Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Keuangan Koperasi Desa Merah Putih Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo: Kopdes Merah putih salurkan kredit super mikro bunga hanya 8% - IDN Financial

    2 min read

     

    Kopdes akan dilengkapi layanan simpan pinjam, apotek, hingga cold storage untuk petani dan nelayan.

    JAKARTA - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan dikembangkan sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi, termasuk menyediakan layanan kredit mikro dan super mikro dengan bunga yang lebih terjangkau.

    Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7).

    Prabowo menjelaskan, KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai koperasi simpan pinjam yang mengandalkan dana dari simpanan anggota.

    Ke depan, koperasi tersebut juga akan menghadirkan gerai layanan pembiayaan murah bagi masyarakat.

    "Koperasi nanti tidak hanya untuk simpan pinjam, tapi nanti akan ada gerai simpan pinjam kredit yang murah, kredit mikro dan kredit super mikro," ujar Prabowo.

    Menurutnya, salah satu fasilitas pembiayaan yang akan tersedia adalah kredit tanpa agunan Mekaar dengan bunga sebesar 8% per tahun.

    Angka tersebut lebih rendah dibandingkan bunga sebelumnya yang mencapai 22%.

    "Yang tadinya bunganya 22%, saya turunkan jadi 8%. Dibandingkan dengan 22%, lumayan 8%, betul tidak?" katanya.

    Selain layanan pembiayaan, Prabowo menjelaskan program KDKMP dirancang untuk membangun ekosistem koperasi modern berbasis digital di tingkat desa.

    Setiap KDKMP akan dilengkapi toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa yang menyediakan obat-obatan dengan harga terjangkau, gudang, serta fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage) guna membantu petani dan nelayan menyimpan hasil produksi.

    Ia menambahkan, koperasi juga akan berperan sebagai pembeli siaga (offtaker) hasil panen petani dan tangkapan nelayan.

    Skema tersebut diharapkan mampu memutus rantai tengkulak serta menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.

    "Nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar Rp202 triliun di petani, peternak, dan nelayan," ujarnya. (DK)

    Tambahkan

    sebagai sumber pilihan di Google

    Komentar
    Additional JS