Polisi: Korban Tewas di Bentrokan Tambak Diduga Pelaku Utama Pemicu Keributan - Tribunnews
Polisi menyebut korban tewas berinisial K (23) diduga merupakan salah satu pelaku yang memicu bentrokan di Jalan Tambak dengan menggeber motor.
Tayang:
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
BENTROK DI MENTENG - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung saat memberikan keterangan pers di lokasi bentrokan antar-kelompok warga di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/7/2026) malam.
Ringkasan Berita:
- Polisi menduga K (23) merupakan pemicu bentrokan yang berujung tewas di Jalan Tambak.
- Keributan dipicu aksi geber motor, perusakan UMKM, dan pemukulan warga hingga memancing perlawanan.
- Tiga orang diamankan dan polisi masih menyelidiki dua rangkaian peristiwa terkait bentrokan tersebut.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, mengungkapkan fakta terbaru terkait identitas korban tewas dalam bentrokan berdarah di kawasan Jalan Tambak, Menteng, pada Minggu (26/7/2026).
Korban meninggal dunia yang diketahui berinisial K (23) tersebut diduga kuat merupakan salah satu pelaku utama yang memicu kemarahan warga hingga berujung bentrok massal.
“Kami juga turut berduka cita bahwasanya dengan informasi yang ada, saudara K umur 23 telah meninggal dunia,” ujar Reynold saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Minggu (27/7/2026) malam.
Saat dikonfirmasi apakah korban meninggal merupakan bagian dari kelompok yang mengawali keributan, Reynold membenarkan dugaan tersebut.
“Diduga ya, diduga salah satunya pelaku yang geber-geber motor,” tegasnya.
Reynold menjelaskan, insiden maut ini berawal dari perselisihan paham di wilayah Matraman Dalam yang berada persis di belakang Jalan Tambak.
Saat itu, ada dua orang yang menggunakan sepeda motor melintas di depan gerobak nasi uduk sambil menggeber-geber kendaraannya.
“Menggeber-geber motornya. Sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan, ditegur tidak terima, dan dua orang itu mengajak teman-teman lainnya sejumlah lima orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan bahkan merusak di beberapa UMKM yang ada, bahkan ada warga yang terpukul,” jelas Reynold.
Aksi perusakan terhadap gerobak UMKM dan pemukulan terhadap warga itulah yang memicu reaksi spontan dari masyarakat sekitar untuk melakukan perlawanan.
“Mengakibatkan warga spontan karena merasa bahwasanya terusik warga lingkungan sekitar, sehingga melakukan pelemparan,” tambahnya.
Massa yang merasa terusik kemudian mengejar kelompok tersebut hingga ke lokasi Jalan Tambak, yang menjadi tempat tinggal kelompok pendatang tersebut.
Akibat aksi saling lempar di lokasi itu, dua orang dari pihak kelompok penyerang awal dievakuasi polisi ke RSCM, di mana satu orang berinisial K dinyatakan meninggal dunia.
Meski demikian, Reynold menegaskan pihak kepolisian tetap melakukan penegakan hukum terhadap kedua belah pihak secara adil.
Saat ini, polisi telah mengamankan tiga orang warga berinisial S, T, dan U yang diduga melakukan penganiayaan hingga menewaskan korban K.
“Tentu kami melakukan untuk gakkum (penegakan hukum) agar kedua belah pihak dapat secara adil dalam proses penegakan hukum, baik sisi warga maupun sekelompok orang yang menjadi korban,” tuturnya.
Secara keseluruhan, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap kurang lebih 15 orang.
Polisi juga memisahkan penanganan kasus ini ke dalam dua klaster, yakni peristiwa perusakan di Matraman Dalam dan peristiwa bentrokan di Jalan Tambak.
Baca juga: Saksi Bentrok Jalan Tambak Menteng Ungkap Warga Resah Tiap Malam
“Mana korban ataupun yang patut diduga sebagai pelaku, tentunya itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkas Kapolres.