Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Prabowo Subianto Singapura Spesial

    Presiden Prabowo dan PM Singapura Tegaskan Sikap ASEAN Selesaikan Sengketa Lewat Dialog - Times Indonesia

    2 min read

     


    A-AA+

    JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong mempertegas sikap dan pandangan ASEAN dalam menyikapi konflik global. Kedua pemimpin sepakat bahwa setiap sengketa di belahan dunia mana pun harus diselesaikan secara damai melalui jalur dialog dan diplomasi.

    Kesepakatan tersebut mengemuka dalam Pertemuan Tahunan Pemimpin Singapura-Indonesia (Leaders’ Retreat) yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026). Dalam konferensi pers bersama, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan kerja sama bilateral hingga dinamika regional dan global.

    "Kita menegaskan bahwa ASEAN berpandangan setiap sengketa harus kita selesaikan secara damai. Melalui dialog dan diplomasi. Tidak hanya di kawasan kita, tapi di semua kawasan," ujar Presiden Prabowo.

    Presiden menekankan bahwa Indonesia dan Singapura merupakan mitra strategis dekat yang berbagi kepentingan bersama. Oleh sebab itu, menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan menjadi prioritas utama bagi kedua negara.

    Guna merawat hubungan baik tersebut, kedua negara berkomitmen untuk terus mengedepankan kerja sama yang saling menguntungkan serta menyelesaikan setiap hambatan komunikasi dengan cara kekeluargaan.

    "Kita tadi telah melakukan pertemuan intensif dan sangat produktif dari hati ke hati, terbuka dan berorientasi ke depan. Kita sepakat bahwa kalau ada salah paham atau salah persepsi kita akan selesaikan sebagai sahabat dengan terbuka," tutur Prabowo.

    Selain isu diplomasi global, kedua kepala pemerintahan juga membahas keamanan maritim, khususnya di Selat Malaka. Presiden Prabowo dan PM Lawrence Wong menegaskan komitmen bersama untuk memastikan jalur pelayaran vital tersebut tetap aman, terbuka, dan dapat diakses oleh semua pihak internasional.

    Sebagai hasil nyata dari pertemuan tingkat tinggi ini, Indonesia dan Singapura resmi mengumumkan 26 kesepakatan dan nota kesepahaman (MoU) di berbagai sektor. Kolaborasi konkret ini terdiri atas 18 kesepakatan antar-pemerintah (G-to-G) serta 8 kesepakatan antar-pelaku bisnis (B-to-B). (*)

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
    Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
    Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

    Komentar
    Additional JS