Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya - SindoNews
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Selasa, 21 Juli 2026 - 04:40 WIB

Houthi resmi kobarkan perang melawan Arab Saudi. Foto/X
A A A
SANAA - Houthi, pejuang Syiah yang menguasai Yaman , mengobarkan perang melawan Arab Saudi. Itu akan memicu eskalasi perang di Timur Tengah di tengah Riyadh juga menjadi target serangan balasan yang dilakukan Iran.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan blokade berkelanjutan terhadap bandara Sanaa di Yaman “tidak dapat diterima dan tidak dapat ditoleransi”.
Saree bersumpah untuk membalas “blokade dengan blokade dan menanggapi semua eskalasi dengan eskalasi”.
Houthi menyalahkan Arab Saudi atas serangan terhadap bandara Sanaa pekan lalu dan membalas dengan menargetkan Bandara Internasional Abha di Arab Saudi.
“Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan kesiapan penuh mereka untuk semua opsi dan setiap tindakan bodoh yang dilakukan oleh musuh Saudi yang sembrono,” kata Saree.
“Kami menyerukan kepada rakyat bangsa kita yang agung untuk melanjutkan mobilisasi umum dan seruan umum untuk angkat senjata, dan untuk sepenuhnya siap menghadapi semua skenario dan perkembangan, dan untuk mendukung front dengan para pejuang.”
Kemudian, pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran mengumumkan embargo maritim terhadap musuh mereka, Arab Saudi, setelah kedua pihak saling baku tembak pekan lalu untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun.
Para pemberontak “menyatakan embargo maritim terhadap musuh kriminal Saudi, berdasarkan prinsip ‘mata ganti mata,’ yang berlaku segera setelah pernyataan ini dikeluarkan,” kata juru bicara militer Yahya Saree.
Melansir Al Jazeera, apa yang dilakukan Houthi adalah langkah militer signifikan memicu keseriusan situasi.
Houthi telah sangat jelas selama tiga minggu terakhir, mengatakan bahwa jika blokade terhadap Bandara Internasional Sanaa berlanjut, akan dibalas dengan peningkatan aktivitas militer yang diarahkan terhadap pemerintah Saudi.
Pekan lalu bandara diserang, dan pemerintah yang diakui secara internasional mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang mencegah penerbangan Iran mendarat di bandara Sanaa. Penerbangan tersebut dialihkan ke bandara lain yang berada di bawah kendali pemerintah Sanaa.
Kelompok Houthi Ansar Allah menuduh Arab Saudi berada di balik serangan terhadap bandara Sanaa.
Masalah yang lebih besar adalah mereka juga percaya bahwa Arab Saudi dan sekutu koalisinya telah terlibat dalam upaya terkoordinasi untuk mengepung Yaman melalui udara dan laut. Menurut pernyataan militer terbaru, blokade akan dibalas dengan blokade.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Terpopuler
1
2
3
4
5





