Prabowo Tak Diajak Putin Selfie Bersama Pemimpin BRICS, Yuk Cek Fakta - Bacasore

Bacasore.com – Sebuah foto yang memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin tengah berswafoto atau selfie bersama sejumlah pemimpin negara anggota BRICS mendadak viral di berbagai platform media sosial. Unggulan visual tersebut sukses menggemparkan warganet lantaran memperlihatkan Putin memegang kamera ponsel dikelilingi oleh para kepala negara papan atas dunia, namun tanpa kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di dalam bingkai tersebut.
Dalam foto yang beredar luas itu, tampak sejumlah tokoh penting dunia turut berpose bersama sang pemimpin Kremlin. Tokoh-tokoh tersebut di antaranya adalah Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden China Xi Jinping, serta Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. Sementara itu, Brasil tercatat menjadi satu-satunya negara anggota awal BRICS yang tidak mengirimkan kepala negara karena Presiden Luiz Inacio Lula da Silva berhalangan hadir akibat agenda pemilihan daerah di dalam negeri, sehingga delegasi Brasil diwakili oleh Menteri Luar Negeri Mauro Vieira.
Menanggapi narasi yang beredar luas di tengah masyarakat, Tim Cek Fakta Bacasore.com langsung bergerak cepat melakukan penelusuran mendalam untuk menguji kebenaran foto tersebut pada Minggu, 13 September 2026. Berdasarkan hasil verifikasi digital dan penelusuran forensik visual yang cermat, dipastikan bahwa momen kebersamaan dalam bentuk foto selfie tersebut tidak pernah terjadi di dunia nyata. Kuat dugaan bahwa potret yang memicu kehebohan di linimasa maya itu merupakan hasil rekayasa digital atau produk buatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Isu mengenai manipulasi visual ini mencuat bertepatan dengan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang dilangsungkan di New Delhi, India. Pertemuan tingkat tinggi yang dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 13 September 2026 ini memegang peranan krusial di tengah dinamika perubahan peta geopolitik serta perekonomian global yang bergerak sangat cepat.
KTT tahun ini sekaligus mencatatkan sejarah penting bagi Indonesia karena menjadi momentum perdana keikutsertaan secara resmi sebagai anggota penuh setelah menuntaskan proses bergabung dengan blok ekonomi tersebut pada tahun 2025. Sebagai catatan historis, blok ini mulanya hanya beranggotakan lima negara utama yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, yang akronim namanya membentuk kata BRICS sejak dibentuk pada 2006 dan menggelar KTT perdana pada 2009.
Dalam perkembangan dekade terakhir, BRICS secara progresif memperluas pengaruh dengan mengundang Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab untuk bergabung pada gelombang ekspansi 2023. Masuknya Indonesia menyusul pada 2025 melengkapi kekuatan blok ini menjadi sebelas negara anggota berdaulat. Representasi kekuatan tersebut kini mencakup sekitar 49 persen dari total populasi penduduk dunia serta menguasai kurang lebih 40 persen dari produk domestik bruto (PDB) global.
Angka statistik yang masif ini menjadikan BRICS semakin diperhitungkan sebagai poros kekuatan alternatif penyeimbang dominasi blok barat dalam arsitektur keuangan internasional. Penyelenggaraan KTT di New Delhi dihadiri oleh sebagian besar pemimpin tertinggi dari masing-masing negara anggota. Tuan rumah India dipimpin langsung oleh PM Narendra Modi, Rusia oleh Presiden Vladimir Putin, China oleh Presiden Xi Jinping, serta Afrika Selatan oleh Presiden Cyril Ramaphosa.
Kehadiran para pemimpin dari negara-negara anggota baru juga tak kalah menyita perhatian pengamat internasional. Iran hadir dengan diwakili oleh Presiden Masoud Pezeshkian, Mesir oleh Presiden Abdel Fattah el-Sisi, Ethiopia oleh Perdana Menteri Abiy Ahmed, sementara delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Di sisi lain, Arab Saudi mendelegasikan Menteri Luar Negeri Faisal bin Farhan Al Saud, sedangkan Uni Emirat Arab diwakili oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Post Views: