DPRD Kota Yogyakarta Ungkap Alasan Warga Lebih Pilih SD Swasta Ketimbang Negeri - Kompas
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat keterisian sekolah dasar (SD) negeri di Kota Yogyakarta pada Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 sebesar 79 persen.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Solihul Hadi menyoroti hal tersebut.
Ia menilai, orangtua saat ini lebih berminat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta karena dinilai dapat memberikan layanan pendidikan karakter yang lebih baik.
Baca juga: Ironi Pendidikan di Jakarta: Capaian Data Tinggi, tapi Masih Ada Anak Tak Sekolah
“Orangtua atau wali lebih memilih swasta karena dipandang punya pendidikan karakter kuat, pendidikan etika dan adab, serta pendidikan agama baik. Ini menjawab pertanyaan orangtua yang khawatir anak saya mau jadi apa,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (1/7/2026).
Daftar Kota di Eropa dengan Panas Paling Ekstrem, Perancis "Mendidih"!
“Apalagi sekarang muncul fenomena klitih, kenakalan remaja, yang banyak dilakukan oleh anak-anak tingkatannya di bawah umur atau pelajar,” ujar dia.
Dengan mendapatkan pendidikan agama, hingga pendidikan karakter yang kuat diharapkan anak-anak di tingkat SD ini tidak terlibat kejahatan jalanan.
Baca juga: Bangku SD Negeri di Kota Yogyakarta Terisi 79 Persen, Disdik Tegaskan Bukan Kekurangan Murid
Dorong Evaluasi
Pihaknya mendorong sekolah negeri harus menyesuaikan dan mengevaluasi menyeluruh.
“Sehingga harus dilakukan penyesuaian. Kami sampaikan, harus melakukan evaluasi secara menyeluruh bahkan melakukan orientasi bahkan tot (Training of Trainers) kepada guru-guru,” ucap dia.
Solihul mengaku pernah melakukan sampling untuk mengetahui siapa saja yang mendaftar sekolah swasta dengan biaya tinggi.
Hasilnya, ia mendapatkan satu orang yang termasuk kategori miskin tetapi menyekolahkan anaknya di sekolah swasta dengan biaya tinggi dengan alasan investasi.
“Aku ra duwe bondo bondoku mung anakku (saya tidak memiliki harta, hartaku anakku). Jadi apapun itu mereka rela banting tulang mencari nafkah berkeringat dan habis-habisan yang penting anaknya sekolah di SD yang mereka nyaman dan terjamin pendidikannya khususnya di keagamaan,” ujar dia.
Baca juga: Bangku SDN di Kota Yogyakarta Terisi 79 Persen, Angka Kelahiran Dituding Jadi Penyebab
Penjelasan Disdik
Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori mengatakan, tingkat keterisian SD negeri tahun ini mencapai 79 persen dari total daya tampung yang tersedia.
Sebanyak 2.845 kursi SD negeri telah terisi, terdiri atas 2.100 siswa warga Kota Yogyakarta dan 745 siswa dari luar Kota Yogyakarta.
Sementara itu, jumlah siswa kelas I yang memilih bersekolah di SD swasta di Kota Yogyakarta mencapai 1.575 anak.
Baca juga: Sengkarut SPMB 2026 dan Perlunya Jaminan Bangku Sekolah untuk Semua Anak
Dengan demikian, total anak yang telah tertampung di SD negeri maupun swasta di Kota Yogyakarta mencapai 3.675 siswa.
Menurut Budi, masih terdapat selisih sekitar 700 anak dibandingkan jumlah penduduk usia sekolah dasar di Kota Yogyakarta.
Ia menduga sebagian anak memilih bersekolah di luar wilayah Kota Yogyakarta.
Meski tingkat keterisian belum mencapai 100 persen, Budi menilai capaian tersebut masih tergolong baik.
Baca juga: Dugaan Kecurangan SPMB di Sumsel Diselidiki, Ada Indikasi Pungli hingga Selisih Kuota Siswa
Ia juga memastikan tidak ada SD negeri di Kota Yogyakarta yang tidak mendapatkan murid baru.
“Intinya tidak ada SD negeri yang tidak terisi di kota,” ucap Budi.
“Angka 79 persen itu sudah sangat bagus dan optimal, mengingat keterbatasan pertumbuhan anak yang memang landai di Kota Yogya,” ucapnya.
Baca juga: Jumlah Siswa Menyusut, SD di Pegunungan Luwu Hanya Terima 7 Murid Baru
Pihaknya telah melakukan analisis terhadap kondisi demografi, khususnya jumlah anak yang lahir pada 2018–2019.
Hasil analisis menunjukkan tren pertumbuhan penduduk di Kota Yogyakarta cenderung melandai.
“Jumlah penduduk usia 7 tahun di Kota Yogyakarta berkisar 4.300 anak, jadi sebetulnya hampir 60 persen warga kota sekolah di negeri,” kata Budi, Selasa (30/6/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Benarkah B50 Bikin Konsumsi BBM Mobil Diesel Lebih Boros?