Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Ayatollah Ali Khamenei Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Pemakaman Khamenei Dihadiri Jutaan Orang, Trump Kaget Dikira Warga Iran Benci Khamenei - Polindo

    2 min read

     


    Jutaan warga negara Iran mengikuti prosesi pemakaman Ali Khamanei. /Murianetwork/Polindo

    Article Header Image Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku dirinya terkejut melihat jutaan pelayat menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel pada Februari lalu.

    Trump mengaku kaget karena masih banyak warga Iran yang mendukung Khamenei. Sebab selama ini Trump beranggapan Khamenei tidak lagi mendapat dukungan luas dari rakyat Iran.

    "Saya terkejut. Saya pikir orang-orang membencinya (Khamenei)," kata Trump dalam wawancara singkatnya dengan Axios, Sabtu, 4 Juli 2026.

    Adapun tanda-tanda kemarahan atas kematian Khamenei sudah terlihat pada hari pertama prosesi pemakaman Khamenei pada Sabtu.

    Saat prosesi pemakaman berlangsung, Media Pemerintah Iran menayangkan wawancara dengan seorang politikus yang mengatakan dalam sebuah acara televisi bahwa "slogan utama" para pelayat adalah "seruan untuk menuntut balas darah."

    Tempat jenazah Ali Khamenei dan empat anggota keluarganya yang ikut tewas disemayamkan di Kota Teheran. Puluhan ribu orang terus berdatangan ke tempat ini untuk memberikan penghormatan. Tak sedikit pula orang-orang menangis sambil melihat peti jenazah Khamenei dari kejauhan.

    Emosi masyarakat terlihat sangat tinggi. Mereka turut meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika, termasuk "Mati untuk Amerika" dan "Mati untuk Israel".

    Saat jurnalis Al Jazeera mewawancarai beberapa orang, mereka mengatakan bahwa pembunuhan Khamenei harus dibalas.

    Di sisi laom, Trump mengolok-olok momen duka warga Iran itu dengan menganggap mungkin saja itu sandiwara.

    "Mungkin itu air mata palsu," ucap sinis Trump setelah melihat cuplikan berita para pelayat menangis dalam prosesi pemakaman.

    Trump bahkan mengancam bahwa AS bisa saja menghabisi rezim Iran dengan satu serangan ke lokasi pemakaman Khamenei.

    Sebab pada saat itu berbagai pejabat tinggi hingga tiga anak Khamenei terlihat hadir dalam prosesi salat jenazah hari ini kecuali Mojtaba Khamenei yang kini menggantikan posisi sang ayah sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

    Adapun alasan Mojtaba Khamenei tidak hadir dalam pemakaman sang ayah adalah faktor keamanan. Sebab Mojtaba terus menjadi target Israel-AS setelah menggantikan posisi sang ayah.[]

    Komentar
    Additional JS