Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Amerika Serikat Donald Trump Dunia Internasional Iran Konflik Timur Tengah Yordania

    Kesal Markas AS di Yordania Diserang, Trump Klaim Siap Buat Iran Babak Belur - Tribunnews

    6 min read

     

    Tangkapan layar YouTube NBC News A-A+ SUMPAH TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump marah dengan tanggapan proposal perdamaian dari Iran. 
    Ringkasan Berita:
    • Presiden AS Donald Trump bersumpah akan memberikan respons keras setelah pangkalan militer AS di Yordania diserang rudal balistik oleh Iran
    • Militer AS dan Yordania sebelumnya mengklaim berhasil mencegat serta menghancurkan rudal yang datang tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan.
    • Sebagai respons, AS bersama Arab Saudi meluncurkan serangan udara presisi yang menargetkan fasilitas milisi pro-Iran di Irak, menewaskan sejumlah personel termasuk penasihat Garda Revolusi Iran

    TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu pagi waktu setempat (29/7/2026) menyatakan akan segera memberikan respons tegas terhadap Iran.

    Langkah ini diambil setelah Teheran meluncurkan serangan rudal balistik yang menargetkan pangkalan militer AS di Yordania.

    Hal tersebut diungkapkan Trump dalam wawancaranya dengan jaringan berita Fox News pada Rabu pagi waktu setempat Rabu malam WIB.

    Dalam sesi wawancara tersebut, Trump meluapkan kekesalannya kepada Iran secara langsung.

    “Kami akan menghajar mereka habis-habisan hingga babak belur,” ujar Trump.

    Trump juga menambahkan pernyataan keras lainnya, 

    “Kami akan memukul mereka dengan keras. Mereka akan menerima hajaran.”

    Kronologi Serangan Rudal Iran di Yordania

    Trump mengklaim bahwa pasukan AS hanya memiliki waktu beberapa menit untuk merespons serangan mendadak tersebut.

    Sebelumnya ia mengklaim pihaknya berhasil mencegat rudal-rudal yang datang sebelum mencapai sasaran di Yodrania.

    Trump kiga menambahkan bahwa ia sempat menyaksikan rekaman video yang memperlihatkan personel militer AS menyebutkan koordinat secara langsung secara waktu nyata selama proses pencegatan berlangsung.

    Serangan ini menyusul klaim dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang bertanggung jawab atas penargetan Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, yang merupakan pusat komando utama dan fasilitas militer penting bagi AS di kawasan tersebut.

    Baca juga: Di Balik Ancaman Trump Serang Gunung Pickaxe: Benteng Nuklir Iran Sedalam Puluhan Meter

    Berdasarkan pernyataan media pemerintah Iran, IRIB, Pasukan Dirgantara IRGC meluncurkan beberapa rudal balistik ke pangkalan udara dan pusat komando tersebut sebagai tanggapan atas tindakan agresif AS.

    “Selama ancaman terhadap Republik Islam Iran terus berlanjut serta tindakan ilegal dan jahat oleh pasukan Amerika terhadap kepentingan kami terus berlanjut, perlawanan akan terus berlanjut.” tegas pihak IRGC melalui pernyataan resminya.  

    Militer Yordania sendiri menyatakan bahwa pihaknya berhasil mencegat dan menghancurkan lima rudal Iran, serta mengonfirmasi bahwa tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan yang terjadi akibat insiden tersebut.

    Operasi Balasan AS dan Arab Saudi

    Sebagai tanggapan atas serangan terhadap pangkalan militer di Yordania, Amerika Serikat bersama Arab Saudi meluncurkan serangan balasan yang menargetkan milisi didukung Iran di Irak. 

    Operasi militer ini diklaim dilakukan melalui koordinasi erat dengan pemerintah Irak.

    Berdasarkan laporan surat kabar Iran Hamshahri yang dilansir Reuters, sedikitnya empat penasihat militer dari Garda Revolusi Iran tewas dalam serangan malam hari tersebut.

    Sementara itu, lebih dari 20 pejuang lainnya turut kehilangan nyawa.

    Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa Angkatan Bersenjata Arab Saudi dan CENTCOM bersama-sama melakukan serangan presisi terhadap situs-situs militan pro-Iran di Irak.

    Lokasi yang disasar meliputi fasilitas logistik dan operasional senjata.

    CENTCOM menyatakan bahwa serangan yang diluncurkan pada 28 Juli tersebut menyusul lebih dari 30 serangan drone udara yang diarahkan oleh IRGC dalam kurun waktu 72 jam terakhir terhadap fasilitas energi dan pasukan AS.

    “Pesawat tempur AS dan Arab Saudi telah menyerang berbagai lokasi logistik dan senjata teroris di seluruh Irak bagian timur sebagai respons kuat terhadap lebih dari 30 serangan drone udara yang diarahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam dalam 72 jam terakhir.” terang CENTCOM dalam pernyataan resminya,  

    Pihak CENTCOM juga menambahkan penegasan terkait kegagalan serangan pihak lawan,

    “Serangan yang tidak beralasan terhadap pasukan AS tersebut tidak berhasil. Korps Garda Revolusi Islam dan proksi terorisnya harus menghentikan serangan ini untuk menghindari respons militer AS lebih lanjut.”

    (Tribunnews.com/Bobby)

    Komentar
    Additional JS