Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Spesial Vaksin

    Vaksin Bukan Cuma untuk Anak, Ini 7 Imunisasi Penting yang Perlu Dipertimbangkan Orang Dewasa - Viva

    7 min read

     


    Ilustrasi vaksinasi

    VIVA – Banyak orang masih beranggapan bahwa vaksinasi hanya penting dilakukan pada masa bayi dan anak anak. Padahal, seiring bertambahnya usia, tubuh tetap membutuhkan perlindungan dari berbagai penyakit menular yang berisiko menimbulkan komplikasi serius. 

    Baca Juga

    Dalam beberapa kondisi, kekebalan yang diperoleh dari imunisasi saat kecil juga dapat menurun sehingga diperlukan vaksin tambahan atau booster.

    Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan preventif pun terus meningkat. Selain menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, dan menjalani pemeriksaan kesehatan berkala, vaksinasi menjadi salah satu langkah yang dapat membantu melindungi diri dari berbagai penyakit. 

    Baca Juga

    Bahkan, ada beberapa jenis vaksin yang memang direkomendasikan untuk diberikan saat seseorang telah memasuki usia dewasa. Lantas, vaksin apa saja yang penting untuk orang dewasa? Berikut daftarnya, sebagaimana dihimpun pada Kamis, 9 Juli 2026.

    1. Vaksin Influenza

    Baca Juga

    Influenza atau flu sering dianggap sebagai penyakit ringan. Namun, pada kelompok tertentu seperti lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, dan tenaga kesehatan, influenza dapat menyebabkan komplikasi yang serius.

    Karena virus influenza terus mengalami perubahan, vaksin influenza dianjurkan dilakukan setiap tahun agar perlindungan terhadap virus yang sedang beredar tetap optimal. Selain melindungi diri sendiri, vaksin ini juga membantu mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

    2. Vaksin HPV

    Human Papillomavirus atau HPV merupakan virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk kanker serviks, kanker anus, hingga beberapa jenis kanker pada area mulut dan tenggorokan.

    Meski identik diberikan kepada remaja, vaksin HPV juga dapat dipertimbangkan bagi orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin sebelumnya. Pemberian vaksin sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing masing.

    3. Vaksin Pneumokokus

    Vaksin pneumokokus berfungsi melindungi tubuh dari infeksi bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan pneumonia, meningitis, hingga infeksi aliran darah.

    Vaksin ini umumnya direkomendasikan bagi lansia maupun orang dewasa yang memiliki penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, diabetes, penyakit paru kronis, atau kondisi yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Perlindungan dari vaksin ini dapat membantu menurunkan risiko komplikasi akibat infeksi.

    4. Vaksin Herpes Zoster

    Herpes zoster atau cacar api merupakan penyakit yang muncul akibat aktifnya kembali virus penyebab cacar air yang pernah menginfeksi seseorang sebelumnya.

    Risiko terkena herpes zoster meningkat seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, vaksin herpes zoster banyak direkomendasikan untuk orang dewasa, terutama kelompok usia lanjut, guna membantu mengurangi risiko terkena penyakit ini beserta komplikasinya.

    5. Vaksin Hepatitis A dan Hepatitis B

    Hepatitis A maupun Hepatitis B merupakan penyakit yang menyerang organ hati. Penularannya dapat terjadi melalui makanan, minuman, darah, maupun cairan tubuh, tergantung jenis virusnya.

    Orang dewasa yang belum memiliki kekebalan atau termasuk dalam kelompok berisiko dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai kebutuhan vaksin Hepatitis A maupun Hepatitis B. Perlindungan melalui imunisasi menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah infeksi.

    6. Vaksin Tetanus dan Difteri

    Banyak orang tidak menyadari bahwa vaksin tetanus dan difteri tidak cukup diberikan hanya sekali seumur hidup. Orang dewasa tetap memerlukan vaksin penguat atau booster secara berkala agar perlindungan terhadap kedua penyakit tersebut tetap terjaga.

    Vaksin ini juga penting bagi ibu hamil sesuai rekomendasi tenaga kesehatan untuk membantu melindungi ibu dan bayi dari risiko infeksi tertentu.

    7. Vaksin Varisela

    Varisela atau cacar air memang lebih sering menyerang anak anak. Namun, orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air atau belum pernah mendapatkan vaksin tetap memiliki risiko terinfeksi.

    Bahkan, cacar air pada orang dewasa dapat menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan pada anak. Oleh sebab itu, vaksin varisela dapat menjadi pilihan perlindungan setelah berkonsultasi dengan dokter.

    Vaksinasi Merupakan Investasi Kesehatan Jangka Panjang

    Melakukan vaksinasi bukan hanya bertujuan melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekitar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak dini sehingga risiko penyakit berat dapat ditekan.

    Di sisi lain, sejumlah pihak juga mulai menghadirkan berbagai kemudahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan preventif. Salah satunya melalui kolaborasi antara Indodana Finance dan Kimia Farma Laboratorium & Klinik yang menyediakan program pembiayaan untuk layanan cek laboratorium dan vaksinasi di lebih dari 450 jaringan di Indonesia. "Kami percaya bahwa tindakan preventif seperti vaksinasi adalah bentuk investasi jangka panjang yang paling berharga untuk kualitas hidup masyarakat," kata Iwan Dewanto selaku Direktur Indodana Finance.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Arie Genipa Suhendi, berharap masyarakat dapat lebih mudah melakukan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan tanpa harus menunda kebutuhan perlindungan kesehatan bagi diri sendiri maupun keluarga. Namun, perlu diingat juga, bahwa tidak semua orang membutuhkan jenis vaksin yang sama. 

    Rekomendasi imunisasi pada orang dewasa dipengaruhi oleh usia, riwayat vaksinasi sebelumnya, kondisi kesehatan, pekerjaan, hingga rencana perjalanan ke daerah tertentu. Karena itu, sebelum menerima vaksin, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan.

    Ilustrasi Air Es atau Air Dingin

    Bukan Sekedar Mitos, Kebiasaan Minum Air Dingin Saat Haus Dapat Menimbulkan Efek Buruk

    Meneguk air es atau air dingin di tengah cuaca terik atau usai beraktivitas luar ruangan memberikan sensasi segar. Ternyata menyimpan dampak buruk bagi tubuh

    img_title

    VIVA.co.id

    11 Juli 2026

    Komentar
    Additional JS