Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kesehatan Spesial

    6 Penyakit Mata yang Paling Sering Dialami Lansia, Nomor 2 Dijuluki Pencuri Penglihatan - Viva

    7 min read

     

    Ilustrasi penyakit mata

    VIVA – Penyakit mata menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami seiring bertambahnya usia. Penurunan fungsi penglihatan akibat proses penuaan memang tidak selalu dapat dihindari, tetapi banyak gangguan mata pada lansia yang sebenarnya bisa dideteksi lebih dini melalui pemeriksaan rutin. Sayangnya, sejumlah penyakit mata berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal.

    Baca Juga

    Berikut enam penyakit mata yang paling sering dialami lansia. Salah satunya bahkan dikenal sebagai "pencuri penglihatan" karena dapat menyebabkan kebutaan permanen jika terlambat ditangani.

    1. Katarak

    Baca Juga

    Katarak merupakan penyebab utama kebutaan yang masih dapat diobati. Kondisi ini terjadi ketika lensa mata menjadi keruh akibat proses penuaan sehingga cahaya tidak dapat masuk ke retina secara optimal.

    Gejala yang sering muncul antara lain penglihatan tampak berkabut, mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, warna terlihat lebih kusam, hingga sering berganti ukuran kacamata tetapi penglihatan tetap tidak membaik.

    Baca Juga

    Apabila sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi katarak menjadi penanganan yang direkomendasikan untuk mengembalikan kualitas penglihatan.

    2. Glaukoma, Dijuluki "Pencuri Penglihatan"

    Glaukoma dikenal sebagai "pencuri penglihatan" karena sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Penyakit ini terjadi akibat kerusakan saraf mata yang umumnya berkaitan dengan meningkatnya tekanan bola mata.

    Banyak penderita baru menyadari kondisinya setelah penglihatan mulai menyempit atau bahkan mengalami kehilangan penglihatan yang tidak dapat dipulihkan.

    Jika terlambat ditangani, glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen. Penanganannya dapat berupa pemberian obat tetes mata, terapi laser, maupun tindakan operasi sesuai kondisi pasien.

    3. Degenerasi Makula Terkait Usia (AMD)

    Degenerasi makula menyerang bagian makula, yaitu area retina yang berperan penting dalam melihat detail objek.
    Gangguan ini biasanya ditandai dengan kesulitan membaca tulisan kecil, wajah seseorang tampak buram, hingga garis lurus terlihat bergelombang atau bengkok. Meski demikian, penglihatan tepi umumnya masih tetap baik.

    Risiko degenerasi makula meningkat pada orang lanjut usia, perokok, maupun mereka yang memiliki riwayat penyakit serupa dalam keluarga.

    4. Retinopati Diabetik

    Lansia yang memiliki diabetes juga berisiko mengalami retinopati diabetik. Penyakit ini muncul akibat kadar gula darah tinggi yang merusak pembuluh darah retina.

    Pada tahap awal, retinopati diabetik sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun apabila tidak dikendalikan, kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan retina hingga kebutaan.

    Karena itu, pengendalian kadar gula darah dan pemeriksaan mata secara berkala menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi.

    5. Mata Kering

    Produksi air mata secara alami akan menurun seiring bertambahnya usia. Akibatnya, banyak lansia mengalami mata kering dengan keluhan seperti mata terasa mengganjal, perih, mudah lelah, hingga penglihatan sesekali menjadi kabur.

    Keluhan ini umumnya dapat dikurangi dengan penggunaan air mata buatan, menjaga kelembapan ruangan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap hari.

    6. Presbiopia atau Mata Tua

    Presbiopia atau mata tua hampir dialami setiap orang setelah memasuki usia 40 tahun. Kondisi ini membuat mata kesulitan fokus saat melihat benda atau tulisan dari jarak dekat.

    Akibatnya, seseorang sering harus menjauhkan buku atau ponsel agar tulisan terlihat lebih jelas. Penggunaan kacamata baca atau lensa multifokal biasanya menjadi solusi untuk membantu aktivitas sehari-hari.

    Selain mengenali berbagai penyakit mata tersebut, pemeriksaan mata secara rutin juga tidak boleh diabaikan.

    Menurut Zakaria Efendi, orang berusia 40 hingga 64 tahun dianjurkan menjalani pemeriksaan mata lengkap setiap satu hingga dua tahun sekali meskipun belum memiliki keluhan. Sementara itu, mereka yang berusia 65 tahun ke atas sebaiknya melakukan pemeriksaan setidaknya satu kali setiap tahun.

    "Bila memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, riwayat glaukoma dalam keluarga, rabun tinggi, atau pernah menjalani operasi mata, pemeriksaan bisa dilakukan lebih sering sesuai anjuran dokter mata, misalnya setiap 3–12 bulan," ungkap Zakaria Efendi.

    Ia menjelaskan bahwa banyak penyakit mata pada usia lanjut berkembang secara perlahan tanpa gejala pada tahap awal sehingga pemeriksaan berkala berperan penting dalam mendeteksi gangguan lebih dini dan mempertahankan kualitas penglihatan.

    Tidak banyak orang tahu juga bahwa banyak penyakit mata pada lansia berkembang tanpa gejala yang disadari sehingga pemeriksaan rutin menjadi langkah terbaik untuk mendeteksi gangguan sejak dini. Menurut Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group dan Ketua Program CSR Holywings  Peduli, penggunaan kacamata dengan ukuran yang tepat dinilai mampu meningkatkan kualitas penglihatan sekaligus membantu mengurangi risiko lansia terjatuh akibat pandangan yang kabur.

    Selain pemeriksaan rutin, pola makan sehat juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mata setelah usia 40 tahun. Konsumsi sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan brokoli yang kaya lutein serta zeaxanthin dianjurkan untuk menjaga fungsi retina. Wortel, labu, dan ubi yang mengandung beta-karoten juga baik untuk kesehatan mata.

    Tak hanya itu, buah-buahan kaya vitamin C seperti jeruk, kiwi, stroberi, dan jambu biji, ikan berlemak yang mengandung omega-3, telur, kacang-kacangan, serta makanan kaya zinc seperti seafood dan daging tanpa lemak juga dapat membantu menjaga kualitas penglihatan.

    Di sisi lain, kebiasaan mengurangi konsumsi gula berlebihan, membatasi makanan ultra-proses, mencukupi kebutuhan air putih, serta menghindari rokok menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit mata akibat proses penuaan. Dengan kombinasi gaya hidup sehat dan pemeriksaan mata secara berkala, kualitas penglihatan dapat tetap terjaga hingga usia lanjut.

    Ilustrasi mata

    Kesehatan Mata Itu Investasi Jangka Panjang, Ini Kebiasaan yang Harus Dilakukan Biar Tetap Sehat

    Kesehatan mata adalah investasi jangka panjang. Simak cara menjaga penglihatan, kapan harus periksa mata, dan pentingnya deteksi dini untuk mencegah gangguan.

    img_title

    VIVA.co.id

    10 Juli 2026

    Komentar
    Additional JS