Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kemenkes Kemhan Kesehatan Spesial

    Kemhan dan Kemenkes Investigasi Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Dugaan Penyebab Mulai Terungkap - Kompas

    4 min read

     

    Close Ads x

    Kompas.tv - 2 Juli 2026, 19:10 WIB


    Foto arsip. Peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Sumber: Indrianto Eko Suwarso/Antara)

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membentuk tim investigasi gabungan untuk mengusut penyebab meninggalnya lima peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

    Pembentukan tim ini dilakukan untuk mengumpulkan fakta di lapangan sekaligus memastikan faktor-faktor yang menyebabkan meninggalnya lima calon manajer Kopdes Merah Putih selama mengikuti pendidikan.

    Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, mengatakan investigasi akan dilakukan secara menyeluruh agar penyebab setiap kasus dapat diketahui dengan jelas.

    "Kami sudah bentuk dan kami nanti akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi," kata Donny usai rapat bersama Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, mengutip Antara, Kamis (2/7/2026).

    Baca Juga: Terungkap, Polisi Sebut Bibir Korban Rusak Bukan karena Digunting, tapi Dipukuli Taufik Hidayat

    Dugaan Penyebab Kematian Berbeda-beda

    Donny menjelaskan, informasi awal menunjukkan bahwa penyebab meninggalnya lima peserta tidak berasal dari faktor yang sama. Berdasarkan laporan sementara, terdapat sejumlah kondisi yang diduga berkontribusi terhadap insiden tersebut.

    Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain:

    • Kelelahan akibat perubahan pola hidup dari kehidupan sipil menuju aktivitas yang lebih disiplin di lingkungan pendidikan militer.
    • Penyakit bawaan yang dimiliki sebagian peserta, meski sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat mengikuti pendidikan.
    • Kondisi cuaca, yang diduga memperburuk kesehatan peserta dengan kondisi fisik tertentu.

    "Mungkin cuaca dan sebagainya sehingga menyebabkan dari kondisi yang sudah terbatas tersebut akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia," ujarnya.

    Ada Riwayat Penyakit Paru dan Jantung

    Selain faktor kelelahan dan cuaca, Donny mengungkapkan bahwa terdapat peserta yang memiliki riwayat penyakit paru-paru maupun penyakit jantung.

    Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Kesehatan telah melakukan upaya pencegahan, terutama untuk menghindari kemungkinan penularan penyakit paru kepada peserta lainnya selama proses pendidikan berlangsung.

    Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan kesehatan peserta sekaligus memastikan kondisi pendidikan tetap aman.

    Baca Juga: Hadiri Sidang Perdana Dokter Tifa, Roy Suryo Heran JPU Tak Singgung Pengunggah Pertama Ijazah Jokowi

    Kemhan menegaskan hasil investigasi tidak hanya bertujuan mengungkap penyebab meninggalnya para peserta, tetapi juga menjadi dasar evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan SPPI di masa mendatang.

    Evaluasi tersebut diharapkan mampu memperkuat aspek keselamatan, pemeriksaan kesehatan, hingga pelaksanaan latihan agar kejadian serupa tidak terulang.

    "Intinya kita ingin secepatnya selesai karena hasil investigasi ini kan juga penting untuk kita gunakan dalam pelaksanaan pendidikan yang ada saat ini," kata Donny.

    Sumber : Kompas TV

    Komentar
    Additional JS