Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Bank Dunia Berita Dunia Internasional Featured Filipina Spesial Vietnam

    Bank Dunia Naikkan Status 6 Negara, Vietnam dan Filipina Masuk Kelompok Berpendapatan Menengah Atas - Kompas

    5 min read

     


    JAKARTA, KOMPAS.com – Bank Dunia kembali memperbarui klasifikasi pendapatan negara di dunia. Dalam pembaruan yang berlaku mulai 1 Juli 2026 hingga akhir Juni 2027, enam negara berhasil naik ke kelompok pendapatan yang lebih tinggi.

    Data tersebut menunjukkan perubahan besar dalam peta ekonomi global selama hampir empat dekade terakhir. Sejak 1987, porsi negara berpendapatan rendah turun dari 30 persen menjadi 11 persen.

    Meski begitu, laju kemajuan setiap negara berbeda. Sebagian mencatat pertumbuhan ekonomi yang kuat, sebagian pulih dari krisis, sementara negara lain naik kategori karena pembaruan data statistik.

    Baca juga: Vietnam Bidik Pertumbuhan Ekonomi 11,9 Persen di Semester II 2026

    Pembaruan dilakukan setiap 1 Juli oleh Development Data Group Bank Dunia berdasarkan pendapatan nasional bruto atau Gross National Income (GNI) per kapita pada tahun kalender sebelumnya.

    Gerakan Pilah Sampah Berbuah Cuan, Begini Kisah Warga Cipayung Jaktim

    Klasifikasi membagi 218 negara ke dalam empat kelompok, yakni berpendapatan rendah, menengah ke bawah, menengah ke atas, dan tinggi.

    Data tersebut menjadi acuan berbagai lembaga internasional untuk menentukan akses terhadap pinjaman lunak, bantuan pembangunan, serta memantau perkembangan ekonomi global.

    Perhitungan menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita dalam dollar AS melalui metodologi Atlas. Ambang batas setiap kelompok juga diperbarui setiap tahun untuk menyesuaikan inflasi.

    Pertumbuhan ekonomi, perubahan jumlah penduduk, revisi neraca nasional, serta pembaruan data statistik turut memengaruhi hasil klasifikasi.

    Tahun ini tidak ada negara yang mengalami penurunan kategori.

    Baca juga: Investasi Asing di Vietnam Melonjak Berkat KEK, tapi Perusahaan Lokal Kehilangan Daya Saing

    Lima negara naik ke kelompok menengah atas

    Lima negara berhasil naik dari kelompok berpendapatan menengah ke bawah menjadi menengah ke atas, yakni Vietnam, Filipina, Sri Lanka, Mikronesia, dan Yordania.

    Vietnam menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan paling konsisten di Asia Tenggara.

    Model ekonomi yang berorientasi ekspor mendorong nilai ekspor meningkat lebih dari 15 persen pada 2024 dan 2025.

    PDB Vietnam tumbuh 7 persen pada 2024 dan 8 persen pada 2025. Pendapatan nasional bruto per kapita juga meningkat rata rata 10 persen per tahun sepanjang 2021 hingga 2025.

    Filipina naik kategori berkat pertumbuhan yang terjadi di berbagai sektor ekonomi.

    Selama lima tahun terakhir, PDB Filipina tumbuh rata rata 5,8 persen per tahun. Pertumbuhan tersebut tidak bergantung pada satu sektor, tetapi ditopang hampir seluruh industri utama.

    Sri Lanka mencatat kemajuan setelah berhasil keluar dari krisis ekonomi yang melanda pada 2022.

    Tiga tahun setelah krisis tersebut, ekonomi Sri Lanka tumbuh 5 persen pada 2025. Pemulihan ditopang sektor jasa keuangan, pariwisata, serta berbagai industri lainnya.

    Mikronesia mencatat pertumbuhan yang stabil setelah pulih dari pandemi Covid 19.

    Sektor konstruksi dan pertanian menjadi pendorong utama, meski penurunan pendapatan primer bersih membatasi laju kenaikan ekonomi.

    Yordania naik kategori setelah pemerintah merevisi data neraca nasional.

    Perhitungan terbaru menunjukkan ukuran ekonomi negara tersebut hampir 10 persen lebih besar dibandingkan estimasi sebelumnya. Revisi dilakukan setelah pembaruan survei, sumber data, dan metodologi statistik. Pertumbuhan ekonomi sebesar 2,8 persen pada 2025 turut mendorong kenaikan status negara tersebut.

    Togo naik karena revisi jumlah penduduk

    Togo menjadi satu satunya negara yang naik dari kelompok berpendapatan rendah ke kelompok menengah ke bawah.

    Kenaikan tersebut dipengaruhi hasil sensus penduduk 2022 yang menunjukkan jumlah penduduk lebih rendah 11,7 persen dibandingkan perkiraan sebelumnya.

    Karena pendapatan dihitung per kapita, jumlah penduduk yang lebih kecil membuat nilai pendapatan per orang meningkat meski total pendapatan tidak berubah signifikan.

    PDB Togo tetap tumbuh 5,9 persen pada 2025. Pergerakan nilai tukar juga ikut mendukung kenaikan klasifikasi.

    Bank Dunia menegaskan klasifikasi pendapatan tidak sepenuhnya menggambarkan tingkat pembangunan suatu negara.

    Meski demikian, metode tersebut dinilai konsisten karena menggunakan data terbaru dan terus diperbarui setiap tahun.

    Jumlah negara yang masuk dalam klasifikasi juga terus bertambah, dari 163 negara pada 1987 menjadi 218 negara pada 2025.

    Menurut Bank Dunia, klasifikasi tersebut tetap menjadi salah satu acuan utama untuk memahami perubahan kondisi ekonomi global dan arah perkembangan setiap negara.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS