Kisah Heroik 2 WNI Magang di Jepang: Kini Diangkat jadi Anggota Damkar - Indopolitika

INDOPOLITIKA – Dua warga negara Indonesia (WNI) asal Jawa Timur, Deni Saputra (26) dan Ahmad Ubaidilla (25), resmi mengukir sejarah baru setelah dilantik menjadi warga negara asing pertama yang bergabung dalam korps pemadam kebakaran sukarela (Shobodan) di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang.
Langkah berani dan mulia ini langsung memicu gelombang apresiasi luas karena menunjukkan tingginya integrasi dan dedikasi pekerja Indonesia di luar negeri.
Pengangkatan resmi yang disiarkan oleh stasiun televisi lokal Jepang (Nagasaki Catch Catch / NCC) ini menjadi bukti nyata bagaimana keterbatasan personel akibat krisis populasi di Jepang melahirkan ruang pengabdian tanpa batas bagi warga asing.
Berawal dari Program Magang Teknis Konstruksi
Deni dan Ahmad awalnya menginjakkan kaki di Negeri Sakura pada tahun 2024 melalui Program Magang Teknis (Technical Intern Training Program).
Keduanya ditempatkan bekerja di sebuah perusahaan konstruksi lokal bernama Kamiyama Kensetsu (Ueyama Construction) yang berlokasi di pusat Kota Hasami.
Selama masa kerja tersebut, kedua pemuda ini dinilai sangat aktif membaur dengan warga lokal dan memiliki kekuatan fisik yang tangguh khas pekerja lapangan.
Berkat rekomendasi langsung dari pihak manajemen senior perusahaan—yang juga merupakan pendukung aktif program keselamatan daerah—keduanya diajukan untuk masuk ke dalam struktur korps pemadam kebakaran sukarela setempat.
Alasan Mulia di Balik Keputusan “Balas Budi”
Saat diwawancarai oleh media penyiaran Jepang, Ahmad dan Deni mengungkapkan alasan emosional sekaligus heroik mengapa mereka bersedia mengemban tanggung jawab berbahaya tersebut tanpa bayaran tetap profesional:
- Ahmad Ubaidilla: “Orang-orang Jepang di tempat saya bekerja dan tinggal sangat ramah dan baik kepada kami. Karena saya memiliki kekuatan fisik yang prima, saya ingin bekerja keras membalas budi saat bencana terjadi atau ketika kota ini membutuhkan banyak tenaga bantuan.”
- Deni Saputra: “Saya sudah tinggal di sini dan ingin menjadi pribadi yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi keselamatan masyarakat sekitar.”
Solusi bagi Krisis Tenaga Kerja Damkar Jepang
Sistem penanggulangan kebakaran di Jepang mengandalkan kombinasi antara petugas pemadam penuh waktu (full-time) dan jaringan Shobodan (petugas sukarela paruh waktu dari unsur masyarakat).
Masalahnya, penuaan populasi (aging population) membuat jumlah anggota Shobodan di Jepang terus merosot tajam.
Komandan Korps Pemadam Kebakaran Hasami, Kazuhiro Mitsuishi, menyambut sangat positif kehadiran dua WNI ini. Kehadiran Deni dan Ahmad dinilai memberikan suntikan energi luar biasa bagi ketahanan lingkungan dalam merespons kebakaran, bencana alam, maupun evakuasi darurat medis.
Wali Kota Hasami, Yoshinori Maekawa, juga menyambut baik bergabungnya Denis dan Ahmad. Dia memiliki harapan besar terhadap pemadam kebakaran.
“Karena ia bekerja di sebuah perusahaan di Kota Hasami secara rutin, kami sangat berharap ia akan memahami kegiatan pemadam kebakaran dan mampu berperan aktif,” ujarnya. (Red)