Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Fenomena Fenomena Alam Meteor Perseid Spesial

    Hujan Meteor Perseid 2026 Mulai Muncul, Ini Waktu Terbaik Melihatnya - Harian Jogja

    4 min read

     

    Ilustrasi hujan meteor./Twitter

    Jumali

    Jumali Sabtu, 18 Juli 2026 12:07 WIB

    Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat Indonesia kembali berkesempatan menikmati salah satu fenomena astronomi paling populer setiap tahunnya. Hujan meteor Perseid resmi memasuki periode aktif dan diperkirakan dapat diamati mulai 17 Juli hingga 24 Agustus 2026.

    Fenomena ini menjadi salah satu peristiwa langit yang paling dinantikan karena mampu menghadirkan puluhan meteor atau yang sering disebut masyarakat sebagai "bintang jatuh" dalam satu malam. Meski puncak aktivitas Perseid baru diperkirakan terjadi pada 12-13 Agustus 2026, sejumlah meteor sebenarnya sudah mulai terlihat sejak pertengahan Juli.

    Bagi pecinta astronomi maupun masyarakat umum, fase awal Perseid justru menawarkan pengalaman yang tidak kalah menarik. Pada periode ini, jumlah meteor memang belum terlalu banyak, namun peluang munculnya meteor berukuran besar yang dikenal sebagai fireball cukup terbuka.

    Fireball merupakan meteor yang memiliki ukuran dan massa lebih besar dibanding meteor biasa. Saat memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, benda langit tersebut menghasilkan cahaya yang jauh lebih terang dan terkadang meninggalkan jejak bercahaya selama beberapa detik sebelum menghilang.

    Fenomena Perseid sendiri terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu dan serpihan batuan yang ditinggalkan oleh Komet Swift-Tuttle. Partikel-partikel kecil itu memasuki atmosfer Bumi dan terbakar akibat gesekan dengan udara, menghasilkan kilatan cahaya yang terlihat dari permukaan planet.

    Nama Perseid berasal dari rasi bintang Perseus. Dari sudut pandang pengamat di Bumi, meteor-meteor tersebut tampak memancar dari arah rasi tersebut sehingga fenomena ini kemudian dikenal sebagai hujan meteor Perseid.

    Pengamatan Perseid tidak membutuhkan peralatan khusus seperti teleskop atau teropong. Justru, penggunaan mata telanjang menjadi cara terbaik untuk menikmati fenomena tersebut karena area langit yang perlu diamati sangat luas.

    Agar peluang melihat meteor lebih besar, pengamat disarankan mencari lokasi yang minim polusi cahaya, seperti kawasan perbukitan, pantai, atau daerah pedesaan yang jauh dari lampu perkotaan. Langit yang gelap akan membuat cahaya meteor terlihat lebih jelas dibandingkan pengamatan dari pusat kota.

    Waktu terbaik untuk berburu Perseid adalah selepas tengah malam hingga menjelang fajar. Pada rentang waktu tersebut, titik radian atau arah kemunculan meteor berada lebih tinggi di langit sehingga peluang melihat meteor menjadi lebih besar.

    Selain memilih lokasi yang tepat, pengamat juga dianjurkan mengurangi paparan cahaya dari layar ponsel, laptop, maupun lampu terang sekitar 15 hingga 20 menit sebelum pengamatan. Cara ini membantu mata beradaptasi dengan kondisi gelap sehingga lebih sensitif terhadap kilatan cahaya meteor.

    Bagi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan wilayah lain di Indonesia, cuaca menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan pengamatan. Langit cerah tanpa awan tebal akan memberikan kesempatan terbaik untuk menikmati fenomena ini.

    Dengan durasi aktif yang berlangsung lebih dari satu bulan, Perseid 2026 menjadi kesempatan menarik bagi keluarga, komunitas astronomi, maupun pecinta fotografi langit malam. Selain menghadirkan keindahan visual, fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa berbagai peristiwa luar biasa di alam semesta dapat disaksikan langsung dari Bumi tanpa biaya apa pun.

    Karena itu, jika kondisi cuaca mendukung, tidak ada salahnya mulai menyiapkan agenda berburu meteor sejak sekarang. Siapa tahu, Anda menjadi salah satu orang yang beruntung menyaksikan fireball melintas terang di langit malam Indonesia.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

    Jumali

    Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

    Komentar
    Additional JS