Ekspor Satu Pintu Bakal Perkuat Posisi Tawar RI di Perdagangan Komoditas Global - Viva
Jakarta, VIVA – Reformasi tata kelola ekspor komoditas strategis menjadi salah satu agenda penting pemerintah, dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah dinamika perdagangan global.
Baca Juga
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan mengatakan, sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki posisi strategis dalam perdagangan internasional.
Antara lain yakni melalui ekspor komoditas unggulan, seperti misalnya minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya, batu bara, serta produk logam.
Baca Juga
Ilustrasi Batu Bara
Photo :
- Dok. SGER
Menurutnya, kebijakan ekspor satu pintu dinilai merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan komoditas global, khususnya pada sektor kelapa sawit dan pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional.
Baca Juga
"Penguatan tata kelola ekspor merupakan bagian dari upaya menciptakan sistem perdagangan yang lebih efisien, transparan, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional," kata Ferry dalam keterangannya, Kamis, 25 Juni 2026.
Sementara Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menyoroti fakta bahwa meskipun Indonesia merupakan produsen sawit terbesar dunia, pembentukan harga komoditas sawit global masih banyak dipengaruhi oleh pusat perdagangan dan bursa komoditas di luar negeri. Maka menurutnya, model ekspor yang lebih terintegrasi berpotensi memperkuat posisi tawar Indonesia dalam rantai perdagangan internasional.
"Dengan konsolidasi ekspor yang lebih baik, Indonesia tidak hanya menjadi produsen terbesar, tetapi juga berpeluang meningkatkan pengaruh terhadap mekanisme pembentukan harga komoditas global," ujar Tungkot.
Di sisi lain, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda mengingatkan, setiap kebijakan perlu dirancang secara hati-hati. "Agar mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan daya saing nasional, kepastian usaha, dan iklim investasi yang sehat," kata Huda.
Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdana Kusumah. Dia menekankan, pentingnya untuk memastikan bahwa kebijakan ekspor dapat mendukung agenda hilirisasi nasional.
"Penguatan kendali terhadap rantai pasok dan perdagangan komoditas strategis, akan meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global," ujarnya.
![]()
Stok Beras Bulog 5,1 Juta Ton, Amran Tawarkan Ekspor 10 Ribu Ton ke Singapura
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menawarkan ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura, seiring stok cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog mencapai 5,1 juta ton.

VIVA.co.id
30 Juni 2026