Menimba Ilmu di IIT Bombay, Mahasiswa FMIPA UNJ Perluas Wawasan Global dan Bangun Jejaring Internasional – UNJ

Mumbai, India, Humas UNJ – Kesempatan belajar di lingkungan akademik bertaraf dunia sekaligus berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara menjadi pengalaman berharga bagi empat mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Bersama enam mahasiswa UNJ lainnya, mereka mengikuti International Summer School Program yang diselenggarakan oleh Indian Institute of Technology Bombay (IIT Bombay) pada 6–11 Juli 2026.
Empat mahasiswa FMIPA yang terpilih mengikuti program tersebut adalah Reza Fauzan Zulkarnaen (Program Studi Fisika), Ichsan Maulana (Program Studi Fisika), Fauzan Mafazi Pahlevi (Program Studi Matematika), dan Muhammad Habibul Gustian (Program Studi Fisika). Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari upaya UNJ dalam memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman akademik internasional serta memperkuat kompetensi global generasi muda Indonesia.
Program ini terlaksana berkat dukungan Equity UNJ dan Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) yang secara konsisten membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti berbagai program mobilitas internasional. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengayaan akademik, tetapi juga kesempatan membangun jejaring global yang akan bermanfaat bagi pengembangan karier dan riset di masa depan.
International Summer School IIT Bombay tahun 2026 diikuti oleh sekitar 70 peserta dari berbagai negara, antara lain Jepang, Vietnam, Meksiko, Turki, Oman, Indonesia, Latvia, Kanada, Inggris, Austria, Spanyol, Bangladesh, Belanda, Filipina, Nepal, Rusia, Australia, Thailand, Israel, dan Malaysia. Selama satu pekan, para peserta mengikuti kuliah intensif yang dibawakan para akademisi dan peneliti IIT Bombay, berdiskusi mengenai isu-isu mutakhir dalam bidang sains dan teknologi, serta terlibat dalam berbagai kegiatan pertukaran budaya yang memperkaya pengalaman lintas negara.

Dalam program tersebut, Reza Fauzan Zulkarnaen dan Muhammad Habibul Gustian mengikuti kelas “Quantitative Finance: From Stochastic Models to Deep Learning”, sementara Ichsan Maulana dan Fauzan Mafazi Pahlevi mendalami topik “Group Testing: An Important Tool for Data Science.” Kedua kelas tersebut menghadirkan materi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis data yang saat ini menjadi kebutuhan di berbagai sektor industri dan penelitian.
Bagi Reza, pengalaman belajar di IIT Bombay memberikan perspektif baru mengenai keterkaitan disiplin ilmu yang selama ini dipelajarinya dengan bidang-bidang terapan yang berkembang pesat di tingkat global.
“Short course yang diadakan oleh IIT Bombay sangat berkesan dan padat akan materi. Pembahasan yang diberikan sangat substantif dan mendalam. Sebagai mahasiswa Fisika yang mengambil kelas di bidang Quantitative Finance, saya menemukan banyak kesamaan teori antara bidang tersebut dengan fisika,” ujarnya.
Pengalaman serupa dirasakan Ichsan Maulana. Menurutnya, program ini tidak hanya memperkenalkan konsep-konsep ilmiah baru, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi dalam lingkungan internasional yang sangat beragam.
“Program ini memperkenalkan saya pada berbagai konsep inovatif beserta penerapannya dalam dunia nyata. Selain itu, saya juga ditantang untuk berpikir lebih kritis serta berkolaborasi dengan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang dan budaya,” ungkap Ichsan.
Sementara itu, Fauzan Mafazi Pahlevi mengaku mendapatkan pengalaman yang selama ini menjadi impiannya. Kesempatan mengikuti perkuliahan di salah satu institusi teknologi terbaik dunia memberikan motivasi baru untuk terus meningkatkan kapasitas akademik dan memperluas jejaring internasional.
“International Summer School di IIT Bombay merupakan salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya. Saya dapat merasakan bagaimana rasanya kuliah di kampus terbaik nomor dua di India dan peringkat 134 dunia versi QS World University Rankings, meskipun hanya selama satu pekan. Selain itu, saya juga mendapat teman baru dari banyak negara yang memperluas pandangan saya mengenai keberagaman dunia,” tuturnya.
Hal yang sama juga disampaikan Muhammad Habibul Gustian. Menurutnya, manfaat terbesar dari program internasional tidak hanya terletak pada pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas, tetapi juga pada kesempatan membangun persahabatan dan jejaring profesional lintas negara.
“Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk belajar sekaligus berjejaring dengan teman-teman dari berbagai negara. Program ini tidak hanya menambah wawasan akademik saya, tetapi juga memperkenalkan keberagaman budaya yang semakin memperluas cara pandang saya terhadap dunia,” katanya.
Di luar kegiatan akademik, para peserta juga berkesempatan merasakan kehidupan kampus IIT Bombay yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi paling bergengsi di India. Interaksi dengan mahasiswa internasional, diskusi lintas budaya, hingga pengalaman menikmati beragam kuliner khas India menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang tidak diperoleh di ruang kuliah. Pengalaman tersebut membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan adaptasi, komunikasi antarbudaya, dan pemahaman terhadap keberagaman global.
Selama mengikuti program, para mahasiswa didampingi oleh Mutia Delina selaku Kepala Laboratorium dan dosen FMIPA UNJ dan Putri Haryani sebagai dosen pendamping. Kehadiran dosen pendamping tidak hanya memberikan dukungan akademik, tetapi juga memastikan mahasiswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara optimal.
Selain mengikuti kegiatan di IIT Bombay, rombongan mahasiswa UNJ juga melakukan kunjungan kehormatan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Mumbai dan diterima langsung oleh Widya Parsaoran Gultom, Konsul Sosial Budaya, pada Selasa malam, 7 Juli 2026. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk berbagi pengalaman belajar di India sekaligus memperoleh motivasi agar terus menjadi representasi terbaik bangsa Indonesia di tingkat internasional.
Keempat mahasiswa berharap ilmu pengetahuan, pengalaman lintas budaya, serta jejaring internasional yang diperoleh selama mengikuti International Summer School dapat menjadi bekal penting untuk mengembangkan riset, melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, serta membangun karier profesional yang berdaya saing global.
Partisipasi mahasiswa FMIPA dalam International Summer School IIT Bombay menjadi salah satu bukti nyata komitmen Universitas Negeri Jakarta dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi. Melalui program mobilitas internasional, UNJ terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari institusi terbaik dunia, memperluas wawasan global, serta membangun kolaborasi akademik yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat internasional. Dukungan dari Program Studi Fisika, Program Studi Matematika, Dekanat FMIPA, Equity UNJ, IKA UNJ, serta KJRI Mumbai menjadi fondasi penting yang memungkinkan mahasiswa UNJ terus menorehkan pengalaman dan prestasi di panggung global.