Tak Hanya Pecel, Madiun Usulkan Madu Mongso Jadi Warisan Budaya Tak Benda - Kompas
MADIUN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Madiun mengusulkan madu mongso sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) kategori kuliner.
Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat identitas madu mongso sebagai salah satu kuliner khas Kota Madiun selain sambal pecel.
Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, kajian pengusulan madu mongso sebagai WBTB telah disusun oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora).
"Kajian dari teman-teman Disparpora sudah jadi dan sudah diterima. Kalau kita mengajukan madu mongso sebagai WBTB, ekosistemnya juga harus siap," kata Bagus, Kamis (9/7/2026).
Apa Manfaat Pohon Asam Jawa hingga Ditanam Belanda di Jalan Utama Indonesia?
Menurut dia, kesiapan tersebut tidak hanya mencakup dokumen pengajuan, tetapi juga pelaku usaha yang memproduksi madu mongso.
Pelaku UMKM Dinilai Siap
Bagus mengatakan, pihaknya telah mengunjungi sejumlah pelaku UMKM yang memproduksi madu mongso.
Dari hasil peninjauan tersebut, para pelaku usaha dinilai siap mendukung pengusulan madu mongso sebagai WBTB. Selain itu, kualitas produk yang dihasilkan juga dinilai telah memenuhi harapan.
Madu mongso merupakan makanan tradisional berbahan dasar ketan hitam yang difermentasi menjadi tape sehingga menghasilkan cita rasa perpaduan manis dan asam.
Menurut Bagus, kuliner tradisional tersebut masih memiliki peluang pasar meski harus bersaing dengan produk makanan pabrikan.
"Setelah kami cek ternyata banyak juga yang sudah mendapat pesanan dari luar kota. Nah, ini yang harus terus kita dukung," ujarnya.
Baca juga: Harga Beras di Madiun Tembus Rp 15.300 per Kg, Lampaui HET Pemerintah
Pemkot Siapkan Bantuan Peralatan
Untuk mendukung pengembangan usaha, Pemerintah Kota Madiun menyiapkan bantuan bagi pelaku UMKM pada 2027.
Bagus menjelaskan, bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan peralatan produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
"Bantuannya nanti berupa peralatan produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha," katanya.
Baca juga: Dishub DKI Kaji Usulan 5 Rute Baru Transjabodetabek dari Depok ke Jakarta
Ia menambahkan, kebutuhan peralatan tersebut telah didata saat melakukan kunjungan ke pelaku UMKM di berbagai kelurahan.
Selain itu, Pemkot Madiun juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan fitur siaran langsung (live) di berbagai marketplace untuk memperluas pemasaran.
Pemerintah Kota Madiun juga menyiapkan aplikasi marketplace khusus yang ditujukan bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli produk UMKM lokal.
"Kami siapkan aplikasi khusus untuk ASN yang ingin membeli produk-produk UMKM Kota Madiun," ujar Bagus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Bekasi Kok Bisa Punya Pecinan? Intip Jejak Tionghoa sejak Ratusan Tahun