Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Bawang Putih Berita Featured Mendagri Minyak Goreng Spesial

    Mendagri: Harga Bawang Putih, Minyak Goreng, dan Beras Mulai Naik - Kompas

    3 min read

     


    JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai naik di berbagai daerah. Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain bawang putih, minyak goreng, dan beras.

    Kenaikan harga tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong inflasi. Pemerintah kini memperkuat koordinasi untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga.

    "Ada kenaikan bawang putih, kemudian ada minyak goreng, sama beras, ada kenaikan sedikit. Itu yang saya sampaikan tadi kepada Menko (Airlangga Hartarto)," ujar Tito usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

    Baca juga: Airlangga: Harga Khusus Solar Nelayan Dibiayai BPDP, Bukan APBN

    Tito mengatakan, penanganan kenaikan harga bawang putih dan minyak goreng menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan. Koordinasi antar kementerian dinilai perlu diperkuat.

    Purbaya: SPPG Bakal Serap Bahan Pangan Langsung dari Petani, Peternak, dan Nelayan Sekitar

    Kenaikan harga beras juga menjadi perhatian pemerintah. Penanganannya akan dipercepat bersama Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

    "Bawang putih, minyak goreng, yang menjadi tugas Kementerian Perdagangan, ya ini perlu dikoordinasikan lebih intens. Kalau untuk masalah beras, ada beberapa daerah yang telah dikenakan juga harus cepat ditangani," paparnya.

    "Dari Kementerian Pertanian juga sudah menyampaikan, Bulog, dan maupun Badan Pangan Nasional. Tapi nanti prosesnya sebentar lagi oleh Bapak Menko langsung," pungkas dia.

    Tito mengatakan telah menginstruksikan pemerintah daerah, terutama wilayah dengan inflasi tinggi, untuk segera menambah pasokan kebutuhan pokok.

    Menurut dia, sejumlah daerah di kawasan timur Indonesia dan Aceh masih mencatat inflasi yang relatif tinggi. Gangguan distribusi akibat cuaca juga ikut memengaruhi pasokan di beberapa wilayah.

    "Kalau saya sudah memberikan arahan kepada semua daerah, kalau target saya daerah-daerah yang tinggi-tinggi (inflasi), di daerah timur umumnya tinggi, di Aceh juga tinggi, langkah-langkahnya menambah suplai. Juga ada masalah ombak untuk distribusi, gelombang di beberapa daerah tertentu menggunakan kapal yang lebih besar," katanya.

    Baca juga: Bali Defisit Bawang Putih, Koster Ungkap Penyebabnya

    Meski demikian, Tito menilai inflasi nasional masih terkendali. Laju inflasi tercatat 3,34 persen, masih berada di bawah batas atas target pemerintah sebesar 3,5 persen.

    Menurut Tito, kenaikan inflasi bulanan terutama dipicu tarif angkutan udara serta kenaikan harga bawang putih, minyak goreng, dan beras.

    "Inflasi kita di angka 3,34 persen relatif terkendali, masih di bawah target nasional yang maksimal 3,5 persen," lanjut dia.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Ketua Banggar DPR Perkirakan Anggaran MBG 2027 Turun Jadi Rp 174 T

    Komentar
    Additional JS