Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kasus SD Srengseng Sawah Spesial

    Polisi Tangkap Pelaku Teror Bom di SD Srengseng Sawah 15 - Tempo

    2 min read

     



    Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya berjaga ketika proses penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, 13 Juli 2026. Personel Brimob menyisir lokasi tersebut untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah setelah adanya ancaman dugaan teror bom yang diterima pihak sekolah melalui aplikasi percakapan. Tempo/Martin Yogi Pardamean

    PERSONEL Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya menangkap pelaku ancaman teror bom di Sekolah Dasar Negeri atau SDN Srengseng Sawah 15, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Teror itu diketahui terjadi saat hari pertama sekolah pada Senin pagi, 13 Juli 2026.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, pelaku sementara ditangkap dan dibawa kei Markas Polres Metro Jakarta Selatan. "Lagi dalam pendalaman penyidik," ujar Budi di kantornya, Jakarta Selatan, pada Senin, 13 Juli 2026.

    Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

    Menurut Budi, pelaku berinisial MY, 34 tahun, diketahui merupakan seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi sekolah tersebut. Polisi hingga kini masih mendalami motif pelaku mengirimkan pesan berisi teror tersebut.

    Budi mengatakan, pelaku diketahui mengirimkan pesan berisi ancaman bom ke seorang guru dan staf tata usaha sekolah. "Siswa dan guru telah dievakuasi sebagai langkah keselamatan," kata Budi. 

    Kepala Kepolisian Sektor Jagakarsa Komisaris Norma Dewi sebelumnya telah mengonfirmasi soal dugaan teror bom itu. "Iya, ada ancaman teror bom," ujar Norma saat dikonfirmasi oleh Tempo, pada Senin, 13 Juli 2026.

    Sebelumnya, dugaan soal ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 viral di media sosial. Akun Instagram @depok24jam mengunggah potongan video yang menunjukkan situasi sekolah setelah adanya isi teror tersebut.

    Dalam narasi unggahan tersebut, teror bom diduga dikirimkan lewat pesan WhatsApp oleh orang tidak dikenal ke pihak sekolah. Pesan yang dikirim sebanyak dua kali itu berisikan ancaman ada bom yang telah diletakkan di 11 titik di area sekolah. 

    Komentar
    Additional JS