Trump ancam obat generik kena tarif 200%, apa strategi Sandoz? - IDN finansial

Sandoz sebelumnya mengumumkan pada 2024 akan menutup satu-satunya fasilitas produksinya di AS.
ZURICH - Produsen obat generik asal Swiss, Sandoz, menyatakan akan melanjutkan pembahasan dengan para pembuat kebijakan di Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tinggi terhadap industri farmasi yang tidak memproduksi obat di dalam negeri.
Seperti dikutip Reuters, Trump melalui unggahan di platform X pada Selasa (21/7) menyatakan bahwa produsen obat generik harus memproduksi obat untuk pasar AS secara lokal atau menghadapi tarif sebesar 100% mulai Agustus 2028. Tarif tersebut akan meningkat menjadi 200% mulai tahun berikutnya.
Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), lebih dari 90% obat yang dijual di AS merupakan obat generik.
"Kami memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan keterjangkauan dan akses terhadap obat-obatan di Amerika Serikat," kata Sandoz dalam sebuah pernyataan.
Perusahaan menambahkan akan terus berdiskusi dengan para pembuat kebijakan mengenai cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Pernyataan ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal.
Sandoz sebelumnya mengumumkan bahwa pada 2024 akan menutup satu-satunya fasilitas produksinya di AS yang berlokasi di Long Island, New York, sekitar akhir 2026.
Perusahaan juga menyatakan masih terlalu dini untuk menilai dampak ancaman tarif tersebut terhadap operasi manufaktur maupun keputusan investasi di masa mendatang.
Analis Vontobel, Stefan Schneider, mengatakan bahwa pemerintah AS berupaya membalikkan tren perpindahan produksi obat generik ke negara-negara berbiaya rendah. Namun, menurutnya, relokasi produksi ke AS kemungkinan akan meningkatkan harga obat generik di negara tersebut.
Ia menambahkan kebijakan baru itu terutama akan berdampak pada China dan India, yang menjadi pusat produksi sebagian besar obat generik dunia.
Namun, Sandoz juga diperkirakan akan terdampak karena sekitar 22% penjualannya berasal dari Amerika Utara, sementara kapasitas produksinya di kawasan tersebut relatif terbatas.
Saham Sandoz turun sekitar 3% pada awal perdagangan Rabu (22/7).
Sandoz merupakan salah satu produsen obat generik dan biosimilar terbesar di dunia.
Perusahaan yang berbasis di Basel, Swiss, ini resmi berdiri sebagai entitas independen setelah dipisahkan (spin-off) dari Novartis pada Oktober 2023 dan kini tercatat di Bursa Efek Swiss.
Sandoz memasarkan ratusan obat generik dan biosimilar yang digunakan di lebih dari 100 negara, dengan fokus pada terapi penyakit kronis maupun obat-obatan esensial.
Amerika Serikat menjadi salah satu pasar strategis Sandoz, meskipun sebagian besar kapasitas produksinya berada di Eropa serta sejumlah negara di Asia.
Model bisnis tersebut mencerminkan karakter industri obat generik global yang mengandalkan rantai pasok internasional untuk menjaga efisiensi biaya produksi.
Karena itu, kebijakan tarif tinggi terhadap produk farmasi impor berpotensi meningkatkan biaya operasional perusahaan sekaligus mendorong produsen meninjau kembali strategi investasi dan lokasi manufaktur mereka. (ARF)
Tambahkan
sebagai sumber pilihan di Google