Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kekeringan Lintas Peristiwa Spesial

    350.000 Liter Air Bersih Dikucurkan ke Wilayah Kekeringan di Bondowoso, Antisipasi Kemarau 7 Bulan - Tribunnews

    4 min read

     


    Gagal memuat video. Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • BPBD Bondowoso telah mendistribusikan 350.000 liter air bersih ke desa yang terdampak kekeringan.
    • BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung selama 7 bulan ke depan.

    Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sinca Ari Pangistu

    TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - 350.000 liter air bersih telah didistribusikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso ke desa yang terdampak kekeringan.

    Secara gratis, air bersih tersebut diberikan kepada warga di puluhan dusun yang tersebar di 13 desa dan delapan kecamatan, sepanjang 11 Mei hingga 27 Juni 2026.

    Baca juga: Antrean Perekaman KTP di Disdukcapil Ponorogo Membludak saat Musim Libur Sekolah, Banyak yang Kecele

    Menurut Kepala Bidang Logistik, Rekonstruksi, dan Rehabilitasi BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, pendistribusian air bersih yang bersumber dari APBD telah habis disalurkan di 28 titik.

    Masing-masing titik mendapatkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 hingga 10.000 liter.

    Kemudian sisanya dibantu oleh Polres Bondowoso sebanyak 10 titik, ada juga bantuan dari YSDF, Baznas, dan Bank Jatim.

    "Untuk yang dari YSDF, Baznas, dan Bank Jatim, akhir distribusinya pada 14 Juli nanti," ungkap Tugas saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

    Setelah pasokan tersebut selesai, Tugas menambahkan bahwa pihaknya telah meminta bantuan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur agar distribusi air bersih di titik-titik terdampak kekeringan bisa terus berlanjut.

    Berdasarkan data catatan BPBD, pendistribusian yang menggunakan anggaran Provinsi Jawa Timur akan dimulai pada 15 Juli 2026.

    "Selanjutnya kita pakai anggaran provinsi mulai tanggal 15 Juli, untuk dua bulan ke depan," terangnya.

    Sementara itu, Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan bahwa anggaran daerah untuk pendistribusian air bersih memang terbatas dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 30 hari.

    Keterbatasan ini dipicu oleh kebijakan efisiensi anggaran serta adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi beberapa waktu lalu.

    Di sisi lain, BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung selama 7 bulan ke depan.

    Oleh karena itu, BPBD Bondowoso bergerak cepat dengan menggandeng lintas sektor hingga mencari bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan agar warga terdampak tetap mendapatkan pasokan air bersih.

    "Kita gandeng lintas sektor," jelas Kristianto.

    Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Darurat Kekeringan, BPBD mencatat ada 20 dusun yang tersebar di 13 desa dan 9 kecamatan yang terdampak kekeringan tahun ini.

    Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Maesan, Klabang, Prajekan, Wringin, Tegalampel, Botolinggo, Tamankrocok, Curahdami, hingga Tlogosari.

    Total warga yang terdampak mencapai 1.784 kepala keluarga (KK) atau sekitar 7.136 jiwa.

    Selain distribusi air, BPBD juga melakukan berbagai intervensi program jangka panjang, seperti pembangunan sumur bor, perlindungan sumber mata air, hingga program Pamsimas.

    Seperti beberapa pekan lalu, Polres Bondowoso turut membantu membangun sumur bor di Masjid Nurul Hasan, Kelurahan Sekar Putih, Kecamatan Tegalampel.

    Selain itu, bantuan tandon air berkapasitas 5.000 liter juga diberikan kepada warga Dusun Sumber Biru, Desa Klabang.

    Komentar
    Additional JS