Siapa Sudaryono? Dari Wamentan hingga Diisukan Jadi Kepala BGN - Inilah
KecilBesar
Nama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mencuat sebagai kandidat kuat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Meski hingga kini pemerintah belum mengumumkan secara resmi penunjukan tersebut, sosok Sudaryono bukanlah nama baru di lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto maupun Partai Gerindra.
Lantas, siapa sebenarnya Sudaryono?
Politikus Gerindra yang Dekat dengan Prabowo
Sudaryono merupakan politikus Partai Gerindra yang telah lama menjadi bagian dari lingkaran Presiden Prabowo Subianto.
Pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, itu dikenal sebagai salah satu kader muda yang kerap dipercaya mengemban tugas strategis di partai. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah dan aktif dalam berbagai agenda konsolidasi politik menjelang Pemilu 2024.
Sudaryono mengawali karier politiknya dengan menjadi ajudan atau asisten pribadi Ketua Umum Gerindra Prabowo.
Kedekatannya dengan Prabowo membuat namanya beberapa kali masuk dalam bursa calon kepala daerah hingga akhirnya dipercaya bergabung dalam Kabinet Merah Putih.

Dipilih Jadi Wakil Menteri Pertanian
Setelah Prabowo dilantik sebagai Presiden, Sudaryono dipercaya menjadi Wakil Menteri Pertanian mendampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Di Kementerian Pertanian, ia banyak terlibat dalam program peningkatan produksi pangan nasional, percepatan swasembada pangan, penguatan sektor peternakan, hingga stabilisasi pasokan komoditas strategis.
Sudaryono juga beberapa kali menjadi juru bicara pemerintah dalam isu ketahanan pangan serta program peningkatan produktivitas pertanian.
Mengapa Namanya Dikaitkan dengan BGN?
Nama Sudaryono mulai ramai diperbincangkan setelah Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri pada Rabu (22/7/2026).
Dalam unggahan di media sosial, Nanik memberi isyarat bahwa penggantinya merupakan sosok yang ia sebut sebagai "adik" dan diyakini mampu melanjutkan pembenahan di BGN.
Belakangan, sejumlah informasi yang beredar di lingkungan Istana menyebut Sudaryono berpeluang mengisi posisi tersebut.
Namun hingga berita ini ditulis, Inilah.com belum memperoleh konfirmasi resmi dari Istana Kepresidenan maupun Kementerian Sekretariat Negara mengenai kabar tersebut.
Dinilai Cocok karena Latar Belakang Pangan
Pengamat menilai apabila benar ditunjuk memimpin BGN, Sudaryono memiliki modal pengalaman yang relevan.
Diketahui, Sudaryono tercatat aktif di berbagai organisasi sebagai Ketua Umum DPP Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), dan juga Ketua Dewan Penasihat Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA). Dia juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI).
Pasalnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menyangkut rantai pasok pangan nasional, mulai dari produksi pertanian, peternakan, perikanan, hingga distribusi bahan baku ke ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pengalaman Sudaryono di Kementerian Pertanian dinilai dapat menjadi nilai tambah dalam memperkuat koordinasi lintas sektor tersebut.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai apabila Sudaryono benar dipercaya memimpin BGN, langkah itu juga dapat dibaca sebagai bagian dari konsolidasi politik Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Herry, penempatan kader yang dekat dengan Presiden menunjukkan upaya memperkuat kendali terhadap pelaksanaan program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
Tantangan Besar Menanti
Jika resmi menjabat Kepala BGN, Sudaryono akan menghadapi sejumlah pekerjaan rumah yang tidak ringan.
Selain memastikan keberlanjutan Program MBG bagi puluhan juta penerima manfaat, ia juga harus mengawal tata kelola anggaran yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah secara bertahap, memperkuat pengawasan distribusi, memperluas operasional ribuan dapur MBG, serta menjaga kualitas dan keamanan pangan di seluruh Indonesia.
Di saat yang sama, Sudaryono juga akan melanjutkan proses reformasi internal BGN yang telah dimulai pada masa kepemimpinan Nanik Sudaryati Deyang melalui restrukturisasi pejabat dan pembenahan sistem tata kelola.