Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kesehatan Kulon Progo Spesial Vaksin PMK

    Kulon Progo Kekurangan Stok Vaksin PMK, Dinas Minta Tambahan ke Pusat - Media Indonesia

    2 min read

     


    Petugas kesehatan hewan mempersiapkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dalam spet injeksi untuk disuntikkan ke ternak sapi milik warga di Desa Sukowetan, Karangan, Trenggalek, Jawa Timur, Senin (2/2/2026).(ANTARA/Destyan Sujarwoko/r)

    Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaporkan kondisi kekurangan stok vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk hewan ternak di wilayah tersebut. Keterbatasan ini menghambat percepatan program vaksinasi guna melindungi populasi sapi dan kambing milik peternak lokal.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketersediaan vaksin saat ini tidak sebanding dengan jumlah populasi ternak yang wajib mendapatkan dosis vaksinasi, baik dosis pertama, kedua, maupun booster. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan peternak mengingat risiko penyebaran virus PMK yang masih mengintai.

    Permintaan Tambahan Vaksin

    Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui dinas terkait tengah berupaya melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi DIY dan pemerintah pusat untuk meminta tambahan alokasi vaksin. Langkah ini diambil agar target kekebalan kelompok (herd immunity) pada hewan ternak dapat segera tercapai.

    Pihak dinas menyebutkan bahwa antusiasme peternak untuk memberikan vaksin pada hewan mereka cukup tinggi. Namun, karena keterbatasan stok di gudang penyimpanan, petugas di lapangan terpaksa mengatur ulang jadwal penyuntikan di beberapa titik kecamatan atau kapanewon.

    Prioritas Vaksinasi

    Sambil menunggu kiriman vaksin tambahan, Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo menerapkan skala prioritas dalam penyaluran sisa stok yang ada. Fokus utama saat ini diarahkan pada:

    • Hewan ternak yang belum pernah mendapatkan vaksin sama sekali.
    • Wilayah yang dinilai memiliki kepadatan populasi ternak tinggi.
    • Ternak yang berada di zona rentan atau perbatasan wilayah.

    Masyarakat, khususnya para peternak, diimbau untuk tetap tenang dan terus menerapkan prosedur biosekuriti secara mandiri di kandang masing-masing. Hal ini termasuk menjaga kebersihan sanitasi dan membatasi lalu lintas orang atau barang yang masuk ke area peternakan guna mencegah penularan penyakit secara mandiri sembari menunggu ketersediaan vaksin kembali normal.

    Catatan Redaksi:

    Komentar
    Additional JS