Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Blora Featured Kasus Spesial SPPG

    Kronologi Kepala SPPG Blora Hilang Usai Pamit Shalat hingga Dapur MBG Lumpuh, Pengganti Masih Ditunggu - Kompas

    5 min read

     


    BLORA, KOMPAS.com - Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berhenti sementara setelah Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), M Abdul Toha, mengundurkan diri secara mendadak dan menghilang.

    Toha diketahui sempat berpamitan untuk menunaikan shalat pada Senin (13/7/2026). 

    Namun, setelah itu ia tak kunjung kembali ke dapur dan hingga kini belum bisa dihubungi.

    Akibat ketiadaan kepala SPPG, seluruh aktivitas memasak dan pelayanan pemenuhan gizi di dapur tersebut dihentikan sementara sambil menunggu penunjukan pengganti dari Badan Gizi Nasional (BGN).

    Di Depan DPR, MBG Watch "Bongkar" Daftar Dapur MBG Terbesar Dikelola Polri-TNI, Desak Dihentikan

    Baca juga: Dapur MBG di Blora Pakai Minyak Goreng MinyaKita, Korwil SPPG: Enggak Boleh

    Kepala SPPG Pamit Shalat tetapi Tak Kembali

    Setelah sekitar tiga pekan libur sekolah, Dapur MBG Muraharjo dijadwalkan kembali beroperasi pada Senin (13/7/2026).

    Namun, di hari yang sama, M Abdul Toha berpamitan kepada Asisten Lapangan (Aslap), Sobri, untuk menunaikan shalat dengan berjalan kaki. Setelah itu, ia tidak pernah kembali ke dapur dan hingga kini tidak dapat dihubungi.

    PIC Yayasan Catur Pilar, Mei, mengatakan hilangnya Toha pertama kali diketahui dari laporan Sobri yang berada di lokasi saat kejadian.

    "Hal itu diketahui dari Sobri selaku Aslap yang mana pada siang hari kepala SPPG M. Abdul Toha, ijin untuk sholat dengan berjalan kaki, namun tidak kunjung kembali dan hingga saat ini tidak dapat dihubungi," kata Mei, dikutip dari Kompas.com, Minggu. 

    Belakangan diketahui, pada sore hari di tanggal yang sama Toha mengirimkan surat pengunduran diri kepada Koordinator Wilayah (Korwil) melalui pesan digital. 

    Dalam surat tersebut, ia menyampaikan alasan ingin kembali ke kampung halamannya di Jambi.

    Baca juga: Kepala Satuan Pelayanan Mendadak Hilang Usai Pamit Shalat, Dapur MBG di Blora Berhenti Beroperasi

    Surat Resign Dikirim, Dapur MBG Berhenti Beroperasi

    Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kunduran, Afif Ma'ruf, mengatakan tidak ada pemberitahuan sebelumnya mengenai rencana pengunduran diri Toha.

    "Tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Dari SPPG saya tanya, tidak ada. Dari saya juga tidak ada. Saya tahunya dari Korwil, dia mengirim surat resmi ke Korwil sore itu," ujar Afif.

    Karena kepala SPPG mengundurkan diri tanpa menunggu proses serah terima jabatan, operasional dapur akhirnya dihentikan mulai Selasa (14/7/2026).

    "Memang tutup per Selasa kemarin. Ini murni kepala SPPG-nya resign langsung kabur, tidak menunggu kepala SPPG baru untuk serah terima. Jadi kalau dapur tidak ada kepala SPPG, otomatis berhenti operasional sementara sambil menunggu pengganti," terangnya. 

    Relawan setempat, Barlan, juga membenarkan bahwa sejak Senin seluruh aktivitas memasak di dapur MBG telah berhenti.

    "Benar, sejak Senin Pak Toha (kepala SPPG) sudah tidak ada di dapur. Dapur tidak berjalan," ujar Barlan.

    Baca juga: Murid Mengungsi di Balai Desa, Bantuan Perbaikan SDN 1 Plosorejo Blora Akhirnya Cair

    Dana Program Aman, Pengganti Kepala SPPG Masih Ditunggu

    Di tengah kabar hilangnya kepala SPPG, Afif menegaskan tidak ada indikasi penyimpangan dana maupun uang negara.

    Ia menjelaskan sistem keuangan SPPG menggunakan mekanisme double control, sehingga pencairan dana tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak.

    "Tidak ada indikasi uang dibawa kabur. Untuk virtual account SPPG, itu kan yang memegang dari yayasan dan kepala SPPG. Kalau salah satu tidak ada maker atau signer, tidak akan terjadi," jelas Afif.

    Menanggapi kondisi tersebut, Korcam SPPG Kunduran langsung melaporkan kejadian itu kepada Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang untuk mengajukan pergantian kepala SPPG.

    Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, mengatakan operasional dapur untuk sementara dihentikan hingga ada arahan dari BGN.

    "Untuk sementara kondisi dapur berhenti operasional sementara. Kami sudah melapor ke KPPG Semarang, KPPG mengarahkan untuk berhenti sementara, kemudian proses pengunduran diri kepala SPPG-nya diajukan ke BGN," ungkap Artika.

    Artika juga mengungkapkan, berdasarkan keluhan yang pernah disampaikan sebelumnya, Toha diduga memilih mengundurkan diri karena merasa lokasi penugasannya terlalu jauh dari kampung halamannya di Jambi. Selain itu, orang tuanya dikabarkan sedang sakit.

    (Sumber: Kompas.com/Aria | Editor: Irfan Maullana)

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS