0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto Spesial

    Ultimatum Keras Presiden Prabowo Ancam Mitra MBG Brengsek, Larang Telur Dadar Campur Tepung - Tribun Medan

    12 min read

     

    Ultimatum Keras Presiden Prabowo Ancam Mitra MBG Brengsek, Larang Telur Dadar Campur Tepung

    TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA A-A+ PRESIDEN PRABOWO - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan ultimatum dan peringatan keras kepada seluruh mitra penyedia Program MBG 

    TRIBUN-MEDAN.com -  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana ditangkap dan ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung).

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diurus BGN jadi sorotan.

    Banyaknya kritik karena MBG tak sesuai harapan masyarakat hingga masalah hukum mengusik Presiden Prabowo Subianto.

    Program MBG akan tetap berjalan.

    Tapi kini Prabowo memberikan ultimatum dan peringatan keras kepada seluruh mitra penyedia Program MBG agar tidak main-main dengan kualitas dan porsi makanan untuk anak-anak sekolah.

    Baca juga: Timnas Indonesia vs Oman, Skuad Garuda tanpa Calvin Verdonk dan Jay Idzes

    Prabowo menegaskan bahwa program ini adalah misi sakral negara untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa, sehingga segala bentuk kecurangan atau pengurangan porsi tidak akan ditoleransi.

    Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan pengarahan dalam acara Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

    Baca juga: Reaksi Istana, Kepala BGN Dadan Dijebloskan ke Penjara, Prabowo Ingatkan Mitra MBG 

    .

    Ketegangan sempat mewarnai ruangan SICC ketika Presiden Prabowo melakukan aksi spontan dengan meminta perwakilan mitra dapur dan pengusaha katering untuk naik ke atas panggung.

    Tidak tanggung-tanggung, Prabowo meminta contoh porsi makanan, khususnya potongan daging ayam, untuk dibawa ke hadapannya guna diinspeksi secara langsung menggunakan kamera macro agar bisa disaksikan oleh ribuan hadirin lewat layar besar.

    Di depan perwakilan mitra yang didominasi oleh pelaku usaha dan ibu-ibu penggerak dapur, Prabowo menyoroti standar ukuran pemotongan ayam yang ideal untuk kecukupan gizi anak.

    "Yang kiri ini adalah porsi kecil, ayam dipotong 14. Kalau dipotong lebih dari 14, itu dosa! Dosa! Kenapa? Karena ada berapa puluh juta anak-anak di Indonesia yang akan kecewa kalau hak gizi mereka dikurangi," ujar Prabowo dengan nada tinggi yang disambut tepuk tangan riuh para peserta.

    Prabowo mengingatkan para mitra agar tidak mencari keuntungan sepihak dengan cara menyusutkan gramasi makanan yang berhak diterima oleh anak-anak sekolah.

    Larang Keras Telur Dadar Campur Tepung

    Selain ukuran potongan ayam, perhatian serius Kepala Negara juga tertuju pada pengolahan menu telur.

    Prabowo secara eksplisit melarang para mitra menyajikan menu berupa telur dadar atau telur orek dalam program ini.

    Bukan tanpa alasan, berdasarkan pengalamannya, menu telur dadar di lapangan sangat rawan dimanipulasi oleh oknum-oknum nakal untuk memangkas biaya produksi.

    "Mitra-mitra, yang kedua, telur. Jangan bikin dadar! Saya ini sudah lama jadi orang Indonesia, saya tahu. Kalau telur dadar, nanti dicampur macam-macam itu. Tepungnya lebih banyak dari telurnya," seloroh Prabowo yang disambut tawa pahit dari barisan mitra di panggung.

    Sebagai gantinya, Prabowo menginstruksikan standar baku (SOP) baru bagi Badan Gizi Nasional dan seluruh mitra di daerah: telur harus disajikan dalam bentuk utuh, baik diceplok (telur mata sapi) maupun direbus bulat-bulat setelah dikupas bersih kulitnya.

    Hal ini dilakukan agar pengawasan visual jauh lebih mudah dan kandungan proteinnya tetap murni 100 persen telur.

    Untuk memastikan instruksi ini berjalan tegak lurus di lapangan, Prabowo mengumumkan strategi pengawasan berlapis.

    Pemerintah tidak hanya mengandalkan pengawas internal dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), tetapi juga akan melibatkan ekosistem sekolah secara langsung.

    Presiden menginstruksikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) untuk menggerakkan kepala sekolah, guru-guru, hingga para siswa untuk menjadi garda depan pengawasan.

    "Nanti saya minta Menteri Pendidikan, kepala-kepala sekolah, guru-guru, dan anak-anaknya suruh lapor. Ayamnya kecil atau besar? Kalau perlu, secara random (acak) makanannya difoto dan ditimbang! Laporkan langsung," tegas mantan Menteri Pertahanan tersebut.

    Di akhir arahannya, Prabowo memberikan peringatan terakhir (warning) kepada para mitra yang masih berniat melakukan penyelewengan anggaran atau fasilitas program.

    Berkelakar Bernada Ancam Mitra Brengsek

    Sambil berkelakar namun sarat ancaman, Prabowo meminta "mitra yang brengsek" untuk angkat tangan di awal sesi, yang tentu saja tidak ada satu pun peserta yang berani mengaku.

    "Gue udah warning lu ya. Kalau saudara merasa bisa lebih pintar dari NKRI, ya coba aja. Mata dan telinga saya ada di mana-mana. Kalau kalian tidak mau bekerja dengan baik, tidak sungguh-sungguh, tidak setia, silakan minggir! Kita cari anak-anak muda baru yang siap mengabdi demi rakyat," pungkas Prabowo menutup pidatonya.

    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dijebloskan ke dalam penjara.

    Dadan ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah resmi jadi tersangka.

    Tidak hanya Dadan, dua wakilnya Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya juga ikut ditahan.

    Ketiganya terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026.

    Sebelumnya, Dadan bersama dua wakilnya Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto, Selasa kemarin.

    .

    Begitu dicopot Presiden Prabowo, rumah ketiga pejabat tersebut juga jadi sasaran penggeledahan.

    Penggeledahan dilakukan terkait kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada BGN periode 2025-2026.

    Seperti diketahui, Dadan Cs sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik kejaksaan.

    Terkait rumah tersebut digeledah hampir bersamaan dengan pengeledahan Kantor BGN di kawasan Jakarta Pusat, 

    Presiden Prabowo Subianto dalam acara pengumpulan 12 ribu penggerak MBG di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026). (Dok. Setpres)
    Presiden Prabowo Subianto dalam acara pengumpulan 12 ribu penggerak MBG di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026). (Dok. Setpres) (IST)

    Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi menyebut total ada enam lokasi yang digeledah penyidik dalam kasus tersebut.

    "Sejak tadi malam kami melakukan penggeledahan di beberapa tempat. Selain kantor BGN, ada juga rumah-rumah kediaman para tersangka," kata Syarief dalam konferensi pers di Kantor Kejagung, Jakar4a, Rabu (3/6/2026).

    Syarief menjelaskan dari hasil penggeledahan itu penyidik turut menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen dan barang elektronik berupa Laptop dan HP.

    "Hasil penggeledahan adalah dokumen dan barang bukti elektronik ya, dokumen dan barang bukti elektronik. Termasuk HP dan laptop dan lain-lain," tuturnya.

    Dosa eks Pimpinan MBG

    Sebelumnya,Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (MBG), Dadan Hindayana ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026.

    Selain Dadan, dua wakilnya yakni Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung selaku Wakil Ketua BGN juga ditetapkan sebagai tersangka.

    "Bahwa setelah melalui serangkaian pemeriksaan tersebut saudara DH, saudara SS, dan saudara LP sebagai saksi, dan berdasarkan dua alat bukti yang cukup yang diperoleh tim penyidik, maka tim penyidik menetapkan sebagai tersangka," kata Dirdik pada Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi dalam konferensi pers di Kantor Kejagung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

    Ketiganya terlihat langsung dibawa penyidik menuju mobil tahanan dengan mengenakan rompi tahanan berwarna pink hingga tangan diborgol.

    "Bahwa para tersangka tersebut dilakukan saat ini dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung dan Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan," ucapnya.

    Adapun ketiga tersangka juga terafiliasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Syarief mengatakan sejatinya, program MBG itu dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima

    Namun pada pelaksanaannya, ternyata ditemukan banyak SPPG yang ditunjuk karena mempunyai afiliasi dengan petinggi BGN padahal tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.

    "Tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN dengan adanya atensi dari para tersangka," kata ungkapnya.

    Adapun sebagai imbalannya, kata Syarief, yayasan yang terafiliasi dengan para pelaku itu, menerima uang insentif hingga miliaran rupiah setiap harinya.

    "Yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS dan Saudara LP," tuturnya.

    Selain itu, ketiga tersangka melakukan melawan hukum terkait pengadaan barang dan jasa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    “Saudara DH bersama-sama dengan saudara SS dan saudara LP dalam melakukan proses pengadaan baik barang dan jasa di BGN secara melawan hukum,” ucapnya.

    Syarief mengatakan Dadan cs melalukan intervensi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehingga penyusunan KAK (Kerangka Acuan Kerja) pengadaan barang dan jasa pada BGN untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak disusun sesuai kebutuhan riil di lapangan.

    “Adanya mark up harga pengadaan sehingga terjadi kerugian yang tidak mendukung operasional pelaksanaan MBG,” ungkapnya.

    Adapun pengadaan BGN yang dimaksud di antaranya:

    1. Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sebesar sekitar Rp 1 triliun.

    2. Pengadaan 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai ketentuan dan adanya markup.

    3. Pengadaan tablet sebanyak 31.000 sekian yang tidak sesuai ketentuan dan adanya markup 

    4. Dan pengadaan televisi 75 inch sebanyak 5.400 unit yang tidak sesuai ketentuan dengan adanya markup harga.

    Akibat perbuatannya itu, Syarief mengatakan telah terjadi kerugian keuangan negara. Namun, kerugian negaranya masih dalam perhitungan.

    (*/TRIBUN-MEDAN.com)

    Sumber: tribunnews.com

    Baca juga: Legenda PSMS Legimin Rahardjo Bangga Putranya Masuk Skuat Timnas U-19, Siap Nonton Langsung

    Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

    Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

    Berita viral lainnya di Tribun Medan 

    Komentar
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Additional JS