rismanto menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi akibat kebocoran pipa gas saat pekerjaan pemasangan pipa BBM Cikampek-Plumpang.
Baca juga: Bareskrim Ungkap Konsumen “Whip Pink” Alami Lumpuh Sementara Usai Hirup Gas
"Tim Tanggap Darurat Pertagas dan gabungan beberapa pihak segera bertindak dan telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan mengamankan area," kata Imam dalam keterangan tertulisnya.
Menurut dia, proses penanganan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi dan aparat kepolisian untuk mensterilkan area serta mencegah dampak yang lebih luas.
"Upaya penanggulangan di lokasi turut melibatkan para pihak berwenang setempat agar kondisi dapat lebih terjaga dan area lokasi steril untuk tindakan penanganan," ujar Imam.
Baca juga: 3 Penarik Sound System Tewas di Bekasi, Polisi Periksa Pemilik Hajatan dan Tim Sisingaan
Pertamina memastikan kebocoran berhasil ditangani sekitar pukul 18.15 WIB pada Minggu. Aliran gas juga telah dihentikan untuk mengisolasi titik kebocoran dan mencegah risiko lanjutan.
"Selanjutnya akan dilakukan upaya pemulihan secara intensif dan situasi di lokasi akan terus dilakukan pemantauan. Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat dan seluruh personel yang melakukan pekerjaan," kata Imam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Momen Bendera Iran Berkibar di Meksiko, Kedatangan Timnas Dikawal Ketat