Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Minta Material Bangunan di RI Tak Pakai Seng: Kalau Perlu Pakai Ijuk dan Rumbai - Viva

    4 min read

     

    Presiden RI Prabowo Subianto

    Semarang, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menganjurkan penggunaan material bangunan yang dinilai lebih ramah bagi kesehatan sekaligus mempertahankan estetika bangunan sebagaimana masyarakat Indonesia era terdahulu menggunakan genteng dan rumbai.

    Baca Juga

    "Estetika, keindahan, harus kita pertahankan. Aslinya bangsa Indonesia tidak pakai seng. Kalau perlu kita kembali pakai ijuk, kembali pakai rumbai," kata Presiden saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, yang dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

    Presiden mengatakan masyarakat Indonesia sejak dahulu telah menggunakan material bangunan seperti genteng tanah liat yang menurutnya bukan merupakan teknologi baru.

    Baca Juga

    "Rakyat kita dari dulu bisa bikin genteng kok. Genteng bukan teknologi baru. Rakyat kita dari dulu pakai genteng," katanya.

    Menurut Presiden, penggunaan atap seng yang mudah berkarat dapat berdampak terhadap kesehatan. Selain itu, Prabowo juga menyoroti material asbes sebagai atap bisa berbahaya jika partikelnya terhirup ke dalam paru-paru.

    Baca Juga

    "Seng ini cepat berkarat. Karat ini tidak baik untuk kesehatan. Begitu banyak nanti penyakit paru-paru tanpa kita sadari. Orang-orang muda sudah kena kanker paru-paru. Padahal dia tidak merokok. Dari mana? Ya, dari karat. Dari asbes, dari macam-macam. Kimiawi," kata Presiden.

    Pada kesempatan itu, Presiden juga mengajak para gubernur, bupati, wali kota, serta seluruh instansi di bidang masing-masing untuk menjaga kelestarian alam dan kebersihan lingkungan.

    Presiden anjurkan penggunaan material bangunan yang lebih ramah kesehatan

    Presiden Prabowo Subianto menganjurkan penggunaan material bangunan yang dinilai lebih ramah bagi kesehatan sekaligus mempertahankan estetika bangunan sebagaimana masyarakat Indonesia era terdahulu menggunakan genteng dan rumbai.

    "Estetika, keindahan, harus kita pertahankan. Aslinya bangsa Indonesia tidak pakai seng. Kalau perlu kita kembali pakai ijuk, kembali pakai rumbai," kata Presiden saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, yang dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis.

    Presiden mengatakan masyarakat Indonesia sejak dahulu telah menggunakan material bangunan seperti genteng tanah liat yang menurutnya bukan merupakan teknologi baru.

    "Rakyat kita dari dulu bisa bikin genteng kok. Genteng bukan teknologi baru. Rakyat kita dari dulu pakai genteng," katanya.

    Menurut Presiden, penggunaan atap seng yang mudah berkarat dapat berdampak terhadap kesehatan. Selain itu, Prabowo juga menyoroti material asbes sebagai atap bisa berbahaya jika partikelnya terhirup ke dalam paru-paru.

    "Seng ini cepat berkarat. Karat ini tidak baik untuk kesehatan. Begitu banyak nanti penyakit paru-paru tanpa kita sadari. Orang-orang muda sudah kena kanker paru-paru. Padahal dia tidak merokok. Dari mana? Ya, dari karat. Dari asbes, dari macam-macam. Kimiawi," kata Presiden.

    Pada kesempatan itu, Presiden juga mengajak para gubernur, bupati, wali kota, serta seluruh instansi di bidang masing-masing untuk menjaga kelestarian alam dan kebersihan lingkungan.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo mencanangkan gerakan nasional "Gentengisasi" yang menargetkan penggantian atap seng dan asbes di rumah warga dengan genteng tanah liat tradisional yang lebih aman, sejuk, dan ramah kesehatan. (Ant)

    Presiden Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet

    Pesan Prabowo Buat Bos KAI: Kita Harus Investasi Lebih Banyak di Bidang Kereta Api

    Presiden Prabowo berpesan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memperbanyak investasi di bidang perkeretaapian, termasuk peningkatan keselamatan di perlintasan.

    img_title

    VIVA.co.id

    30 Juli 2026

    Komentar
    Additional JS