Prabowo akan Bangun Minimal 30 Pabrik Etanol di Indonesia - Tribunnews
Prabowo targetkan pembangunan 30-50 pabrik etanol untuk percepat bioetanol E10 dan E20 usai Indonesia hentikan impor solar
Tayang:
YouTube Sekretariat Presiden/Istimewa
PABRIK ETANOL - Presiden RI Prabowo Subianto menyisipkan candaan saat menyampaikan pidatonya di hadapan para petinggi TNI dan Polri dalam acara Panen Raya Tebu TNI di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Prabowo mengatakan bahwa Indonesia akan membangun 30-50 pabrik etanol yang salah satunya nanti bisa digunakan untuk campuran bahan bakar bensin atau bioetanol.
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 30-50 pabrik etanol untuk mempercepat pengembangan bioetanol sebagai campuran bensin
- Menurutnya, Indonesia telah menghentikan impor solar sejak Juli berkat produksi B50 berbasis sawit
- Prabowo optimistis Indonesia mampu mengembangkan bensin E20 seperti India dan Brasil
TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia akan membangun 30-50 pabrik etanol yang salah satunya nanti bisa digunakan untuk campuran bahan bakar bensin atau bioetanol.
Hal itu disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Awalnya Presiden mengatakan bahwa pada Juli ini Indonesia tidak akan mengimpor solar. Pasalnya Indonesia berhasil membuat B50 yaitu campuran solar fosil dan solar dari sawit (biodiesel). Sehingga produksi solar fosil dalam negeri sudah mencukupi kebutuhan nasional.
“Jadi dari mulai bulan Juli ini kita tidak impor solar lagi dari luar negeri, Saudara-saudara,” katanya.
Menurut Presiden perputaran uang sebaiknya lebih banyak terjadi di dalam negeri. Oleh karena itu ketimbang uang dipakai untuk mengimpor solar sebaiknya digunakan untuk menyejahterakan petani sawit.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Etanol E20 Berbahan Jagung dan Tebu, Berpotensi Gantikan Pertalite dan Pertamax?
“Lebih baik uang itu beredar di Indonesia, dinikmati oleh petani-petani sawit di seluruh Indonesia,” katanya.
Setelah membuat biodiesel dari sawit, menurut Prabowo, Indonesia akan mengembangkan bioetanol (E10 ) yakni bensin campuran dengan etanol 10 persen.
“Jadi nanti bensin bisa dicampur dengan 10 persen etanol,” kata Presiden.
Sebenarnya menurut Prabowo, Indonesia bisa langsung mengembangkan E20 yakni campuran bensin dengan etanol 20 persen. Namun kata Presiden kendalanya adalah kurangnya pabrik etanol di dalam negeri. Sekarang ini baru ada satu pabrik etanol di Indonesia.
“Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik etanol, kalau perlu sampai 50 pabrik,” katanya.
Presiden yakin Indonesia mampu mengembang bensin E20. Pasalnya negara lain sudah mampu mengembangkan inovasi tersebut.
“India sudah E20, India sudah E20. Brasil sudah E100. Masa Indonesia enggak bisa? Indonesia bisa kan? Bisa? Bisa, bisa. Bisa!” pungkasnya.