Komisaris PTPP Aisyah Zakiyyah Dituding Keponakannya, Menteri PU: Buktikan, Kalau Benar Hadiah Umrah - suara

Baca 10 detik
- Dody tantang pembuktian isu Aisyah keponakannya dengan hadiah umrah.
- Pengangkatan Komisaris PT PP memicu sorotan soal usia dan dugaan nepotisme.
- Aisyah memiliki rekam jejak pendidikan luar negeri dan pengalaman profesional.
Suara.com - Isu yang menyeret nama Komisaris PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), Aisyah Zakiyyah, kembali menjadi sorotan publik. Aisyah ramai dituding sebagai keponakan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, namun sang menteri justru menantang siapa pun untuk membuktikan tudingan tersebut. Bahkan, Dody menjanjikan hadiah umrah gratis apabila ada pihak yang mampu membuktikan bahwa Aisyah benar merupakan keponakannya.
Saat menghadiri podcast Akbar Faizal Uncensored di Jakarta, Rabu (15/7/2026), Dody mengatakan siapa pun yang mampu membuktikan bahwa Aisyah merupakan keponakannya akan mendapatkan hadiah umrah.
"Yang bisa membuktikan Aisyah adalah keponakan saya, akan saya beri hadiah umrah gratis, kalau dia beragama Islam," ujar Dody.
Pernyataan serupa juga disampaikan Aisyah Zakiyyah dalam kesempatan yang sama. Saat ditanya mengenai dugaan hubungan kekerabatan dengan Menteri PU, ia ikut mengajukan tantangan pembuktian dengan hadiah umrah.
Meski demikian, baik Dody maupun Aisyah tidak secara gamblang menyampaikan klarifikasi apakah keduanya memiliki hubungan keluarga atau tidak. Sikap tersebut membuat perdebatan di ruang publik masih terus bergulir.
Isu tersebut sebelumnya berkembang setelah Aisyah diangkat sebagai Komisaris PT PP melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 19 Mei 2026. Ia menggantikan Ernadhi Sudarmanto yang diberhentikan dengan hormat.
Penunjukan tersebut memicu sorotan publik. Selain isu dugaan hubungan keluarga dengan Menteri PU, warganet juga mempertanyakan usia Aisyah yang relatif muda untuk menduduki jabatan komisaris di salah satu BUMN karya terbesar di Indonesia.
Meski demikian, rekam jejak pendidikan dan karier Aisyah menunjukkan pengalaman yang cukup beragam. Perempuan kelahiran Jakarta, 30 Desember 1993 itu merupakan lulusan Applied Chemistry and Biochemistry dari Gunma University, Jepang pada 2015. Ia kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar Magister International Communication dari Macquarie University, Sydney, Australia pada 2018.
Di dunia profesional, Aisyah pernah menjabat sebagai Manajer E-Commerce dan Marketing di Lingble Ltd., Singapura. Ia juga sempat menjadi Team Leader Sales Division di PT Toyota Tsusho System Indonesia pada periode 2023–2024.
Baca Juga: Nyontek Dubai, Bali Mau Jadi Pusat Keuangan Dunia
Selanjutnya, pada 2024–2025, Aisyah dipercaya sebagai Director and Strategic Planner di PT Lumintoo Sukses Incomso. Sejak 2025, ia bergabung di Kementerian Pekerjaan Umum sebagai Tenaga Ahli Menteri sekaligus Juru Bicara kementerian sebelum akhirnya ditunjuk menjadi Komisaris PT PP.
Di perusahaan pelat merah tersebut, Aisyah mengemban tugas sebagai komisaris yang membawahi pengawasan bidang pengembangan sumber daya manusia, talent management, sistem suksesi, remunerasi, hingga struktur organisasi perusahaan.
Munculnya polemik ini kembali menyoroti pentingnya transparansi dalam proses penunjukan pejabat di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di tengah upaya pemerintah memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), setiap pengangkatan komisaris maupun direksi dinilai perlu didukung komunikasi publik yang jelas agar tidak memunculkan spekulasi dan menggerus kepercayaan masyarakat maupun investor.