Pabrik Pupuk Kujang Cikampek Dibangun Berkat Bantuan Iran - Kompas
KOMPAS.com - PT Pupuk Kujang merupakan salah satu produsen pupuk terbesar di Indonesia yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa berdirinya pabrik pupuk di Cikampek, Jawa Barat, ini tak lepas dari dukungan pendanaan Pemerintah Iran.
Mengutip laman resmi PT Pupuk Kujang, pabrik Pupuk Kujang resmi didirikan pada 9 Juni 1975 dengan total investasi sebesar 260 juta dollar AS.
Dari jumlah tersebut, sebesar 200 juta dollar AS berasal dari pinjaman Pemerintah Iran, sedangkan sisanya sebesar 60 juta dollar AS merupakan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) Indonesia.
Seorang Warga Bangun Jalan dan Jembatan di Kebumen Pakai Dana Pribadi, Diresmikan Bupati
Baca juga: Para Konglomerat Pemilik Pabrik Semen di RI
Pinjaman tersebut menjadi fondasi pembangunan pabrik pupuk pertama milik perusahaan. Pemerintah Indonesia kemudian melunasi seluruh pinjaman kepada Pemerintah Iran pada 1989.
Pabrik Pupuk Kedua di Jawa
Pabrik pertama PT Pupuk Kujang diberi nama Pabrik Kujang 1A. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi mencapai 570.000 ton urea per tahun dan 330.000 ton amoniak per tahun.
Sebelumnya, pabrik pupuk pertama di Indonesia adalah PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) yang berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan, dan mulai beroperasi pada tahun 1963.
Baca juga: Agrinas Palma Rekrut 20 Ribu Lebih Pekerja untuk Kelola Aset Sawit
Pabrik Kujang di Cikampek ini menjadi pabrik pupuk terbesar di Jawa. Sebelumnya, pada tahun 1972, pemerintah juga meresmikan pabrik pupuk lainnya di Gresik.
Pendirian pabrik pupuk skala besar dilakukan pemerintah Orde Baru demi menyukseskan program swasembada beras.
Pembangunan Pabrik Kujang 1A dipercayakan kepada dua kontraktor utama, yakni Kellogg Overseas Corporation dari Amerika Serikat dan Toyo Engineering Corporation dari Jepang.
Baca juga: Sempat Kena Serpihan Drone Iran, Hotel Ikonik Dubai Tutup 18 Bulan
Proyek tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu 36 bulan. Setelah rampung, pabrik diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto pada 12 Desember 1978.
Sejak mulai beroperasi, Pupuk Kujang menjadi salah satu pemasok pupuk penting bagi sektor pertanian nasional, terutama dalam memenuhi kebutuhan pupuk urea untuk mendukung peningkatan produksi pangan.
Pengalihan Saham
Seiring perkembangan industri pupuk nasional, kepemilikan saham PT Pupuk Kujang juga mengalami perubahan.
Baca juga: Industri AMDK Perkuat Konservasi Air demi Keberlanjutan Usaha
Pada 1997, pemerintah menyerahkan mayoritas saham perusahaan kepada PT Pupuk Sriwidjaja.
Langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk membentuk holding badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang produksi pupuk.
Restrukturisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat koordinasi antarpabrikan pupuk nasional, serta memperkokoh peran BUMN dalam menjaga pasokan pupuk bagi sektor pertanian Indonesia.
Baca juga: Mengapa Israel Begitu Kaya Raya?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Menemukan Batas Cukup: Kisah Nurul dan Widodo Membangun Peradaban dari Pekarangan Rumah