Cat Lovers Harus Tahu! Panduan Memilih Makanan Kucing yang Paling Tepat - Viva

Jakarta, VIVA – Menjaga kesehatan kucing tidak cukup hanya dengan memberikan makan secara rutin. Jenis makanan yang dipilih memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan pencernaan, kulit dan bulu, saluran kemih, hingga menjaga kondisi tubuh kucing tetap prima sepanjang hidupnya.
Baca Juga
Karena itu, pemilik kucing perlu memahami bahwa kebutuhan nutrisi setiap kucing berbeda-beda, tergantung usia, kondisi kesehatan, hingga gaya hidupnya. Memilih makanan dengan komposisi yang lengkap dan seimbang menjadi langkah awal untuk membantu kucing hidup lebih sehat dan aktif.
Nutrisi Seimbang Jadi Kunci Kesehatan Kucing
Baca Juga
Kucing merupakan hewan karnivora obligat yang secara alami membutuhkan protein hewani dalam jumlah tinggi. Selain protein, mereka juga memerlukan lemak sehat, asam amino, vitamin, mineral, dan asam lemak esensial untuk menunjang berbagai fungsi tubuh.
Melansir Vet Cornell, kombinasi nutrisi tersebut berperan penting dalam menjaga sistem pencernaan tetap optimal, memperkuat daya tahan tubuh, mendukung kesehatan kulit dan bulu, serta membantu menjaga fungsi saluran kemih.
Baca Juga
Meski demikian, pemberian nutrisi juga harus sesuai kebutuhan. Suplemen tambahan tidak selalu diperlukan apabila kucing sudah mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi lengkap dan seimbang. Bahkan, penggunaan suplemen secara berlebihan tanpa rekomendasi dokter hewan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Selain nutrisi, pemilik juga harus memastikan kucing selalu memiliki akses terhadap air minum bersih agar metabolisme tubuh dan sistem urinari tetap bekerja dengan baik.
Kenali Jenis Makanan Kucing Sebelum Membeli
Secara umum, makanan kucing komersial tersedia dalam bentuk kering (dry food), semi-basah, dan makanan kaleng. Masing-masing memiliki karakteristik berbeda dari segi kadar air, kandungan nutrisi, tekstur, hingga tingkat kecernaannya.
Dry food masih menjadi pilihan banyak pemilik karena lebih praktis, ekonomis, dan dapat disimpan lebih lama. Namun, kualitas bahan baku tetap harus menjadi perhatian utama.
Makanan kering umumnya dibuat dari kombinasi daging, produk sampingan hewani, ikan, serat, vitamin, dan mineral. Beberapa produk juga menambahkan lapisan lemak hewani untuk meningkatkan cita rasa sehingga lebih disukai kucing.
Meski praktis, dry food perlu disimpan dengan benar. Simpan dalam wadah kedap udara, di tempat yang sejuk dan kering, serta hindari penggunaan setelah melewati tanggal kedaluwarsa. Penyimpanan yang terlalu lama dapat menurunkan kualitas vitamin sekaligus meningkatkan risiko lemak menjadi tengik.
Jangan Lupa Membaca Label Nutrisi
Sebelum membeli makanan kucing, biasakan membaca label informasi gizi pada kemasan. Standar nutrisi minimum makanan kucing umumnya mengacu pada pedoman dari Association of American Feed Control Officials (AAFCO), sehingga produk dengan pernyataan nutrisi lengkap dan seimbang dinilai telah memenuhi kebutuhan dasar kucing sesuai tahap kehidupannya.
Perhatikan pula daftar komposisi bahan. Bahan disusun berdasarkan jumlah terbanyak hingga paling sedikit. Oleh karena itu, pilih produk yang menempatkan daging, unggas, atau ikan sebagai salah satu bahan utama agar kebutuhan protein hewani dan asam amino esensial dapat terpenuhi.
Selain itu, sesuaikan makanan dengan fase kehidupan kucing, baik anak kucing, dewasa, bunting, maupun menyusui. Beberapa produk juga dirancang untuk semua tahap kehidupan sehingga lebih praktis bagi pemilik yang memelihara lebih dari satu kucing dengan usia berbeda.
Pilih Formula Sesuai Kebutuhan Kesehatan Kucing
Saat ini, produsen makanan kucing juga mulai menghadirkan formula yang lebih spesifik sesuai kebutuhan kesehatan hewan peliharaan.
Sebagai contoh, tersedia formula yang difokuskan untuk perawatan pencernaan, perawatan kulit dan bulu, kesehatan saluran kemih, hingga kucing indoor. Seluruh rangkaian tersebut dikembangkan berdasarkan fondasi bioteknologi modern seperti teknologi freeze-drying Khusus Mr. Vet, guna membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang lebih terarah sesuai kondisi kucing.
Berbeda dengan proses pemanasan bersuhu tinggi yang berpotensi merusak senyawa bioaktif, teknologi dehidrasi bersuhu rendah ini dirancang untuk mempertahankan kualitas nutrisi alami. Melalui proses yang dikenal sebagai retensi bioaktif, kandungan protein, asam lemak, serta berbagai mikronutrien esensial tetap terjaga sehingga dapat diserap tubuh secara lebih optimal.
"Memenangkan dua penghargaan Orange Dot Award dalam bidang Bioteknologi dan Nutrisi adalah validasi kuat atas komitmen kami untuk meningkatkan standar kesehatan hewan peliharaan di pasar Asia," ujar Co-founder, Steve Bui.
Sesuaikan dengan Preferensi Kucing
Pada akhirnya, makanan terbaik adalah yang tidak hanya memiliki kandungan nutrisi lengkap, tetapi juga disukai oleh kucing. Ada kucing yang lebih menyukai makanan basah, sebagian memilih dry food, sementara yang lain lebih cocok dengan kombinasi keduanya.
Dengan memilih makanan yang berkualitas, memperhatikan kandungan nutrisi, serta menyesuaikannya dengan kebutuhan kesehatan, pemilik dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, kulit dan bulu, saluran kemih, hingga kualitas hidup kucing dalam jangka panjang.
![]()
Menkes Minta Pemda Anjing-Kucing Diberi Vaksin Rabies: Kalau Sudah Digigit, Biayanya Mahal
Menkes Budi menjelaskan sesuai rekomendasi dari WHO, vaksinasi rabies untuk hewan dinilai lebih murah dan efektif untuk menekan kasus rabies pada manusia.

VIVA.co.id
23 Juni 2026