Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Selat Hormuz Spesial

    Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek - SindoNews

    11 min read

     


    Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia Indeks HI-LITE More SINDOscope More MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel Live TV RCTI GTV MNCTV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin

    Minggu, 12 Juli 2026 - 07:32 WIB


    Iran secara mengejutkan resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz -jalur pelayaran internasional paling vital yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia- bagi seluruh kapal tanker. Foto/Dok

    A A A

    JAKARTA - Situasi di Timur Tengah mendadak bergeser ke ambang perang terbuka skala penuh. Pemerintah Iran secara mengejutkan resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz -jalur pelayaran internasional paling vital yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia - bagi seluruh kapal tanker hingga pemberitahuan lebih lanjut.

    Melalui siaran televisi negara, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa Selat Hormuz akan terus dikunci rapat sampai Amerika Serikat menghentikan seluruh campur tangan militernya di wilayah tersebut. Iran juga mengancam akan merontokkan pangkalan militer baru AS di Teluk jika Washington berani merespons langkah nekat ini dengan agresi militer.

    Tembakan Peringatan Meletus Lagi di Jalur Minyak Terpenting Dunia

    Sesaat sebelum pengumuman blokade total Selat Hormuz, ketegangan fisik sudah pecah di Selat Hormuz. Militer Iran dilaporkan melepaskan tembakan peringatan ke arah sebuah kapal komersial yang dituduh melanggar aturan karena mematikan sistem radar transponder dan keluar dari rute resmi yang disetujui Tehran.

    Baca Juga: Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19

    Langkah ekstrem ini menjadi klimaks dari rentetan insiden sepanjang pekan ini. Awal pekan terpantau ada tiga kapal tanker komersial dihantam serangan saat melintasi rute rekomendasi AS di perairan Oman. Iran bersikeras bahwa satu-satunya rute aman adalah lewat perairan mereka.

    Hal itu langsung dibalas oleh militer AS yang meluncurkan bom hingga menewaskan 17 orang dan melukai 115 orang di pihak Iran. Kemudian Tehran membalas dengan menggempur basis sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk.

    Baca Juga: Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?

    Aksi saling serang ini membuat Presiden AS Donald Trump meradang dan menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir. Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menuduh AS yang pertama kali mengkhianati perjanjian damai.

    AS Desak Pintu Minyak Dibuka, Negosiasi Rahasia di Balik Layar

    Meskipun genderang perang bertabuh kencang, secercah harapan diplomasi dikabarkan masih berjalan di bawah meja. Trump membantah laporan intelijen Israel soal rencana pembunuhan baru terhadap dirinya dan menyebut ia memang sudah lama berada dalam daftar target nomor satu Iran.

    Media AS melaporkan bahwa perwakilan Iran secara rahasia telah menyampaikan pesan kepada pejabat Washington bahwa serangan terhadap kapal tanker kemarin adalah "kesalahan teknis" yang dilakukan oleh kelompok internal yang membelot (rogue group).

    Saat ini, melalui negara mediator, Amerika Serikat melayangkan tuntutan keras agar pemerintah Iran segera membuat pernyataan publik bahwa Selat Hormuz tetap dibuka sebagai jalur internasional dan berjanji menyetop segala bentuk serangan terhadap kapal dagang.

    Jika penutupan ini berlangsung lama, dunia bersiap menghadapi shock ekonomi terbesar tahun ini karena pasokan energi global akan tersumbat total.

    (akr)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

    Rekomendasi

    Infografis

    Bagher Ghalibaf, Negosiator...

    Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS

    Terpopuler

    1

    2

    3

    4

    5

    Berita Terkini

    IHSG Cetak Rebound,...

    S&P Rilis Peringkat...

    Rupiah Ambruk Diterpa...

    MNC Sekuritas Dukung...

    S&P Dow Jones Indices...

    Sakha Coffee Perluas...

    Komentar
    Additional JS