Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Keluarga Desak Pengusutan Tuntas - Kompas
PURWAKARTA, KOMPAS.com - Kasus kematian seorang petugas keamanan (satpam) yang ditemukan tewas tenggelam dengan kondisi kedua tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memasuki tahap penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (24/7/2026) ini menimbulkan tanda tanya besar, terutama bagi pihak keluarga korban.
Keluarga korban kini mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kematian yang dinilai janggal tersebut. Mereka berharap seluruh proses hukum berjalan transparan dan profesional.
Baca juga: Kisah Ade, Penyuluh KB di Purwakarta yang Hidupkan Literasi dari Teras Rumah hingga Pelosok Desa
Bagaimana kronologi penemuan korban?
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tepi perairan kawasan Tanggul Ubrug, Waduk Jatiluhur. Penemuan jasad dengan posisi tangan terborgol ke belakang menjadi sorotan utama dalam kasus ini.
Anaknya Meninggal, Ibu Santri Korban Pembakaran di Pesantren Minta Tolong Presiden Prabowo
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya unsur tindak pidana, mengingat tidak lazim seseorang ditemukan dalam keadaan demikian jika penyebab kematiannya murni kecelakaan.
Setelah penemuan, tim identifikasi dari kepolisian bersama tenaga medis langsung melakukan pemeriksaan awal di lokasi sebelum membawa jenazah ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Satpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol di Waduk Jatiluhur Purwakarta
Apa langkah awal yang dilakukan aparat?
Untuk mengungkap penyebab kematian, Tim Inafis Polres Purwakarta bersama tim medis melakukan visum terhadap jenazah di kamar jenazah RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Pemeriksaan awal ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanda-tanda kekerasan atau hal lain yang dapat menjadi petunjuk awal penyebab kematian korban.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung guna menjalani proses autopsi. Autopsi menjadi langkah penting dalam penyelidikan karena dapat memberikan gambaran lebih detail mengenai penyebab kematian.
Baca juga: Warga Mandi di Kubangan Bekas Galian, Pemkab Purwakarta Buka Posko Aduan Kekeringan
Mengapa keluarga mendesak autopsi?
Pihak keluarga korban mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Mereka juga merasa heran dengan kondisi korban saat ditemukan, terutama karena tangan korban dalam keadaan terborgol.
Paman korban, Ocid, menyampaikan bahwa keluarga sepakat untuk dilakukan autopsi demi mengungkap penyebab pasti kematian.
"Kami belum tahu penyebab pastinya. Saya mendapat kabar menjelang salat Jumat bahwa korban ditemukan di air dalam kondisi terborgol. Keluarga sepakat autopsi dilakukan agar penyebab kematiannya jelas. Kami minta polisi mengusut tuntas sesuai prosedur karena ada hal yang janggal," ujar Ocid kepada wartawan di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Jumat (24/7/2026) sore.
Ia menambahkan bahwa persetujuan autopsi juga telah diberikan oleh seluruh anggota keluarga, termasuk istri korban, sebagai bentuk komitmen untuk mencari kejelasan atas peristiwa tersebut.
Baca juga: Aksi 4 Anak di Purwakarta Viral, Bersihkan Selokan dan Sungai Sepulang Sekolah demi Lingkungan
Apa yang menjadi kejanggalan dalam kasus ini?
Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam kasus ini antara lain:
- Kondisi tangan korban yang terborgol ke belakang
- Lokasi penemuan di perairan waduk
- Tidak adanya informasi awal mengenai kejadian yang mengarah pada kecelakaan biasa
Menurut keluarga, kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan adanya kemungkinan tindak pidana. Oleh karena itu, mereka berharap penyelidikan dilakukan secara menyeluruh.
Baca juga: 3 Bulan Krisis Air Bersih, Warga Purwakarta Terpaksa Mandi dan Mencuci di Kubangan
Menurut Ocid, keluarga ingin agar apabila terbukti ada pelanggaran hukum, pelaku dapat segera diungkap dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga saat ini, Polres Purwakarta masih melakukan penyelidikan intensif. Aparat kepolisian terus mengumpulkan berbagai barang bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Selain itu, polisi juga menunggu hasil resmi autopsi dari tim forensik yang akan menjadi dasar utama dalam menentukan penyebab kematian korban.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Satpam yang Tewas di Waduk Jatiluhur Purwakarta Diduga Korban Pembunuhan, Keluarga Minta Diusut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Ibu Santri yang Dibakar Menangis di DPR, Bongkar Intimidasi Oknum Aparat