Terungkap Penyebab Satu Keluarga Tewas saat Wisata Glamping di Temanggung, Dipicu Briket Arang / Kompas TV
Terungkap Penyebab Satu Keluarga Tewas saat Wisata Glamping di Temanggung, Dipicu Briket Arang
Kompas.tv - 16 Juni 2026, 10:39 WIB
SEMARANG, KOMPAS.TV - Penyebab kematian satu keluarga asal Kabupaten Semarang yang ditemukan meninggal dunia saat menginap di kawasan glamping Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, akhirnya terungkap.
Korban tewas diketahui masing-masing bernama Muhammad Ali Munawar (52), istrinya Maghfirah (43), serta dua anak mereka, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alvino Evan Hakim (16).
Keempatnya ditemukan meninggal dunia di Tenda Glamping Safari Nomor 3, Taman Wisata Alam Posong, Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, pada Rabu, 27 Mei 2026.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Nasir Anwar mengatakan hasil pemeriksaan forensik menunjukkan para korban tewas karena mengalami keracunan karbon monoksida yang berasal dari pembakaran arang atau briket di dalam tenda yang tertutup rapat.
Hal tersebut diketahui pihak kepolisian setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium forensik.
Baca Juga: Saat Gibran Catat Aspirasi Mahasiswa yang Ditemuinya di Buku Kecil untuk Diteruskan ke Prabowo
"Berdasarkan hasil pemeriksaan penunjang, didapatkan bahwa tanda keracunan karbon monoksida dan tidak didapatkan keracunan sianida," kata Nasir kepada wartawan pada Senin (15/6/2026).
Temuan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang sempat berkembang terkait penyebab kematian satu keluarga tersebut.
Selain memeriksa sampel biologis korban, penyidik juga melakukan pendalaman terhadap barang-barang pribadi, termasuk telepon seluler milik para korban.
Polisi Tidak Temukan Indikasi Bunuh Diri
Pemeriksaan terhadap isi ponsel korban dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya indikasi bunuh diri maupun unsur pidana lainnya dalam peristiwa tersebut. Namun, hasil penyelidikan tidak menemukan petunjuk yang mengarah pada tindakan bunuh diri.
"Pemeriksaan HP korban, tidak ditemukan kalimat yang berhubungan dengan mati, bunuh, racun, atau tidak ditemukan indikasi lain yang membahayakan," ucap Nasir.
Menurut penyidik, seluruh data yang diperoleh sejauh ini mengarah pada dugaan kecelakaan akibat paparan gas beracun di dalam tenda.
Nasir menjelaskan hasil laboratorium forensik menunjukkan sampel darah dan urine para korban positif mengandung karbon monoksida.
"Penyidik menyimpulkan kematian empat korban karena keracunan karbon monoksida yang mengakibatkan mati lemas," katanya.
Gas karbon monoksida diduga berasal dari pembakaran briket atau arang menggunakan tungku yang diletakkan di dalam tenda glamping. Saat kejadian, kondisi tenda diketahui tertutup rapat, sehingga sirkulasi udara tidak berjalan baik.
Baca Juga: Bahlil Usulkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Target Kurangi Impor LPG
Akibatnya, gas karbon monoksida yang tidak berwarna dan tidak berbau itu terakumulasi di dalam ruangan hingga menyebabkan para korban kehilangan kesadaran dan meninggal dunia karena kekurangan oksigen.
Selain itu, polisi juga memastikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh keempat korban.
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," tutur Nasir dikutip Kompas.com.
Dengan hasil penyelidikan tersebut, aparat kepolisian menyimpulkan kematian satu keluarga asal Kabupaten Semarang di kawasan glamping Posong itu murni disebabkan keracunan karbon monoksida dan tidak berkaitan dengan tindak kriminal maupun bunuh diri.
Sumber : Kompas TV