Viral Lansia Minta Imbalan Rp 1 Juta Usai Temukan Dompet di Sragen, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya - Tribunnews
Viral Lansia Minta Imbalan Rp 1 Juta Usai Temukan Dompet di Sragen, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya
Ringkasan Berita:
- Viral di Sragen, pasangan lansia penjual siomay diduga meminta imbalan hingga Rp1 juta setelah menemukan dompet milik Ahmad Bahru yang hilang di minimarket Kecamatan Sumberlawang.
- Pemilik dompet akhirnya memberikan Rp400 ribu setelah mempertimbangkan kondisi mental dan ekonomi penemu. Sebagai gantinya, empat kartu identitas berhasil dikembalikan.
- Polisi telah memediasi kedua pihak
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan pasangan lansia meminta imbalan Rp 1 juta kepada pemilik dompet yang mereka temukan di Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah minimarket modern di Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com, pemilik dompet bernama Ahmad Bahru saat itu datang bersama istri dan anaknya untuk berbelanja.
Sebelum masuk ke minimarket, ia sempat mengecek dompetnya.
Namun, saat hendak melakukan pembayaran di kasir, Ahmad Bahru terkejut karena dompetnya sudah tidak ada.
Setelah melakukan pencarian dan tidak menemukan dompet tersebut, ia kemudian bertanya kepada warga sekitar lokasi parkir.
Pencarian juga dilakukan melalui rekaman kamera CCTV minimarket.
Hasilnya, diketahui bahwa dompet tersebut ditemukan oleh pasangan suami istri penjual siomay bernama Darmo Sasmoyo Suyat dan Sukini.

Pemilik Dompet Cari Penemu hingga Ketemu di Sekolah
Setelah mengetahui identitas penemu dompetnya, Ahmad Bahru bersama istrinya berupaya mencari keberadaan pasangan lansia tersebut.
Mereka akhirnya menemukan Darmo dan Sukini yang sedang berjualan di lingkungan MIN 5 Sragen, Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang.
Saat ditemui, pasangan suami istri tersebut mengakui telah menemukan dompet milik Ahmad Bahru setelah diperlihatkan rekaman CCTV.
Baca juga: Viral Lansia Sragen Penemu Dompet Diduga Minta Tebusan Rp 1 Juta ke Pemilik, Begini Akhir Kisahnya
Polisi Lakukan Mediasi dan Penelusuran
Pihak kepolisian langsung bergerak cepat menindaklanjuti adanya video viral yang meresahkan netizen di media sosial tersebut dengan mendatangi kedua belah pihak pada Selasa (9/6/2026).
Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji mengatakan pihaknya telah mempertemukan kedua belah pihak untuk mengklarifikasi peristiwa tersebut.
Polisi juga melakukan pengecekan di lokasi kejadian serta menelusuri latar belakang dan kondisi penemu maupun pemilik dompet.
"Kami menanyakan Sukini dan suaminya dan mengakui menemukan dompet milik Ahmad Bahtu dan telah menyerahkan 4 lembar kartu identitasnya namun dompetnya hilang sewaktu perjalanan pulang kerumah," kata dia.
Berdasarkan pemeriksaan awal dari pihak yang menemukan dompet, pasutri itu mengaku sempat mengambil beberapa kartu identitas serta uang tunai senilai Rp 400 ribu dari dalam dompet.
Sisa barang dan dompetnya kemudian ditaruh begitu saja di dalam wadah gerobak jualan mereka.
Kepada petugas pasutri itu mengklaim bahwa sisa dompet beserta isinya yang mereka simpan di gerobak tersebut mendadak jatuh di jalanan saat mereka sedang keliling berjualan siomai.
"Sampai saat ini sementara sampai laporan ini dibuat dilaporkan hasil pencarian dompet milik Ahmad Bahru dari MIN 5 Sragen menuju rumah Ibu Sukini bahwa dompet milik Ahmad Bahru yang terjatuh yang berisi STNK dan sejumlah uang tunai belum ditemukan," imbuh Sudarmaji.
Berdasarkan hasil komunikasi langsung dengan pasutri lansia itu serta diperkuat oleh keterangan dari warga sekitar tempat tinggal keduanya, Sudarmaji menjelaskan bahwa sang nenek diduga kuat sedang mengalami gejala gangguan kejiwaan atau linglung
Menurut Sudarmaji, Ahmad Bahru memutuskan mengikhlaskan uang yang telah diberikan setelah mengetahui kondisi mental Sukini dan kondisi ekonomi keluarganya.
Selain itu, Ahmad Bahru juga telah menghapus video yang sebelumnya diunggah ke grup Facebook IWS Sragen.
(*)