Pembekalan Sebelum ke Jepang Dinilai Penting untuk Cegah Kesalahpahaman Soal Ibadah di Ruang Publik - Tribunnews
Pendatang Muslim ke Jepang diminta memahami budaya dan etika salat di ruang publik. Edukasi sejak di negara asal dinilai penting
Tayang:
Tribunnews.com/Ricard Susilo
ADAPTASI JEPANG - Peneliti Yayasan Perdamaian Sasakawa Jepang, Iwashina Masako, menilai pembekalan mengenai budaya, aturan, dan kebiasaan masyarakat Jepang perlu diberikan sejak di negara asal. Menurutnya, persiapan yang matang akan membantu pekerja maupun pendatang Muslim beradaptasi dengan lebih baik, termasuk memahami etika pelaksanaan ibadah di ruang publik
Ringkasan Berita:
- Persiapan sebelum berangkat ke Jepang dinilai penting agar pekerja dan pendatang Muslim memahami budaya serta etika beribadah di ruang publik
- Peneliti Yayasan Perdamaian Sasakawa, Iwashina Masako, menilai pembekalan sejak di negara asal dapat mencegah kesalahpahaman dan mempercepat adaptasi
- Jepang juga terus menambah fasilitas ruang salat di bandara, kampus, pusat perbelanjaan, dan kawasan wisata
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Persiapan yang matang sebelum berangkat ke Jepang dinilai penting agar pekerja maupun pendatang Muslim dapat beradaptasi dengan baik termasuk memahami etika terkait pelaksanaan ibadah salat di ruang publik.
Peneliti Yayasan Perdamaian Sasakawa Jepang, Iwashina Masako mengatakan, pembekalan mengenai budaya, aturan, dan kebiasaan masyarakat Jepang seharusnya diberikan secara menyeluruh sejak di negara asal.
"Kami berharap sebelum ke Jepang atau bekerja di Jepang, mereka sudah mendapatkan sosialisasi dan pendidikan yang lengkap serta terperinci mengenai Jepang, termasuk budaya Jepang, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, di mana suatu kegiatan dapat dilakukan, dan sebagainya," ujar Iwashina kepada Tribunnews.com, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, pemahaman sejak awal akan memudahkan para pendatang menyesuaikan diri dengan kehidupan di Jepang sekaligus menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dengan masyarakat setempat.
Baca juga: Tingkatkan Tekanan terhadap Taiwan dan Jepang, China Luncurkan Kapal Serbu Amfibi Canggih
"Kalau sudah dipersiapkan dengan baik sejak di negara asal, saat tiba di Jepang mereka dapat lebih cepat beradaptasi. Dengan demikian akan terhindar dari hal-hal yang tidak pada tempatnya, misalnya salat di tempat umum seperti di dalam stasiun kereta api Jepang," katanya.
Iwashina menegaskan bahwa saat ini fasilitas ibadah bagi umat Islam di Jepang terus bertambah.
Berbagai ruang salat telah tersedia di sejumlah bandara, pusat perbelanjaan, kampus, kawasan wisata, hingga gedung perkantoran sehingga dapat dimanfaatkan oleh Muslim dari berbagai negara.
Ia menilai perencanaan yang baik sebelum berangkat akan membantu para pendatang memahami lokasi-lokasi yang telah disediakan untuk beribadah sekaligus menghormati norma yang berlaku di Jepang.
Selain memberikan edukasi kepada calon pendatang, pihaknya juga aktif menggelar sosialisasi bagi komunitas Muslim Indonesia maupun komunitas Muslim lainnya yang telah berada di Jepang.
"Selain itu, kami juga membuat sosialisasi bagi kalangan Muslim Indonesia dan kalangan Muslim umumnya yang ada di Jepang," ujarnya.
Melalui edukasi kepada para pendatang dan komunikasi dengan masyarakat lokal, Iwashina berharap tercipta kehidupan yang semakin harmonis.
"Dengan demikian diharapkan kehidupan bermasyarakat bersama penduduk lokal akan semakin baik, saling mengerti, memahami, dan menghormati satu sama lain," tutupnya.
Yayasan Perdamaian Sadakawa hari ini (13/7/2026) secara resmi menerbitkan Buku Panduan untuk Hidup Berdampingan dengan Warga Negara Asing
Agar warga jepang dapat hidup berdampingan lebih baik lagi dengan orang asing yang datang ke Jepang.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com