Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kasus Spesial

    Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua Tengah, Anggota DPR: Negara Belum Melindungi Warga - Kompas

    5 min read

     


    JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi XIII DPR Mafirion menilai, negara belum bisa menjamin perlindungan bagi warga sipil, berkaca dari kasus kematian Melkiana Duwita, seorang ibu hamil yang tewas tertembak di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Kamis (2/7/2026).

    Menurut dia, kejadian tersebut menjadi alarm bahwa perlindungan terhadap warga sipil di wilayah konflik belum berjalan secara optimal.

    "Kami sangat prihatin atas kematian seorang ibu hamil beserta bayi yang dikandungnya akibat konflik bersenjata. Tragedi ini menjadi cermin bahwa negara belum mampu memberikan perlindungan maksimal kepada warga sipil, khususnya perempuan dan anak, yang berada di wilayah konflik," ujar Mafirion dalam siaran pers, Senin (6/7/2026).

    Baca juga: Penjelasan TNI usai Ibu Hamil dan Bayinya Tewas Tertembak di Intan Jaya

    Mafirion menilai, kasus tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang harus diusut tuntas melalui investigasi yang independen, transparan, dan akuntabel.

    Kisah Katri: Penyintas Tragedi 1965, Tak Menyimpan Dendam

    Pemerintah harus membuka secara jelas kronologi kejadian, mengungkap siapa pelakunya, serta memastikan adanya pertanggungjawaban hukum," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu.

    Ia menekankan, pengusutan secara menyeluruh perlu dilakukan untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya, serta mencegah terulangny kejadian serupa.

    Menurut Mafirion, tanpa proses hukum yang jelas, impunitas akan terus terjadi serta mengikis kepercayaan masyarakat terhadap negara.

    Baca juga: DPD RI Bentuk Pansus Papua, Evaluasi Persoalan Proyek Nasional hingga Pelanggaran HAM

    "Setiap warga negara memiliki hak untuk hidup dan memperoleh rasa aman. Negara tidak boleh membiarkan hilangnya nyawa warga sipil berlalu tanpa kepastian hukum. Pengusutan yang tuntas merupakan bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia sekaligus wujud kehadiran negara dalam memberikan keadilan," kata dia.

    Ia juga menilai konflik bersenjata yang berkepanjangan di Papua telah menimbulkan penderitaan yang besar bagi masyarakat sipil.

    Sebab, hal ini berdampak membuat warga menjadi korban karena kehilangan anggota keluarga, ketakutan, kehilangan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan mata pencarian.

    Baca juga: Panglima TNI Diminta Mengevaluasi Penempatan Pasukan Non Organik di Papua

    "Konflik ini harus segera diakhiri melalui pendekatan yang mengedepankan dialog, penegakan hukum, perlindungan HAM, dan kesejahteraan masyarakat sehingga tidak ada lagi korban jiwa," kata Mafirion,

    Mafirion melanjutkan, perempuan adalah kelompok warga sipil yang sangat rentan menjadi korban dalam situasi konflik bersenjata.

    Oleh karena itu ia mendorong pemerintah perlu memperkuat langkah-langkah perlindungan warga sipil melalui peningkatan pengamanan di kawasan permukiman hingga memastikan akses layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan tetap berjalan.

    "Negara harus hadir bukan hanya ketika konflik terjadi, tetapi juga memastikan setiap warga sipil dapat hidup dengan aman, bermartabat, dan terbebas dari ancaman kekerasan. Perlindungan hak asasi manusia harus menjadi prinsip utama dalam setiap kebijakan penanganan konflik di Papua," ujar Mafirion,

    Baca juga: KKB Bakar Pesawat, Wakil Ketua Komisi I DPR Minta Tingkatkan Keamanan di Papua

    Ibu hamil tewas tertembak di Papua Tengah

    Diberitakan sebelumnya, Melkiana Dwitau meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga terkena peluru nyasar di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Kamis (2/7/2026) malam.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.45 WIT saat hujan turun.

    Korban sempat menjalani operasi darurat untuk menyelamatkan bayi dalam kandungannya, namun bayi tersebut juga dinyatakan meninggal dunia.

    Jenazah Melkiana dan bayinya kemudian diarak ribuan warga mengelilingi Kota Sugapa sebelum dibawa ke rumah duka.

    Baca juga: Kondisi Jenazah Pilot AMA Tewas di Papua, Luka Tembak Kepala Diduga dari Moncong Senjata Menempel

    Berdasarkan video yang diterima Kompas.com, warga berjalan kaki sambil membawa foto korban sebagai bentuk penghormatan dan belasungkawa.

    Bupati Intan Jaya Aner Maisini menyampaikan duka cita atas meninggalnya korban.

    Ia mengatakan, wilayah Intan Jaya saat ini masih berada dalam status tanggap darurat penanganan konflik kelompok bersenjata.

    "Tadi malam ada kejadian, saya tidak sampaikan pelakunya siapa. Ibu Melkiana Dwitau dengan anak dalam kandungan usia 32 minggu yang dalam waktu dekat akan melahirkan menjadi korban. Kami berduka karena mama dan anak tersebut meninggal," ujar Aner dalam keterangan video.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS