Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Keuangan Koperasi Desa Merah Putih Spesial

    Pemerintah Siapkan Anggaran untuk Kopdes Merah Putih Selama 6 Tahun, Berapa Besarannya? - Kompas

    5 min read

     


    KOMPAS.com - Sejumlah program pemerintahan sempat menuai sorotan sebab dinilai menggunakan anggaran yang sangat besar. 

    Salah satu program andalan yang diperkirakan juga menelan anggaran besar adalah Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

    Pemerintah menyebut program tersebut berfungsi sebagai pusat ekonomi kerakyatan sekaligus infrastruktur penyalur kebutuhan pokok, barang bersubsidi, dan layanan kesehatan bagi masyarakat desa maupun kelurahan.

    Lantas, berapa anggaran yang disiapkan pemerintah untuk mendukung program Kopdes Merah Putih?

    Menkop: Pengelolaan Tambang dan Sawit Tak Harus Dilakukan Kopdes Merah Putih

    Baca juga: Spesifikasi Kipas Angin Rp 11 Juta yang Ramai Disebut untuk Kopdes, Dipakai di Pabrik dan RS

    Berapa anggaran yang disiapkan pemerintah untuk Kopdes Merah Putih?

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah telah menyiapkan Rp 240 triliun untuk mendukung program Kopdes Merah Putih selama enam tahun ke depan.

    "Rp 240 triliun selama enam tahun akan seperti itu. Itu akan berasal dari pinjaman Himbara, tapi saya yang cicil," kata Purbaya, dikutip dari Kompas.com, Kamis (16/7/2026).

    Baca juga: Pemerintah Putuskan Kopdes Merah Putih Jadi Kantor Tunggal Penyaluran Bantuan dan Subsidi

    Menurut dia, pemerintah memperkirakan pembayaran pokok beserta bunga pinjaman mencapai sekitar Rp 40 triliun setiap tahun. Besaran tersebut akan disesuaikan dengan jumlah koperasi yang mulai beroperasi.

    "Pokok dan bunganya selama enam tahun ke depan, mungkin setahun sekitar Rp 40 triliun, sesuai dengan jumlah koperasi yang beroperasi. Jadi untuk pendanaan udah enggak ada isu lagi. Hanya yang paling penting adalah pelaksanaannya lebih rapi dan bersih, dan sedikit kebocoran. Itu yang dipentingkan ke depan," ujar Purbaya.

    Dengan skema tersebut persoalan pendanaan program sudah tidak lagi menjadi kendala.

    Menurut dia, perhatian pemerintah kini beralih pada pelaksanaan program agar berjalan lebih tertib, bersih, dan meminimalkan kebocoran anggaran.

    Ia pun menilai keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak hanya bergantung pada ketersediaan dana, tetapi juga tata kelola koperasi saat mulai beroperasi.

    Baca juga: Denda Rp100 Juta Dihapus, Pelamar Kopdes Merah Putih yang Mundur Bisa Ikut Lagi

    Untuk apa anggaran Kopdes Merah Putih digunakan?

    Selain membayar cicilan pinjaman, pemerintah juga menyiapkan dukungan operasional pada masa awal berdirinya Kopdes Merah Putih.

    Purbaya mengatakan, dukungan tersebut meliputi pelatihan, pembiayaan operasional, hingga gaji pegawai selama sekitar satu hingga dua tahun pertama.

    Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar koperasi memiliki waktu untuk berkembang sebelum mampu menjalankan usahanya secara mandiri.

    Baca juga: Lolos Jadi Pegawai BUMN, Ini Cara Daftar Manajer Kopdes Merah Putih

    Purbaya juga menilai prospek bisnis Kopdes Merah Putih cukup menjanjikan. Salah satu alasannya, pemerintah telah memutuskan seluruh barang bersubsidi akan disalurkan melalui jaringan Kopdes Merah Putih.

    "Kemarin diputuskan di rapat kabinet bahwa semua barang-barang yang bersubsidi akan disalurkan lewat Koperasi Desa Merah Putih dan tidak diperjualbelikan di luar itu. Jadi harusnya dari situ aja Koperasi Desa Merah Putih sudah pasti untung. Asal enggak di itu ya, asal enggak dikorupsi lah, harusnya sih aman," ujar Purbaya.

    Baca juga: Resmi Dibuka, Ini Link Pendaftaran 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih Jadi Pegawai BUMN

    Terkait isu dugaan markup pengadaan mobil pikap untuk Kopdes Merah Putih, Purbaya mengatakan pemerintah belum melakukan audit khusus karena program masih berada pada tahap pelaksanaan.

    Meski demikian, ia memastikan penggunaan anggaran tetap akan diawasi melalui pemeriksaan secara acak maupun audit secara rinci.

    "Pada dasarnya nanti begini. Setiap anggaran yang besar kita akan cek secara random atau satu persatu secara detail jadi kita bukan untuk mengganggu tapi untuk membantu supaya pelaksanaannya lebih rapi," kata Purbaya.

    (Sumber: Kompas.com/Debrinata Rizky | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)

    Baca juga: Beredar Informasi Rekrutmen SPPI Kopdes Merah Putih dengan Gaji Kompetitif, Kemhan Ungkap Faktanya

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Ditanya Anggaran Kipas Angin Rp 1,8 Triliun, Menteri Koperasi: Pengadaan Bukan di Kami

    Komentar
    Additional JS