Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kasus Spesial

    Buntut Maling Ayam Tewas Dikeroyok, Senator Bali: Tak Ada Satu pun Alasan Membenarkan Tindakan Itu - TvOneNews

    15 min read

     

    Ihwal insiden terduga maling ayam tewas dikeroyok di Bali yang menjadi sorotan publik. Kini menjadi perhatian Senator Bali atau Anggota DPD, Ni Luh Jelantik. 

    • Reporter :

      Achyar

    • Editor :

    Minggu, 26 Juli 2026 - 20:14 WIB



    Buntut Maling Ayam Tewas Dikeroyok, Senator Bali: Tak Ada Satu pun Alasan Membenarkan Tindakan Itu

    Sumber :

    • istimewa - antaranews

    Bali, tvOnenews.com - Ihwal insiden terduga maling ayam tewas dikeroyok di Bali yang menjadi sorotan publik. Kini menjadi perhatian Senator Bali atau Anggota DPD RI Bali, Ni Luh Djelantik

    Pasalnya, di insiden itu, terlihat tangis anak dari pria berinisial KD pecah saat jenazah ayahnya yang tewas dikeroyok usai tepergok diduga mencuri ayam tiba di rumah duka di Banjar Dinas Juwuk Legi, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali.

    Ni Luh Jelantik mengaku sedih melihat bocah tersebut kehilangan ayahnya.

    "Momen menyedihkan saat seorang anak menangis histeris menyaksikan jenazah ayahnya, yang diduga mencuri ayam, lalu dikeroyok massa hingga tewas," kata Ni Luh pada Minggu (26/7/2026).

    Ni Luh mengecam keras aksi pengeroyokan yang merenggut nyawa seseorang tersebut. Ia menilai tindakan main hakim sendiri sama sekali tidak dapat dibenarkan.

    "Mengecam keras peristiwa pengeroyokan tersebut. Terlepas dari dugaan bahwa korban mencuri ayam, tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan tindakan menghakimi seseorang hingga kehilangan nyawa," ucapnya.

    Baca Juga

    Ni Luh menyoroti kondisi istri dan anak korban yang harus kehilangan sosok suami dan ayah akibat peristiwa mengenaskan tersebut. Ia menekankan bahwa aksi kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah.

    "Seorang istri kehilangan suami, anak-anak kehilangan ayahnya. Dan kini mereka harus menjalani hidup dengan trauma yang membekas begitu dalam atas peristiwa yang terjadi," bebernya.

    Bahkan Ni Luh mendukung penuh pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan ini. Ia meminta agar seluruh pelaku diproses secara hukum.

    "Semua pelaku harus diproses hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka," tegasnya.

    Ni Luh menyebut saat ini sudah ada penggalangan dana untuk membantu keluarga korban. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang peduli terhadap kondisi keluarga yang ditinggalkan.

    "Dan jika ada hal-hal yang dapat kami lakukan untuk meringankan beban istri dan anak-anak, kami selalu ada untuk mereka," imbuhnya.

    Sebelumnya diberitakan, Perbekel Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, I Made Sutama, turut menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut. 

    KD diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Dua di antaranya masih menempuh pendidikan, dengan anak bungsu yang masih duduk di kelas 1 SD.

    "Anaknya ada tiga. Yang paling besar sudah menikah, yang nomor dua baru kelas 1 SMA, dan yang paling kecil masih kelas 1 SD. Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih," ungkap Sutama.

    Momen pilu putri bungsu KD yang menangisi jenazah ayahnya itu sempat viral di media sosial. 

    Dalam rekaman yang beredar, bocah perempuan tersebut berada di antara kerumunan warga sambil terus memanggil ayahnya yang telah membujur kaku.

    Sutama menyebut pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

    Meski begitu, Sutama tetap menyayangkan aksi main hakim sendiri yang menewaskan salah satu warganya. 

    Menurutnya, dugaan tindak pidana apa pun seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku.

    "Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam," bebernya. (aag)

    Jangan Lewatkan

    Michael Olise Tetap di Bayern Muenchen

    Michael Olise Tetap di Bayern Muenchen

    Bayern Muenchen kembali menegaskan Michael Olise tidak akan dilepas pada bursa transfer musim panas ini, meski winger asal Prancis tersebut terus dikaitkan dengan Real Madrid.

    Intip Official Training Piala AFF 2026, John Herdman Poles Persiapan Akhir Timnas Indonesia

    Intip Official Training Piala AFF 2026, John Herdman Poles Persiapan Akhir Timnas Indonesia

    Timnas Indonesia akan menghadapi Kamboja di laga pekan kedua Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (26/7/2026). 

    Kondisi Finansial 6 Zodiak Awal pada 27 Juli 2026: Aries dan Virgo Berpeluang Panen Cuan?

    Kondisi Finansial 6 Zodiak Awal pada 27 Juli 2026: Aries dan Virgo Berpeluang Panen Cuan?

    Pada 27 Juli 2026 pergerakan astrologi diperkirakan membawa peluang finansial yang lebih cerah bagi sejumlah zodiak. Berikut kondisi finansial 6 zodiak awal.

    Waspadai Dugaan Kepentingan Zionisme, Pemerintah Diimbau Perketat Jalur Investasi

    Waspadai Dugaan Kepentingan Zionisme, Pemerintah Diimbau Perketat Jalur Investasi

    Pemerintah Indonesia diminta mewas-was diri terkait adanya dugaan kepentingan zionisem yang masuk melalui berbagai jalur diantaranya investasi, bisnis, hingga propaganda.

    Enzo Maresca Emoh Tiru Gaya Pep Guardiola

    Enzo Maresca Emoh Tiru Gaya Pep Guardiola

    Enzo Maresca menegaskan tidak akan menjadi pelatih yang sekadar meniru gaya Pep Guardiola setelah ditunjuk sebagai pelatih baru Manchester City.

    Dugaan Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Jadi Ujian Penegakan Hukum di Indonesia

    Dugaan Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Jadi Ujian Penegakan Hukum di Indonesia

    Pengusutan dugaan kasus korupsi dan TPPU yang menyeret eks Jampidsus, Febrie Adriansyah dinilai sebagai ujian penting kredibilitas penegakan hukum di Indonesia.

    Komentar
    Additional JS