Kolaborasi 98 Kota, ICE 2026 Dorong Produk Lokal ke Pasar Dunia - IDN Times
04 Jul 2026, 07:00 WIB
It helps you see more of our articles when you search on Google
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
- ICE 2026 di Medan jadi ajang kolaborasi 98 kota untuk memperkuat potensi daerah dan mendorong produk lokal menembus pasar internasional melalui pembelajaran dan dukungan antarkota.
- Wali Kota Medan Rico Waas menekankan pentingnya peningkatan kualitas, desain, branding, dan standardisasi agar produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global dengan dukungan pemerintah daerah.
- Selama ICE 2026 tercatat transaksi UMKM mencapai Rp1,5 miliar, menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk lokal serta peluang besar untuk memperluas jangkauan ke tingkat nasional dan internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Medan, IDN Times – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan Indonesia City Expo (ICE) 2026 bukan sekadar pameran produk daerah. Ajang tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi 98 kota, untuk saling belajar dan mendorong produk lokal menembus pasar internasional.
Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat menutup ICE 2026 di Hotel Santika Dyandra Medan, pada Jumat (3/7/2026). Pameran ini digelar selama 3 hari, yang merupakan bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI)
1. Ruang belajar dan saling mendukung

Wali Kota Medan, Rico Waas menutup Indonesia City Expo atau ICE di Medan (Dok. Diskominfo Medan)
Mengawali sambutan, Rico Waas bersyukur atas suksesnya ICE 2026. Dia berharap kegiatan itu memperkuat kolaborasi antarkota dalam mengembangkan potensi dan produk unggulan.
“Selama berkeliling stan, saya menemukan banyak inovasi yang layak jadi inspirasi. Keseriusan riset, peningkatan kualitas, sampai kirim pelaku UMKM belajar ke luar negeri patut ditiru,” ujar Rico Waas.
“Kita hadir untuk saling mengenal, saling belajar, dan saling mendukung. Saya percaya seribu persen produk lokal Indonesia tidak kalah kualitasnya dengan produk internasional. Kita punya kekayaan budaya yang melahirkan produk unggulan yang tidak dimiliki negara lain,” tambahnya.
Turut hadir Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Ketua Dekranasda Medan Airin Rico Waas, dan seluruh peserta ICE 2026.
2. Kualitas dan branding kunci tembus pasar global

Wali Kota Medan, Rico Waas menutup Indonesia City Expo atau ICE di Medan (Dok. Diskominfo Medan)
Rico Waas menyebut keberagaman budaya Indonesia adalah kekuatan besar. Namun ia menekankan, kualitas produk harus terus ditingkatkan melalui desain, pengemasan, branding, hingga standardisasi agar berdaya saing global.
Untuk memberi contoh, Rico Waas memanggil Nurmasita, pelaku usaha Wira Bags binaan Dekranasda Medan. Nurmasita bercerita usahanya sempat terpuruk saat pandemi, lalu bangkit karena pendampingan Pemko Medan hingga bisa tampil di ICE.
“Kisah Wira Bags bukti pemerintah daerah harus membantu UMKM naik kelas. Dukungan tidak boleh berhenti di pelatihan, tapi juga akses modal, digitalisasi, distribusi, hingga perluasan pasar,” kata Rico Waas.
“Produk-produk ini harus jadi kebanggaan Indonesia dan mampu jadi konsumsi masyarakat dunia. Itu tugas kita sebagai kepala daerah,” ujarnya.
3. Transaksi Rp1,5 Miliar, produk lokal miliki pasar

Wali Kota Medan, Rico Waas menutup Indonesia City Expo atau ICE di Medan (Dok. Diskominfo Medan)
Rico Waas mengungkapkan geliat ekonomi selama ICE 2026. Transaksi UMKM sepanjang kegiatan mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Penjualan produk Dekranasda Medan juga mencatat hasil baik: Rp65 juta di hari pertama, Rp75 juta hari kedua, dan hampir Rp50 juta hari ketiga.
“Ini menunjukkan produk lokal punya pasar yang sangat baik. Tinggal bagaimana kita tingkatkan kualitas dan pertemukan dengan pasar lebih luas,” ucapnya.
ICE ke-22 diikuti 141 stan dari 98 kota, dua badan/lembaga, sektor perbankan, serta UMKM binaan berbagai daerah.
Pemenang ICE 2026 dengan stan terbaik, yaitu Kota Bandar Lampung, Kota Bandung dan Kota Surabaya. Sedangkan harapan 1 Kota Mojokerto, Harapan 2 Kota Palembang, dan Harapan 3 Kota Makassar. Kategori lain adalah Dekorasi stan terbaik Kota Palangkaraya, Stan terfavorit Kota Medan dan Stan terkreatif Jakarta Utara.
Pentas Seni dijuarai Kota Pontianak, peringkat 2 Kota Makassar, peringkat 3 Kota Serang. Harapan I Kota Bandung, Harapan 2 Kota Salatiga, Harapan 3 Kota Tangerang Selatan. Karnaval Budaya Nusantara menetapkan 5 terbaik Kota Tangerang, Kota Semarang, Kota Jambi, Kota Bandung, Kota Malang.
Gebyar PBB HUT Medan Ke-436, Diskon Hingga 75 Persen dan Bebas Denda Juli
03 Jul 2026, 20:45 WIB

Kota Medan
Wali Kota Medan, Rico Waas saat meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Jalan Flamboyan Raya III, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan (Dok. Diskominfo Medan)
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Medan, IDN Times - Bapenda Kota Medan kembali hadir dengan program keringanan pajak. Dalam rangka HUT Kota Medan ke-436, Bapenda meluncurkan “Gebyar Semarak PBB” dengan diskon pokok pajak hingga 75% dan bebas denda selama sebulan penuh.