Markas Rahasia OPM Pimpinan Daniel Aibon Kogoya Berhasil Dikuasai TNI - Inilah
Jumat, 17 Juli 2026 - 15:32 WIB
Share

Senjata yang ditemukan personel Koops Habema TNI saat menyergap markas OPM di Kampung Abundoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat (17/7/2026). (Foto: Antara/HO-Koops Habema)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
KecilBesar
Komando Operasi (Koops) Habema TNI menguasai sebuah rumah adat atau honai yang diduga digunakan sebagai markas kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Dalam operasi tersebut, prajurit TNI menyita sejumlah senjata api, amunisi, dan perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.
Kepala Penerangan Koops Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna mengatakan operasi dilakukan di sekitar Kampung Abundoga, Kabupaten Intan Jaya, pada Kamis (16/7/2026), setelah TNI menerima informasi mengenai dugaan rencana penyerangan oleh kelompok bersenjata OPM.
"Berdasarkan informasi tersebut, personel TNI melakukan pengintaian, verifikasi, dan perencanaan sebelum bergerak menuju lokasi dengan tetap mengedepankan keselamatan masyarakat," kata Wirya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Menurut Wirya, honai tersebut diduga digunakan sebagai markas kelompok bersenjata OPM yang disebut dipimpin Daniel Aibon Kogoya.
Namun, saat memasuki lokasi, personel TNI tidak menemukan anggota kelompok bersenjata di dalam honai. Petugas hanya menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata api dan amunisi.
Barang bukti yang diamankan antara lain satu pucuk senjata api organik jenis Lee Enfield kaliber 7,62 mm, dua pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, satu pucuk senapan angin dalam kondisi terbongkar, serta sejumlah amunisi dan perlengkapan lain yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas kelompok tersebut.
Seluruh barang bukti telah disita untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Wirya menegaskan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya TNI menjaga keamanan masyarakat serta melindungi kedaulatan negara dari ancaman kelompok bersenjata.
Meski demikian, ia menyatakan TNI tetap membuka ruang penyelesaian secara damai bagi anggota kelompok bersenjata yang ingin kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Negara tetap membuka ruang dialog dan kesempatan bagi siapa pun yang ingin kembali melalui jalur damai, bermartabat, dan sesuai ketentuan hukum," ujar Wirya.
0 suka
0 bookmark
![]()
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Share




