Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Jantung Kesehatan Spesial Stroke Tips & Tricks

    Stroke dan Jantung Sering Tanpa Gejala, Kenali 4 Indikator Kesehatan Utama Sebelum Terlambat - Tribunnews

    6 min read

     


    11:33 Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Menkes Budi Sadikin mengimbau masyarakat rutin cek kesehatan karena stroke dan jantung sering berkembang tanpa gejala jelas.
    • Masyarakat diminta memantau 4 indikator utama: tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan berat badan agar tetap ideal.
    • Polri menggelar bakti kesehatan gratis di seluruh Indonesia, termasuk layanan khusus bagi buruh, hingga 1 Juli 2026 nanti.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak orang baru mengetahui dirinya mengidap penyakit serius setelah mengalami serangan stroke, serangan jantung, atau gangguan ginjal.

    Padahal, sebagian besar penyakit tidak menular tersebut berkembang perlahan selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan keluhan yang jelas.

    Karena itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan perasaan sehat, tetapi juga rutin memeriksa kondisi tubuh melalui cek kesehatan.

    Pesan tersebut disampaikan Menkes saat menghadiri Launching Cek Kesehatan Gratis (CKG) di FKTP Polri dan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Lemdiklat Polri, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

    Menurut Budi, penyakit tidak menular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Di antaranya stroke, penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal.

    Stroke dan Penyakit Jantung Sering Datang Tanpa Gejala

    Budi mengatakan banyak kasus penyakit berat sebenarnya dapat dicegah apabila faktor risikonya diketahui sejak dini.

    Karena itu, masyarakat didorong memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis yang disediakan pemerintah.

    Baca juga: 80 Persen Kebutuhan Medis Indonesia Masih Bergantung Impor, Apa yang Dilakukan Pemerintah?

    “Penyakit seperti stroke, jantung, dan ginjal sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Karena itu, program Cek Kesehatan Gratis dari Presiden Prabowo harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.

    Menurutnya, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting karena sejumlah penyakit berbahaya sering berkembang tanpa tanda yang mudah dikenali.

    Seseorang bisa tetap beraktivitas seperti biasa, tetapi ternyata memiliki tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, atau kolesterol yang sudah berada di atas batas normal.

    Empat Angka yang Harus Diperhatikan

    Menkes meminta masyarakat memperhatikan empat indikator kesehatan utama yang berhubungan erat dengan risiko penyakit mematikan.

    Empat indikator tersebut meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan obesitas.

    Untuk tekanan darah, masyarakat diimbau menjaga angka di bawah 120/80 mmHg.

    Sementara kadar gula darah diupayakan tidak melebihi 200 mg/dL dan kolesterol dijaga tetap berada di bawah 200 mg/dL.

    Selain itu, masyarakat juga diminta mempertahankan berat badan ideal melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik secara rutin.

    Menurut Menkes, empat indikator tersebut dapat menjadi tanda awal munculnya berbagai penyakit kronis apabila tidak dikendalikan sejak dini.

    Jangan Abaikan Hasil Pemeriksaan

    Menkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan angka di atas batas normal.

    Sebab, banyak orang merasa tidak mengalami keluhan sehingga menunda pemeriksaan lanjutan atau pengobatan.

    “Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan angka di atas normal, jangan dianggap enteng meskipun merasa sehat. Segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan yang sudah dibangun oleh Polri untuk mendapatkan penanganan,” tegas Budi. 

    Menurutnya, penanganan sejak awal jauh lebih efektif dibanding mengobati penyakit setelah muncul komplikasi yang lebih berat.

    Lebih dari 664 Ribu Layanan Kesehatan Diberikan

    Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan Bakti Kesehatan Polri Tahun 2026 dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sejak 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

    Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 5.354 tenaga kesehatan.

    Hingga kini tercatat lebih dari 664 ribu layanan kesehatan telah diberikan kepada masyarakat.

    Layanan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan umum dan spesialis, operasi katarak, operasi bibir sumbing, donor darah, pemeriksaan laboratorium, skrining stunting, layanan kesehatan ibu dan anak, hingga pelayanan tuberkulosis (TB).

    Polri juga meluncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh untuk memudahkan pekerja mengakses layanan kesehatan melalui jaringan fasilitas kesehatan Polri.

    “Kartu ini diharapkan dapat mempermudah rekan-rekan buruh untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan Polri di seluruh Indonesia,” ujar Kapolri.

    Program tersebut mendapat apresiasi dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

    Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menilai layanan kesehatan bagi pekerja menjadi dukungan penting di tengah tantangan ekonomi global dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Melalui pemeriksaan kesehatan rutin, masyarakat diharapkan dapat mengetahui faktor risiko penyakit lebih awal sehingga peluang mencegah stroke, penyakit jantung, maupun gagal ginjal menjadi lebih besar.

    (Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

    Komentar
    Additional JS