Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Gaza Hamas Konflik Timur Tengah Spesial

    Breaking News: Hamas Umumkan Pembubaran Badan Pemerintahan Gaza -

    4 min read

     


    Gaza, MINA – Kelompok Palestina Hamas telah mengumumkan pembubaran badan yang telah memerintah Gaza selama hampir dua dekade, membuka jalan bagi komite teknokrat untuk menerapkan pemerintahan sipil di wilayah yang dilanda perang dan diblokade tersebut.

    Dilansir dari Al Jazeera, langkah pada Senin (6/7) ini menandai pergeseran politik yang signifikan oleh Hamas, yang telah memerintah Gaza sejak para pejuangnya merebut kendali dari gerakan Palestina saingan, Fatah, pada tahun 2007 setelah Hamas memenangkan pemilihan legislatif tahun sebelumnya.

    Sejak “gencatan senjata” yang dimediasi Amerika Serikat dengan Israel mulai berlaku di Gaza Oktober lalu, kelompok tersebut berulang kali mengatakan bahwa mereka siap untuk mundur dari pemerintahan sehari-hari, tetapi pertanyaan tentang pelucutan senjata mereka tetap belum terselesaikan.

    Mohammed al-Farra, Kepala Komite Darurat Pemerintah, “telah memutuskan untuk mengajukan pengunduran diri resminya dari jabatannya dan mengumumkan pembubaran Komite Darurat Pemerintah, sebagai demonstrasi keseriusan langkah-langkah ini, dalam pelaksanaan kesepakatan yang telah disetujui, dan untuk memfasilitasi proses transisi administratif,” demikian bunyi pernyataan yang dirilis oleh Kantor Media Pemerintah Gaza pada Senin.

    Baca Juga: Serangan Israel di Gaza Kembali Telan Korban Sipil, 4 Warga Syahid

    Seorang pejabat Hamas mengatakan, kelompok itu menginginkan masuknya Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) dengan cepat, sebuah badan yang bertugas mengawasi administrasi Gaza di masa depan di bawah rencana yang didukung AS untuk mengakhiri perang genosida Israel di wilayah Palestina. []

    Mi’raj News Agency (MINA)

    Baca Juga: Mahasiswa Palestina Berjuang Lanjut Studi di Tengah Agresi dan Blokade Israel

    Komentar
    Additional JS